3 Hal Ini yang Harus Dilakukan di Hari Sabat

3 Hal Ini yang Harus Dilakukan di Hari Sabat

Lori Official Writer
      945

Keluaran 20: 9-10

…enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 88; Lukas 9; Yeremia 23-24

Kita masing-masing harus secara sadar memutuskan untuk meluangkan waktu untuk hal-hal di luar dari pekerjaan. Kalau tidak, kita tidak akan punya waktu istirahat. Aku mengambil keputusan yang diambil secara sadar dengan berapa lama waktu yang harus aku habiskan untuk bekerja setiap minggu dan aku melakukannya dengan disiplin. Aku mendorong semua orang untuk melakukan hal yang sama. Kalau tidak, kita akan mudah diserang rasa lelah.

Hal ini diibaratkan seperti busur dan anak panah. Kalau busur terus ditarik dengan kencang, maka dia akan kehilangan kekuatannya. Ada waktunya untuk melepaskan busur secara berkala.

Hal serupa juga perlu kita lakukan dalam penggunaan waktu kita. Kita harus memaksa diri untuk menetapkan jam kerja yang realistis dan meminta pertanggungjawabannya kepada diri sendiri. Atau bila perlu minta seseorang untuk memastikan bahwa kita mematuhi aturan tersebut.

Istirahat yang cukup bukanlah istilah psikologi populer atau hanya sekadar nasihat yang baik. Tuhan sendiri memprioritaskan waktu istirahat seperti yang disampaikan dalam Sepuluh Perintah, yaitu jangan membunuh, jangan berbohong, jangan mencuri atau mengambil satu hari istirahat dalam satu minggu. Tuhan menetapkan hal itu sebagai 10 prinsip moral terpenting.

Dalam Keluaran 20: 9-10, disampaikan bahwa kita diberikan waktu enam hari untuk bekerja dan satu hari untuk beristirahat yaitu Hari Ketujuh sebagai hari yang dikhususkan untuk Tuhan.

Apa yang kita lakukan di Hari Sabat? Kita dianjurkan untuk melakukan 3 hal ini:

1. Mengistirahatkan tubuh. Kalau kita tidak mengambil cuti dari pekerjaan, tubuh kita akan membuat kita mengambil cuti. Punggung kita akan sakit. Kita akan mulai terserang sakit kepala dan flu. Tuhan tidak merancang tubuh kita untuk hidup tanpa istirahat. Karena itulah kadang hal paling rohani yang bisa kita lakukan di Hari Sabat adalah tidur siang!

2. Mengisi ulang emosi. Setiap orang puny acara berbeda untuk mengisi ulang emosinya. Beberapa diantaranya mengisi dengan mencari ketenangan. Yang lain mendapatkan energi emosi baru dari membangun hubungan. Untuk hal ini, cobalah menemukan cara yang tepat untuk mengisi ulang emosimu. Dan jadikanlah itu sebagai bagian dari rutinitas Hari Sabatmu.

3. Fokuskan kepada Tuhan. Kita perlu mengkhususkan Hari Sabat untuk Tuhan. Karena itu luangkanlah waktu untuk fokus kepada Tuhan di atas dari semua kepentingan hidupmu. Beribadah juga jadi cara yang efektif untuk mengisi kembali seluruh energi kita. Hebatnya, semakin kita fokus kepada Tuhan semakin kita bisa menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup kita. Bisa saja Tuhan memberikan kelegaan dari rasa stress yang kita alami selama seminggu penuh.

Semua kita memerlukan Hari Sabat ini. Tentunya hari istirahat ini tidak hanya terbatas di hari minggu saja. Kita juga bisa mengambil waktu ini setiap hari. Tapi tetap ingat untuk selalu meluangkan satu hari penuh setiap minggu untuk mengistirahatkan tubuh kita sepenuhnya, mengisi ulang emosi dan menyembah Tuhan.

 

Hak cipta Pastor Rick Warren, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami