Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
381


Penampilan Paduan Suara Bahana Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, di GKI Kayu Putih, Jakarta, pada 8 September 2019 kemarin, meninggalkan arti toleransi bagi penikmat penampilannya.

Kelompok paduan suara yang beranggotakan 30 orang, dimana 10 diantaranya adalah muslim ini membawakan beberapa lagu rohani dan daerah dalam penampilannya tersebut. Beberapa anggota pun dilihat mengenakan jilbab saat tampil menyanyi di gereja.

Bahkan, mereka terdengar sangat luwes saat salah satu lirik berbunyi, "Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; 'ku tetap mendengar dan MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana Juga 'ku mengikutNya!"

Gilbert Pakpahan selaku konduktor dan pelatih kelompok paduan suara ini menjelaskan kalau penampilan mereka di gereja ini merupakan serangkaian penampilan seusai mengikuti festival paduan suara yang diselenggarakan BPK Penabur Jakarta.

Ia juga mengatakan kalau ini bukanlah kali pertama mereka bernyanyi di gereja. Sebulan sekali, di kota asal mereka, Kalimantan Timur, mereka akan bernyanyi di gereja atau di acara-acara rohani islam.

"Jadi puji Tuhan kami sudah terbiasa seperti itu. Kami juga udah terbiasa mengisi acara MTQ. Jadi sama-sama respek dan kami juga bukan hanya bernyanyi di gereja membawakan lagu-lagu rohani seperti di gedung jemaat," jelas Gilbert.

Bagi anggota paduan suara yang beragama islam, Gilbert mengungkapkan kalau dirinya tidak pernah sekali pun memaksa anggotanya untuk ikut nyanyi di gereja.

"Itu nggak ada paksaan tetapi ada juga satu atau dua orang yang tidak bisa sama sekali. Ya kita nggak apa-apa," terangnya, dikutip dari Website Tagar, Selasa, 10 September 2019.

Paduan Suara Bahana Universitas Mulawarman, Samarinda ini diketahui sudah terbiasa mengisi acara-acara kerohanian, atau mengikuti lomba paduan suara yang mengharuskan mereka menyanyikan lagu-lagu rohani. Gilbert mengatakan kalau anggota paduan suaranya ini tidak ada yang dibebani atau terbebani walaupun harus menyanyi lagu rohani.

Gilbert menggarisbawahi bahwa musik bisa menyatukan perbedaan. "Musik bisa menyatukan umat beragama apalagi sekarang lagi marak intoleransi dan rasisme. Hampir semua anak paduan suara toleransinya tinggi," tangkasnya.

Sumber : tagar

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Angelika Yenny 20 November 2019 - 20:45:53

Bagaimana kita memperkenalka n adanya aneka pelaya.. more..

0 Answer

Nur Isra 20 November 2019 - 02:46:08

Laporan arus kas Nesreen Co

0 Answer

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3