Menteri PPPA Dukung Sinode GBI Dalam Gerakan Gereja Ramah Anak

Menteri PPPA Dukung Sinode GBI Dalam Gerakan Gereja Ramah Anak

Puji Astuti Official Writer
480

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan dukungan penuh atas gerakan Gereja Ramah Anak (GRA) yang dilakukan oleh Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang diluncurkan secara virtual pada Selasa (22/9/2020) dengan tajuk “Sehati Melindungi Keluarga, Anak dan Remaja.” 

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga melihat bahwa gereja memiliki peran penting dan strategis  dalam mengedukasi pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus dapat menjadi wadah bagi anak dan remaja untuk memanfaatkan waktu luangnya secara positif, inovatis dan kreatif yang aman dan nyaman. 

“Gereja sebagai bagian dari unsur kelompok dalam masyarakat, memiliki kewajiban untuk turut serta dalam upaya Perlindungan anak. Gereja juga memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya pengasuhan dalam keluarga, membuka ruang diskusi bagi anak-anak secara aman dan nyaman, serta lembaga yang berfungsi sebagai mediator pertama bagi konflik internal keluarga,” demikian pernyataan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Puspayoga yang dikutip dari siaran pers Kementerian PPPA, Rabu (23/9/2020).

Ia berharap dengan gerakan ini, GBI bisa memperbanyak jumlah GRA. Menteri PPPA juga menegaskan bahwa lembaganya mendukung gereja untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. 

Senada dengan Menteri PPPA, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury juga mendukung gerakan gereja ramah anak, dan menyatakan bahwa ada 7 indikator yang yang melayani anak dengan baik. Yang dimaksud dengan 7 indikator tersebut adalah :

- Adanya kebijakan perlindungan anak pada sinode tersebut.

- Tersedia data berdasarkan jenis kelamin dan usia anak.

- Tersedia anggaran memadai untuk bidang anak (minimal 20 persen) dari anggaran gereja

- Tersedia forum anak di gereja yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan,

- Tersedia program pengasuhan anak yang holistik di gereja.

- Tersedianya sistem perlindungan anak berbasiskan gereja dan sumber daya gereja yang mempunyai kapasitas untuk mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum.

- Dan yang terakhir adalah tersedianya kelompok belajar di gereja yang terintegrasi dengan sekolah minggu gereja.

Dalam peluncuran gerakan ramah anak secara virtual tersebut, Ketua Umum BPH GBI, Rubin Adi Abraham menyatakan bahwa melalui gerakan ini, GBI akan sungguh-sungguh menaruh perhatian pada perlindungan keluarga, anak, dan remaja. 

“Kami juga berharap, di setiap GBI akan ada pembentukan Satgas Mekar (Satuan Tugas Melindungi Anak dan Remaja) di tingkat Badan Pekerja Daerah (BPD)/Badan Pekerja Luar Negeri (BPLN) pada tahun 2021, serta adanya pembentukan Be Volunteer Family di seluruh gereja lokal pada tahun 2022,” demikian jelas Pdt.Rubin Adi. 

Anak dan remaja merupakan salah satu kelompok usia yang sangat rentan dan sering terabaikan.  Untuk itu penting bagi gereja untuk memberikan perhatian khusus dan memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka untuk bertumbuh dan memberikan bimbingan bagi orangtua dalam pola asuh yang benar. Yuk dukung gerakan gereja ramah anak ini.


Baca juga :

Responi Pelecehan Seksual di Lingkungan Gereja, PGI Sudah Buat Panduan Gereja Ramah Anak

Saat Keluarga Teratur ke Gereja, Dampak Besar Ini yang Akan Terjadi ke Anak


 

Sumber : https://www.kemenpppa.go.id/

Ikuti Kami