Untuk Apakah Manusia Berjerih Payah?

Untuk Apakah Manusia Berjerih Payah?

Puji Astuti Official Writer
      1172

Pengkotbah 1:2-3

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 93; Lukas 14; Daniel 7-8

Pernahkan Anda di suatu masa dimana Anda mempertanyakan apa tujuan Anda melakukan pekerjaan Anda, pelayanan Anda atau bahkan menjalani kehidupan ini? Apakah Anda bertanya-tanya, dampak apakah yang Anda buat dalam kehidupan ini?

Saya percaya, hampir semua orang pernah mengalami masa-masa seperti ini, dimana mereka bergumul dengan pikirannya tentang apa makna hidupnya. Hal ini adalah sesuatu yang manusiawi, karena setiap orang pasti ingin hidupnya memiliki arti dan tujuan, hal itu membuat mereka merasa penting dan memiliki tujuan hidup. 

Bahkan seorang raja yang bijak dan sangat kaya seperti Solomo pun pernah memikirkan hal ini dan menuliskan dalam kitab Pengkotbah bagaimana ia memandang semua yang dilakukan manusia adalah sebuah kesia-siaan, dan sebuah lingkaran kehidupan yang berulang. 

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.

Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.

Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. (Pengkotbah 1:2-5;9)

Mungkin saat Anda membaca ini, yang muncul dalam pikiran adalah betapa putusasanya Salomo. Namun jika kita merenungkan lebih dalam, kita bisa melihat bahwa Salomo sudah mencapai sebuah tingkatan di mana kekayaan, jabatan, dan hikmat tidak berarti lagi baginya, karena ia merasa tidak terpuaskan lagi oleh semua yang telah dicapainya. Lalu ia mulai memperhatikan kehidupan manusia, yang dilihatnya adalah sebuah pengulangan lingkaran kehidupan - dan dia bertanya, “Apa tujuan semua itu?”

Namun penyataan bahwa hidup adalah kesia-siaan hanya ditemui oleh mereka yang di luar Kristus. Mereka yang mengejar kekayaan, ketenaran, jabatan, atau bahkan hikmat atau kepandaian. Karena ketika mereka sudah mendapatkan semua itu, akan tetap ada sesuatu kekosongan yang akan selalu mereka rasakan. 

Kekosongan yang hanya bisa diisi dan dipuaskan oleh hubungan dengan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita. Karena hanya di dalam Dia-lah kita menemukan tujuan hidup yang sejati, yaitu sama seperti Dia yang datang ke dunia ini untuk menggenapi rencana Bapa-Nya, demikian juga dengan kita. Kita memiliki sebuah tujuan yang sudah dituliskan oleh Bapa sebelum dunia ini dijadikan, seperti yang ditulis oleh Daud ini, “..mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”  (Mazmur 139:16).

Apa rencana Bapa yang harus digenapi oleh Yesus Kristus di dalam dunia ini? Ini yang dikatakan Yesus kepada Nikodemus : 

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Tujuan Yesus ke dunia ini adalah misi penyelamatan, agar manusia memiliki kehidupan yang kekal. Kehidupan yang kekal ini kita miliki bukan setelah kita mati, namun begitu kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. 

Kabar baiknya, setiap kita yang percaya kepada Yesus kini memiliki tujuan hidup yang sama, yaitu untuk memberitakan kabar keselamatan dan membawa sebanyak mungkin kepada kehidupan kekal. Ini adalah sebuah misi yang sangat penting, yang akan membawa kita kepada sebuah rasa puas yang sejati karena mengetahui ada banyak orang hidupnya diubahkan oleh kabar baik yang kita sampaikan. 


Anda sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami https://bit.ly/InginDidoakan 

Anda butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami http://bit.ly/inginKonseling 

Ikuti Kami