Tangisan Para Malaikat

Tangisan Para Malaikat

Claudia Jessica Official Writer
      269

Wahyu 5: 11

Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 70; Ibrani 4; 2 Raja-raja 20-21

Lagu berjudul Ten Thousand Angels Cried, yang dinyanyikan oleh LeAnn Rimes mengisahkan tentang hari dimana Yesus, Juruselamat kita disalibkan. Malaikat-malaikat menyaksikan siksaan yang Yesus tanggung untuk keselamatan umat manusia. Mereka melihat orang-orang mengejek-Nya dan meludahi-Nya, mencambuk-Nya berulang kali hingga rupanya tidak dapat dikenali lagi.

Mengapa Dia memilih meninggalkan kemegahan surga untuk mati menggantikan kita, orang-orang yang berdosa? Kita tidak dapat memahami ini. Namun faktanya, Dia memilih untuk melepaskan mahkota dan keilahiannya untuk menjadi manusia untuk menebus kita semua.

Pada Kamis Putih dan Jumat Agung, orang-orang menghadiri kebaktian di gereja-gereja di seluruh dunia. Ada perayaan Minggu Kebangkitan, yang lebih dikenal dengan Paskah.

Kita bersukacita karena Yesus dibangkitkan dari kubur dan hidup, selamanya menjadi perantara bagi kita. Dia melakukan semua ini agar suatu hari, mereka yang telah mati, dan dikuburkan akan bangkit dan tinggal di Surga bersama-Nya.

Bagi mereka yang telah mengundang Yesus ke dalam hati mereka, acara ibadah di Minggu Paskah untuk mengingatkan kita akan pengorbanan tertinggi-Nya. Kita bersukacita bahwa Yesus sangat mencintai kita, Dia tetap menjalani penderitaan di kayu salib, sekalipun harus mengalami dipermalukan dan disiksa.

Ketika kita berpikir tentang bagaimana langit menjadi hitam pekat dan tirai di tempat kudus segera robek mnejadi dua bagian (Markus 15: 33-37, Lukas 23: 44-46), lagu tentang Ten Thousand Angels Cried terasa seperti nyata.

Bayangkan, mungkin telah terjadi petir, gemuruh, dan hujan lebat yang sangat besar. Seolah-olah para malaikat itu menangis begitu deras, air mata mereka gema yang kuat dari surga.

Kita perlu bersyukur karena Yesus tidak menolak salib dan Dia telah membayar lunas hidup yang kekal itu bagi kita. Meskipun Dia Tuhan, Dia melepaskan keilahian-Nya untuk menjadi manusia.

Filipi 3: 18 “Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.”

Wahyu 5: 11 “Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,”

1 Korintus 1: 18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

Ikuti Kami