Ini 5 Ide Supaya Pendeta Tetap Bangun Koneksi Kuat Dengan Jemaat Selama Pandemi

Ini 5 Ide Supaya Pendeta Tetap Bangun Koneksi Kuat Dengan Jemaat Selama Pandemi

Lori Official Writer
579

Percaya atau tidak, ada puluhan ribu pendeta di seluruh dunia yang mengalami tantangan pelayanan di masa-masa pandemi ini. Salah satunya adalah bingung cara untuk memperkuat koneksi dengan jemaatnya.

Dan tantangan terbesar gereja adalah bagaimana jika jemaat beralih kepada tayangan-tayangan yang jauh lebih menghibur dibandingkan mengikuti ibadah online.

Membuat ibadah mingguan online tentu saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan rohani jemaat, apalagi dengan kondisi jarak jauh seperti saat ini.

"Gereja yang melibatkan anggotanya dengan baik di masa-masa ini tidak hanya mendigitalkan layanan mereka. Ini bukan bisnis seperti umumnya, kecuali online. Mereka mencoba mempertimbangkan kebutuhan komunitas mereka dan dengan penuh perhatian, doa, menyesuaikan pesan mereka untuk membuat kelompok pelayanan virtual atau gabungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Christopher Lee, pendiri firma konsultan karier PurposeRedeemed.

Karena itulah, penting untuk memunculkan ide-ide baru supaya para pendeta atau pemimpin gereja tetap aktif memperlengkapi jemaat secara online.

Ada 5 cara digital yang dianjurkan untuk membantu para pendeta untuk membantu jemaatnya terus bertumbuh.

1. Youtube

Selama pandemi, Youtube telah dijadikan sebagai tempat peralihan gedung gereja. Banyak gereaja besar sampai kecil yang memutuskan untuk melakukan layanan ibadah online melalui Youtube.

Tapi walaupun memudahkan jemaat untuk beribadah, ibadah online tidak memungkinkan jemaat berinteraksi secara langsung selain melalui chating onlinenya.

Hal inilah yang membuat koneksi gereja dengan jemaat menjadi semakin jauh. Sehingga dibutuhkan cara lain untuk memperkuat koneksi tersebut. Dan cara itu adalah dengan membuat tambahan pelayanan di Youtube. Misalnya, membuat obrolan santai (bukan khotbah), yang memungkinkan jemaat untuk bisa berbagi pengalaman atau tantangan rohani yang mereka alami melalui kolom chating.

Atau membuat sesi Praise Worship dan renungan harian khusus dari gereja untuk memenuhi kebutuhan jemaat di kehidupan sehari-hari mereka.

2. Group Facebook

Walaupun ada banyak gereja yang memilih group Whastapp sebagai wadah untuk terkoneksi dengan jemaat, tapi gak dimungkiri ada juga yang masih betah berinteraksi melalui group Facebook.

Ada begitu banyak hal yang bisa pendeta dan pemimpin gereja lewat alat digital ini. Sama halnya seperti Youtube, Facebook juga bisa digunakan untuk siaran ibadah langsung dan membangun interaksi melalui percakapan seputar kekristenan.

Jadi ide kedua yang bisa dilakukan adalah memakai Group Facebook untuk membagikan ayat firman, renungan harian, dukungan doa, perbincangan santai dengan jemaat sampai membagikan pengumuman soal kegiatan gereja. Gereja juga bisa membagikan musik rohani yang bisa dinikmati jemaat setiap hari lewat group ini.

Group Facebook bukan hanya bisa diakses secara gratis, tapi juga memungkinkan pendeta untuk menjangkau lebih banyak orang baru di luar jemaat.

3. Group dan Pesan Whatsapp

Salah satu alat digital yang paling efektif untuk tetap membangun koneksi dengan jemaat adalah melalui metode komunikasi pesan teks.

“Kami telah menemukan bahwa ini (pesan teks) adalah teknologi yang universal bagi jemaat kami. Ini cepat diterapkan dan memiliki tingkat respons yang tinggi. Kalau ada anggota gereja yang mengirim pesan dengan kata kunci tertentu, mereka akan langsung terkoneksi dengan pendeta lewat pesan itu. Mereka bisa langsung bertukar pesan,” kata Girardier dari Gereja Brentwood Baptist.


Baca Juga: 

Mulai Lelah Ikut Ibadah Online? Coba Lakuin 3 Langkah Ini Biar Imanmu Tetap Bertumbuh

3 Momen yang Dikangenin Waktu Ibadah di Gereja dan yang Gak Bisa Diganti di Ibadah Online


4. Bangun Komunitas Zoom

Yang jelas, gereja bukan hanya mengadakan ibadah mingguan. Karena hal itu tidak cukup untuk membuat jemaat bertumbuh secara rohani. Untuk itulah, dibutuhkan usaha untuk membangun komunitas yang kuat. Misalnya dengan membentuk komunitas life group bersama sesuai dengan usia dan status.

Dan bagi gereja yang sudah punya komunitas ini, dibutuhkan perawatan intens supaya anggotanya terus bertumbuh. Karena masa pandemi tidak memungkinkan untuk berinteraksi secara fisik, pendeta dan pemimpin lainnya perlu membangun komunitas melalui aplikasi online yang tersedia. Salah satunya adalah Zoom Meeting.

Manfaatkanlah aplikasi ini bukan hanya sekadar mengadakan doa mingguan gereja atau ibadah, tapi juga membangun komunitas life group yang tetap hidup dengan mengadakan kegiatan-kegiatan seru dan menghibur.

5. Kirim Email

Walaupun terkesan formal, tapi mengirim email kepada jemaat gereja bisa jadi sesuatu yang mengesankan.

Kirimlah surat berisi ungkapan hati dengan jujur menyampaikan kerinduan mendalam untuk bisa bertemu dengan jemaat di gereja. Lalu dukunglah mereka dengan doa, supaya apapun yang menjadi persoalan yang dihadapi tidak membuat iman mereka goyah.

Dalam kebanyakan kasus, saat seorang pendeta mengirim sesuatu kepada jemaat itu akan menjadi sesuatu yang istimewa. Dan jemaat membutuhkan koneksi emosional di masa-masa saat ini.

Jangan pernah biarkan pelayanan online hanya sebatas ibadah minggu. Itu tidak akan cukup! Jemaat ingin selalu terkoneksi dan diperhatikan. Karena itu, temukanlah ide-ide baru yang berdampak untuk membangun jemaat di masa ini. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami