Musisi Anak Indonesia Gelar Konser Musik Virtual, Persembahan Untuk Dukung Anak Pedalaman

Musisi Anak Indonesia Gelar Konser Musik Virtual, Persembahan Untuk Dukung Anak Pedalaman

Lori Official Writer
157

Pandemi rupanya tidak menghalangi anak-anak Indonesia untuk berkarya. Terdorong dari beban bersama terhadap anak-anak Indonesia, khususnya di pedalaman Indonesia, sekelompok musisi anak dan remaja pun memutuskan untuk menggarap konser musik virtual.

Terdapat dua konser musik yang sudah digelar. Pertama adalah konser musik Malam Pujian dan Konser Kemanusiaan ‘Youth for Nation’ pada 28 Agustus 2020, yang diselenggarakan oleh GKI Youth Choir (GYC), IGNITE GKI yang bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Konser ini sendiri diadakan sebagai bentuk kepeduliaan terhadap pendidikan anak di pedalaman Indonesia, khususnya anak-anak Sumba Barat Daya (SBD) yang terbatas akses kesehatan.

"Kami berharap melalui konser ini, banyak pihak turut mendukung anak-anak di SBD merdeka dari gizi buruk," kata Liana Goutama, Public Angagement Manager Area II WVI.

Sementara pihak GYC sendiri berharap konser ini bisa jadi bentuk kontribusi mereka terhadap anak-anak Indonesia.

“Kami sangat senang ketika WVI menghubungi kami untuk bekerja sama mengadakan konser anak untuk anak-anak SBD, karena dengan konser ini, secara tidak langsung kita semua yang terlibat, bertugas menjadi uluran tangan Tuhan bagi saudara-saudara kita di SBD,” ucap Laurencia Sintani, Ketua GYC.

IGNITE GKI sendiri memberikan dukungan penuh terkait penyelenggaraan konser Youth for Nation ini. Dengan konser ini, anak-anak Indonesia membuktikan jika pandemi bukan alasan untuk tidak melakukan apa-apa, justru di tengah kondisi ini anak bisa menggali kreativitas yang berdampak bagi sesamanya. “Kiranya Youth for Nation dapat menginspirasi kita juga untuk memberikan karya yang nyata, menjadi terang dimanapun kita ditempatkan karena kita semua adalah kitab-Nya yang terbuka,” kata Radinal Suryatmaja, Ketua IGNITE GKI.

Menyusul konser pertama tersebut, Suara Anak Indonesia pun kembali tercetus. Di konser kedua ini, anak-anak mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA berkolaborasi meng-cover sekumpulan lagu-lagu anak Indonesia dan ditayangkan secara live di Kompas TV pada Selasa (8/9) malam.

Music Director Suara Anak Indonesia, Ricky menyampaikan bahwa konser musik virtual ini muncul dari idenya menghadirkan kembali lagu-lagu anak nusantara dari karya-karya penyanyi anak seperti A.T Mahmud, Ibu Sud, Pak Kasur dan penyanyi lainnya. Dengan ide ini, Ricky bersama musisi dan penyanyi anak yang lain mencoba meng-cover lagu-lagu ini secara virtual.

“Aku pengen membagi sukacitaku mendengarkan lagu anak-anak yang sering kudengar saat masih kecil. Kan beda sama apa yang anak-anak dengarin sekarang, yang dari Tik Tok, yang dari Youtube. Aku pengen bagi kesenanganku mendengarkan lagu-lagu seperti itu kepada adik-adikku, kepada teman-temanku yang lain untuk bernostalgia bersama,” kata Ricky.

Lagu-lagu yang dipersembahkan di konser Suara Anak Indonesia inipun terdiri dari Cicak-Cicak di Dinding, Apuse Kokondao, Pesawat Roket, Lir Ilir, Lagu Gembira, Gembira Berkumpul, Kulihat Ibu Pertiwi, Satu Nusa Satu Bangsa dan Indonesia Merah Darahku Putih Tulangku.


Baca Juga: Satukan Umat Beragama Lewat Musik,Paduan Suara ini Sering Nyanyi Rohani Islam Atau Kristen


Konser ini sendiri juga diharapkan bisa mendorong semua masyarakat untuk lebih peduli kepada anak-anak di pedalaman Papua yang pendidikannya terganggu baik karena akses transportasi dan juga keterbatasan internet.

“Pandemi Covid-19 membuat anak Indonesia harus belajar dari rumah. Internet menjadi salah satu solusi bagi dunia pendidikan kita saat ini. Namun tidak bagi anak-anak di Papua. Mereka menghadapi tantangan. Internet tidak selalu ada di setiap area. Orangtua yang kebanyakan buta huruf sehingga tidak dapat mendampingi anaknya belajar. Banyak anak yang bahkan tidak memiliki buku pelajaran sendiri. Sehingga tidak bisa belajar secara mandiri,” demikian disampaikan dalam video tayangan konser.

Bahkan di tengah pandemi, anak-anak Indonesia justru terdorong untuk berkarya dan mempersembahkan yang terbaik bagi negeri dan juga anak-anak. Jadi, mari meresponi hal ini dengan mau ambil bagian untuk melakukan sesuatu untuk generasi anak kita dan juga Indonesia.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami