3 Momen yang Dikangenin Waktu Ibadah di Gereja dan yang Gak Bisa Diganti di Ibadah Online

3 Momen yang Dikangenin Waktu Ibadah di Gereja dan yang Gak Bisa Diganti di Ibadah Online

Lori Official Writer
900

Orang Kristen pasti udah gak sabar ya balik ibadah lagi di gereja, ketemu teman-teman seiman, satu komsel dan satu tim pelayanan.

Ya, pastinya ada banyak hal yang udah dikangenin selama gak ibadah di gereja. Dan kalau diingat-ingat, ada banyak hal di ibadah gereja yang pasti gak bisa kita dapat dari ibadah online.

Salah satunya adalah kangen saling berpelukan dan merangkul satu sama lain.

Bukan cuma itu aja loh. Baik jemaat maupun pelayan gereja juga kehilangan beberapa momen yang gak bisa didapatkan dari ibadah online diantaranya:

1. Praise Worship Bareng

Biasanya sebelum dengar khotbah, tim pujian dan penyembahan pasti nyanyi beberapa lagu untuk membawa semua jemaat masuk dalam hadirat Tuhan.

Di gereja, semua jemaat akan mulai memuji Tuhan bareng-bareng dengan ekspresi masing-masing. Bahkan tim pembawa pujian pun akan sangat dipengaruhi sama atmosfer waktu semua jemaat benar-benar menyembah Tuhan.

Nah, momen-momen inilah yang banyak dirinduin sama jemaat dan juga tim pujian penyembahan. Secanggih apapun teknologi yang kita pakai sekarang, sama sekali gak bisa menggantikan momen penyembahan langsung ini.

2. Rindu Ditumpangi Tangan Waktu Doa

Gereja Karismatik biasanya percaya dengan kuasa tumpangan tangan. Dan realitanya ada banyak jemaat gereja yang merasa sangat diberkati waktu dia ditumpangin tangan waktu didoakan. Tapi karena ibadah terpaksa harus dibuat online, jadi momen-momen semacam ini pasti banyak dirindukan sama orang Kristen.

Penumpangan tangan sendiri dalam Perjanjian Lama dimaknai sebagai transformasi berkat dari seseorang yang punya otoritas rohani (Kejadian 48: 8-14, 17-20), jadi tanda pentahbisan (Bilangan 8: 5-10), menyembuhkan sakit penyakit seperti yang dilakukan Yesus (Markus 5: 23, Markus 6: 5, Markus 8: 23, Matius 9: 18).

"Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka..." (Matius 19: 13)


Baca Juga:

Hadapi New Normalmu Seperti Tindakan Filipus dan Nathanael Ini

Ini Alasan Kenapa Gereja Harus Siap Beradaptasi Dengan Budaya Baru


3. Mengalami Roh Kudus

Kita percaya kalau persekutuan secara fisik itu penting buat orang Kristen. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh gereja mula-mula, dimana mereka berkumpul, memecahkan roti bersama dan mengucap syukur kepada Tuhan. Di waktu yang sama mereka mengalami pencurahan Roh Kudus.

Bukan berarti waktu kita sendiri kita gak bisa mengalami Roh Kudus. Karena hadirat Tuhan bisa hadir kapan pun dan dalam ruang dan waktu yang bagaimanapun. Semua itu tergantung sama hati kita apakah terkoneksi dengan surga. Tapi percaya atau gak, waktu satu atau dua orang di satu ruangan mengalami hadirat Tuhan maka semua orang akan ikut merasakannya.

Tapi walaupun ada banyak momen yang kita rindukan selama gak ibadah gereja. Kita tetap bersyukur karena lewat ibadah online, gereja sadar kalau firman Tuhan itu gak hanya bisa didengar sama jemaat saja. Tapi lebih dari itu, firman Tuhan bisa disebarluaskan ke seluruh dunia lewat online. Siapapun bisa mengaksesnya. Jadi, walaupun mungkin kita akan balik ke gereja dan mengalami momen-momen spesial kayak di atas. Tapi ibadah online masih tetap bisa jadi alat buat gereja-gereja untuk memenuhi amanat agung yaitu menjadikan semua bangsa murid.

“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28: 18-20)

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami