Pemurnian Kembali

Pemurnian Kembali

Claudia Jessica Official Writer
      484

Maleakhi 3: 3

Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 78; Ibrani 12; Yeremia 5-6

Saya ingat ketika saya dan istri masih menjadi pasangan muda yang telah menikah dan kami membeli pemanggang untuk memanggang di halaman belakang kami. Itu sangat menarik karena saya akan mulai menjadi “Chef Jeff” si pemanggang yang luar biasa. Setidaknya begitulah yang kubayangkan.

Salah satu pengalaman pertama saya menjadi Chef Jeff adalah ketika memanggang ayam untuk beberapa teman. Itu adalah pertama kalinya mereka ke rumah kami untuk makan malam bersama.

Dengan keterampilan masak yang sangat terbatas, saya memanggang ayam dan mengangkatnya terlalu cepat dari panggangan sehingga ayam itu belum matang sempurna. Mungkin beberapa orang menyukai daging steak setengah matang, tapi tidak ada yang menyukai ayam setengah matang, dan juga Salmonella.

Dengan sopan, tamu saya bertanya apakah saya bisa memanggang ayam mereka lagi dan memasaknya lebih lama. Ah, saya memahami mereka. Tapi tetap saja itu pengalaman saya yang kurang menyenangkan.

Tuhan tidak pernah terlalu cepat dan terlambat

Tahukah kamu bahwa Tuhan juga memanggang anak-anak-Nya? Dia memimpin kita ke dalam perapian. Dia menempatkan kita ke dalam tungku penderitaan, ke dalam panci pemurnian yang melebur. Benar-benar panas dan tidak enak di dalam api. Tidak ada yang menyukai pencobaan yang berapi-api, tetapi setiap orang membutuhkannya untuk dibentuk menjadi seperti Yesus.

Maleakhi 3: 3 mengingatkan kita bahwa Tuhan “duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak.” Dalam kasih-Nya yang tak terbatas, Tuhan mengawasi kita ketika kita melewati proses pemurnian. Dia menggunakan pencobaan yang berapi-api untuk membersihkan ketidakmurnian dan membuang kotoran dosa dan keegoisan dari hidup kita.

Mungkin kamu merasa seolah-olah Tuhan melupakan kamu yang masih di dalam api. Mungkin kamu merasa seolah-olah Dia sibuk dengan hal-hal lain dan membuatmu merana. Mungkin kamu merasa ayam itu sudah matang sejak lama.

Dengar temanku, Tuhan melihatmu di dalam panic pemurnian. Dia tidak pernah tidur atau tertidur karena Dia tidak pernah mengalihkan pandangan dari anak-anakNya.

Dia adalah seorang ahli refiner, seorang master chef. Dia tahu apa yang Dia lakukan dalam hidup kita. Dia memiliki tujuan dalam setiap pencobaan.

Dia tidak pernah mengeluarkan kita terlalu dini, seperti yang saya lakukan dengan ayam tadi, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita terlalu lama .Terlepas dari apa yang kita hadapi, kita dapat yakin bahwa pemurni pengasih kita sedang mengawasi dan akan setia melakukan yang terbaik untuk kita.

Tuhan sedang bekerja pada kita sehingga orang dapat melihat Yesus di dalam kita. Yohanes Pembaptis berkata seperti ini, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil," (Yohanes 3: 30). Percayalah pada Tuhan di dalam api. Dia mengerjakan setiap pencobaan bersama untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Ikuti Kami