Boleh Gak Sih Orang Kristen Mengkritik? Boleh Banget Asal…

Boleh Gak Sih Orang Kristen Mengkritik? Boleh Banget Asal…

Lori Official Writer
572

Waktu kita merasa gak nyaman dengan sesuatu hal, mungkin saat melihat sesuatu pada praktiknya gak sesuai dengan prinsip kehidupan. Kita mungkin akan terdorong untuk menyampaikan kritik.

Saat mengkritisi sesuatu yang kita anggap salah atau keliru, kita akan mulai melontarkan pendapat yang kita anggap kebenaran.

Sebagai orang Kristen, apakah kita berhak menyampaikan kritik ke orang lain?

Sebelum menjawab hal ini, mari lebih dulu menggali apa sebenarnya kritik itu.

 

Definisi Kritik

Dalam konteks psikologi, kritik adalah penilaian atas baik buruknya suatu pekerjaan. Atau juga penilaian tentang kesalahan atau tindakan seseorang atau kelompok yang diberikan oleh orang lain atau pengkritik.

Di KBBI, kritik sendiri didefinisikan sebagai kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat. Jadi, mengkritik sebenarnya tidak selalu berarti mengacu pada kesalahan, tetapi sebagai ungkapan untuk menyampaikan keberatan atau ketidaksepakatan yang bertujuan untuk proses pembenahan ke arah yang lebih baik.

Tapi dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang justru memakai kritik untuk dua tujuan yang berbeda yaitu untuk membangun atau untuk menghancurkan.

Untuk itulah kita perlu mengingat nasihat di dalam Alkitab tentang cara menyampaikan kritik yang benar.

1. Hindari saling menyerang

“Tetapi jikalau kamu saling mengigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.” - Galatia 5: 15

2. Sampaikan dengan lembut

“dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.” - 1 Petrus 3: 16

3. Sampaikan terus terang

“Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” - Amsal 27: 5

Tidak semua orang memang mampu dan mau menerima kritik yang disampaikan dengan terus terang. Karena itulah kita harus peka, jeli dan bijaksana. Kita harus menimbang beberapa hal sebelum menyampaikan kritik. Seperti, apakah kritik itu berguna untuk orang lain? Apakah kritik itu memang harus disampaikan?

Dalam hal ini, kita perlu belajar dari Amsal 9: 8-9 dimana kita diajar untuk memilih siapa orang yang hendak kita kritik. Apakah dia orang yang tidak mau diajar atau orang yang mau belajar?

 

Baca Juga: #kata Alkitab - Cara Menjadi Kaya versi Alkitab - Paulus Winarto

 

Tokoh Alkitab yang Menyampaikan Kritik yang Benar

Nabi Natan adalah tokoh Alkitab yang menggambarkan tentang contoh mengkritik yang baik.

Kita bisa belajar dari peristiwa dimana Tuhan mengutus Nabi Natan untuk menegur Raja Daud atas dosa kriminal dan perzinahan yang dia lakukan terhadap Batsyeba.

Teguran Nabi Natan itu adalah bentuk kritik yang baik. Dia tahu betul siapa yang hendak dia kritik. Karena itulah dia tidak menyampaikannya dengan kata-kata keras dan menyerang. Sebaliknya, dia justru memakai sebuah perumpamaan.

Nabi Natan mulai bercerita tentang orang miskin yang hanya memelihara suatu domba betina dan orang kaya yang memiliki banyak domba. Satu kali, orang kaya itu mendapat tamu dan dia berniat menjamu tamunya itu.

Tapi orang kaya itu merasa sayang untuk menyembelih salah satu dombanya, sehingga dia mengambil domba satu-satunya milik orang miskin itu.

Setelah mendengar hal itu, Daud justru menyesal dan mengakui kesalahannya (2 Samuel 12: 1-12).

Dari penjelasan di atas, kita bisa menjawab pertanyaan di atas. Apakah orang Kristen boleh menyampaikan kritik? Alkitab tidak melarang kita untuk mengkritik sesuatu atau seseorang, selama kritikan itu disampaikan dan bertujuan untuk kebaikan. Kasih dan keinginan untuk membangun harus jadi dasar utamanya.

Apakah selama ini kamu sudah menyampaikan kritikan untuk tujuan yang benar? Jika belum, mari belajar dari firman Tuhan. Mintalah supaya Tuhan memakaimu bukan untuk menghancurkan orang lain, tetapi justru untuk membangun dan menjadi berkat lewat setiap perkataanmu.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami