15 Cara Menghormati Tuhan Lewat Kebiasaan Makan dan Minum (Part 1)

15 Cara Menghormati Tuhan Lewat Kebiasaan Makan dan Minum (Part 1)

Lori Official Writer
315

Dalam 1 Korintus 10: 31 kita diingatkan untuk selalu memuliaan Tuhan bahkan lewat makanan atau minuman yang kita makan.  "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah."

Sebagai manusia banyak dari kita yang begitu lemah dengan keinginan kita pada makan. Kita sering lapar mata saat melihat makanan terhidang di depan kita. Tanpa sadar kita bisa saja makan berlebihan atau terlalu rakus sampai akhirnya kita jadi batu sandungan bagi orang lain.

Supaya Tuhan tetap dipermuliakan lewat cara kita minum dan makan, penting sekali untuk kita memperhatikan 15 hal ini.

1. Jangan Mengabaikan Kebutuhan Tubuh

Tubuh kita dirancang untuk sehat dan bugar, untuk berkembang dengan memenuhi kebutuhannya sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Bahkan Tuhan sudah memberikan alarm atau tanda-tanda melalui tubuh kita supaya kita peka dengan kapan waktunya kita harus mengisinya kembali dengan nutrisi yang dibutuhkan dan kapan membiarkannya istirahat.

Jadi hormatilah tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh. Saat tubuh mulai menunjukkan tanda lapar atau haus, segeralah mengisinya.

2. Kendalikan Porsi Makan

Tidak lebih dan tidak kurang. Tapi cukup! Tuhan berjanji untuk selalu memenuhi kebutuhan kita. Tapi Dia tidak akan memberikan kita secara berlebihan.

Dalam hal makan pun, Tuhan sudah merancang tubuh kita bisa memuat makanan dalam jumlah tertentu. Karena itu, kita perlu mengendalikan porsi makan kita secukupnya. Makanlah juga secara perlahan dan lihatlah bagaimana tubuh akan jauh lebih baik saat kita hanya memenuhinya dengan kebutuhan yang cukup.

“Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.” (Amsal 30: 8b)

3. Cukupkan Dirimu Dengan Makanan yang Ada

Rasanya hidup memang gak adil saat menyaksikan temanmu tetap kurus walaupun dia sudah makan banyak. Sementara kamu, bahkan hanya melihat hidangan makanan pun rasanya berat badanmu bertambah.

Kita tidak diciptakan untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kita tidak diciptakan untuk memuaskan tubuh kita dengan makanan. Sebaliknya, Tuhan mau kita mencukupkan diri kita dengan makanan yang kita punya. Jadi, kalau ternyata kamu gak mampu makan makanan mewah seperti di restoran-restoran, cobalah untuk memasak makanan sendiri yang jauh lebih sehat dan lezat. Bersyukurlah atas makanan itu.

“Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” (1 Timotius 6: 8)

4. Jangan Ikuti Aturan Diet yang Merugikan Kesehatan

Ada banyak tren diet yang bermunculan di masa in. Walaupun secara fisik diet itu bisa mengubah bentuk tubuh kita menjadi lebih baik, tapi tak diet tidak bisa mengubah hati kita.

Saat hati kita belum berubah, keberhasilan diet yang kita jadinya tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kita akan selalu kembali kepada kebiasaan lama dan akhirnya kita hanya akan terus menyiksa tubuh kita dengan beragam diet yang kita jalani.

Sebaliknya, saat hati kita diperbaharui maka secara otomatis kita akan mengadopsi pola hidup yang baru yang bukan saja berdampak pada pikiran, tapi juga kepada kebiasaan makan kita sehari-hari.

“Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.” (Kolose 2: 23)

5. Nikmati Makananmu Bersama Orang Lain

Makan bersama dengan teman atau orang lain selama menjalani pola makan sehat akan sangat membantu. Bersama-sama kita bisa saling mengingatkan jika kita sudah mulai makan sembarangan. Atau mulai terjebak dalam kebiasaan makan yang berlebihan.

Kadang, kita tidak akan bisa mengontrol kebiasaan buruk kita tanpa bantuan orang lain. Jadi, ajaklah seseorang atau beberapa untuk menjalani pola hidup sehat seperti yang Tuhan mau.

“Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati…” (Kisah Para Rasul 2: 46b)

6. Sembuhkan Kecanduan Akan Makanan

Terlalu memikirkan makanan hanya akan mengurangi fokus dan energi kita dari hal-hal yang jauh lebih penting. Kalau kamu mendapati dirimu sibuk dengan apa dan kapan harus makan ini dan itu, itu tandanya kita sedang kecanduan makan.

Kondisi ini bisa sangat merusak dan membuat kita menjadi seseorang yang tidak sehat. Untuk mengatasi hal ini, mintalah supaya Tuhan mematikan keinginan itu. 

“Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Matius 6: 25)

7. Jangan Buat Orang Lain Tersandung Karena Makanan

Meja makan adalah tempat dimana kita bebas mengambil pilihan makanan yang kita suka. Pilihan kita bersifat individual. Jadi, jangan pernah mengatai orang lain dengan pilihan makanannya.

Kita hanya akan jadi batu sandungan saat kita ikut mencampuri makanan apa yang orang lain konsumsi. Jadi, biarkan orang lain makan sesuai dengan cara mereka sebagaimana kamu juga ingin diperlakukan.

Menghormati Tuhan dengan makanan yang kita makan bukan soal larangan untuk ‘tidak makan ini dan itu’. Tapi lebih kepada bagaimana kita memahami kehendak Tuhan melalui tubuh kita.

Buat kamu yang belum tahu bagaimana caranya memulai pola hidup sehat, Jawaban.com punya kabar baik buat kamu. Tepatnya pada Rabu, 26 September 2020 nanti, kita akan mengadakan Webinar bertajuk 'Cara Praktis Hidup Sehat di Masa Pandemi’. Bagi kamu yang berminat bisa segera mendaftarkan diri melalui link ini: https://www.jawaban.com/webinarskj/.

 

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami