Dianggap Keren, Apakah Orang Kristen Boleh Percaya Sihir?

Dianggap Keren, Apakah Orang Kristen Boleh Percaya Sihir?

Lori Official Writer
396

Meskipun dunia semakin modern, para pelaku sihir tetap berusaha untuk beradaptasi dengan menampilkannya menjadi sesuatu yang tampak lebih menarik. Yang paling mengejutkan adalah praktik sihir (dalam bahasa Inggrisnya Wicked Craft) ini justru menyasar kalangan anak-anak, remaja sampai anak muda.

Tampilan yang menarik dan dibumbui dengan kekuatan magic tentu saja membuat anak-anak tertarik. Apalagi lengkap dengan penampilan-penampilan para pesihir yang terkesan karismatik.

Praktik sihir ini bisa kita saksikan di film-film seperti Harry Potter, Twilight, Maleficent, Fantastic Beasts, Coco dan sebagainya. Selain film, para pelaku sihir juga menerapkannya di games-games yang notabene sangat identik dengan generasi muda.

Dengan tayangan-tayangan ini, gak heran kalau bahkan orang Kristen dibuat percaya dengan kekuatan magic yang ditawarkan. Bahkan banyak anak muda yang mulai mengubah dirinya dengan penampilan salah satu tokoh sihir dan belajar untuk bisa memiliki kekuatan supranatural seperti Harry Potter.

Benarkah kekuatan sihir itu ada dan apakah kita boleh mempercayainya?

Sejak awal, Tuhan tidak suka dengan segala bentuk praktik sihir. Tuhan sendiri menyamakan sihir sebagai bentuk berhala, sama seperti penyembahan dewa-dewa yang diyakini punya kekuatan.

Ada dua alasan lain Tuhan membenci praktik sihir:

1. Sihir adalah salah satu praktik kebohongan si iblis yang sudah ada jauh sebelumnya dan dipakai untuk membuat manusia jauh dari Tuhan.

2. Sihir dianggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap otoritas dan kuasa Tuhan.

1 Samuel 15: 23 menyamakan pemberontakan sebagai dosa sihir.

“Karena pemberontakan adalah seperti dosa sihir, dan kekeraskepalaan adalah sebagai kejahatan dan penyembahan berhala. Karena kamu telah menolak firman Tuhan, Dia juga telah menolak kamu untuk menjadi raja”

Di Ulangan 18: 9-14, Tuhan memberikan larangan kepada orang Israel untuk menjauhi beragam praktik sihir, seperti tenung, tukang ramal dan ahli mantera. Dia mengingatkan bangsa ini karena masih banyak diantara mereka yang menganut kepercayaan mistis kuno dan mempraktekkan okultisme.

Tuhan tidak pernah main-main dengan sihir. Karena Dia tahu betul bahwa dibalik kekuatan magic yang dianggap keren itu, si iblis justru sedang mencoba untuk menipu pikiran dan hidup seseorang. Karena itulah Dia dengan keras menyampaikan risiko dari praktik ini yaitu maut.

“Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.” (Imamat 20: 6)

Sikap Tuhan ini disampaikan dengan tegas kepada Raja Ahab yang jelas sudah menyimpang dari jalan Tuhan sejak memperistri Ratu Izebel yang hidup menyembah ilah lain, termasuk sihir. Karena sudah muak dengan perilaku Ahab dan Izebel, maka Tuhan menjatuhkan hukuman kepada pasangan ini. Izebel sendiri mari dengan kondisi yang sangat tragis (2 Raja-raja 9: 22) sama seperti Raja Ahab (1 Raja-raja 22: 38), dimana pada akhirnya jasad mereka menjadi santapan anjing.


Baca Juga: Bisa Gak Sih Ilmu Sihir Serang Gereja? 4 Hal Ini Perlu Kita Lakukan...


Hukuman serupa juga terjadi di masa Raja Hosea. Dimana saat itu bangsa Israel juga mulai mempraktikkan tenung dan percaya ramalan (2 Raja-raja 17: 17).

Sementara di Perjanjian Baru praktik sihir sendiri ditentang keras oleh Rasul Paulus. Dalam pelayanannya, dia sering kali berhadapan dengan para pelaku sihir. Dia harus membereskan niat jahat seorang tukang sihir bernama Elimas yang mencoba untuk membelokkan iman Gubernur Siprus saat Paulus sedang berbincang-bincang dengannya. Namun dengan kuasa iman, tukang sihir tersebut justru mengalami kebutaan (2 Kisah Para Rasul 13: 9-12).

Dia juga berhasil mengusir kuasa sihir dari seorang perempuan tukang tenung yang ditemuinya di Filipi (Kisah Para Rasul 16: 16-18). Hebatnya, Paulus bahkan mampu membuat para tukang sihir di Efesus bertobat dan berbalik kepada Yesus.

Seperti yang disampaikan di awal artikel ini, praktik sihir yang sudah ada sejak zaman dulu masih tetap ada sampai hari ini. Hanya saja bentuk dan praktiknya dikemas menjadi lebih modern. Dan motifnya tetap sama yaitu untuk menipu pikiran dan hidup kita. Sehingga kita menjadi lebih percaya kepada kekuatan gaib sihir dibandingkan dengan kuasa Allah.

Dan hukuman atas praktik ini sejak dulu samapi sekarang juga tetap sama. Bahwa siapapun yang terlibat dengan praktik sihir, ramalan dan tenung akan mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang atau disebut kematian kedua (Wahyu 21: 8). Dengan istilah sederhananya berhadapan dengan maut.

Tuhan tahu betul taktik bulus si iblis. Karena itulah Tuhan tidak mau kita binasa dan kehilangan kemerdekaan di dalam Dia. Sebab ketika kita mengandalkan kuasa sihir, itu artinya kita meragukan kuasa Tuhan. Kita harus ingat bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satu-Nya pribadi yang berkuasa, Alfa dan Omega, pencipta segalanya. Jadi kenapa kita harus bergantung kepada kuasa-kuasa yang lain?


Baca Juga: Ngetren di Kalangan Anak Remaja, Bantu Anak-anak Kita Sadari Kalau Ilmu Sihir Itu Salah


Jadi, mari menjaga diri kita untuk tidak terpengaruh dan tergoda mempercayai kuasa-kuasa sihir. Sebaliknya, kita harus menolaknya dengan mengandalkan kuasa firman Tuhan. Namun jika ada diantara pembaca yang masih terikat dengan praktik sihir, tenung dan ramalan, mari datang kepada Tuhan dan mintalah supaya Dia melepaskanmu dari ikatan-ikatan itu.

Jika kamu ingin mendapatkan pendampingan dari konselor atau seorang pelayan yang bisa melayani kamu, silahkan kirim pesan ke konseling Sahabat24 kami di link ini:http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami