Penghiburan Tuhan Bagi Hati yang Berduka

Penghiburan Tuhan Bagi Hati yang Berduka

Lori Official Writer
      684

Mazmur 94: 19

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 69; Ibrani 3; Mikha 6-7

Isak tangis bergema di ruang tunggu rumah sakit. Doa yang diucapkan dalam hening tiba-tiba pecah oleh nada dering dari panggilan dan pesan. Satu jam kemudian, wajah tiga dokter itu mulai berubah muram saat mereka akan menyampaikan kabar yang tidak diharapkan oleh siapapun. "Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan."

Kaki putriku gemetar dan suaminya menangkapnya sebelum dia jatuh ke lantai. Shock dan kecemasan menyerang kami semua.

Setelah keluarga kami kembali tenang, kami membagikan berita tentang suamiku kepada teman dan kerabat-kerabat kami yang menunggu dengan cemas. Email, teks dan postingan media sosial berlipat ganda. Lalu seorang teman mengirimkan sebuah ayat.

“Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94: 19)

Kematian orang yang kita cintai akan menimbulkan kecemasan dan kesedihan. Saat kematian terjadi tapa terduga, keluarga atau orang terdekat pasti akan shock. Kami meneteskan air mata dan tidak bisa berpikir jernih. Keputusan yang tidak biasa dan penting perlu dibuat dengan cepat. Kami punya pertanyaan dengan sedikit jawaban. Kehilangan orang yang kami kasihi menyisikan ruang kosong yang besar. Kami butuh penghiburan seperti ayat yang dikirim temanku itu.

Kehilangan ini membuat kami merasa tersesat dan sendirian. Tapi kata-kata dalam Mazmur 94: 14 mengingatkan kami akan kebenaran yang dibutuhkan saat mengalami kehilangan.

“Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya.”

Di tengah kabar buruk yang kita terima, kita harus tetap berpegang teguh pada kehadiran-Nya. Tuhan tidak pernah pergi. Saat kita hampir hancur, pemazmur mengingatkan kita lewat ucapannya “Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.”

Itu adalah penghiburan yang nyata.

Mazmur 94: 19 juga mengingatkan tentang sukacita. Dimanakah sukacita kita saat menghadapi kesedihan dan kehilangan? Apakah kita bisa bersukacita saat dalam kondisi itu? Sukacita semacam ini tidak tampak seperti senyuman, tawa dan kebahagiaan seperti di ruang tunggu, dalam perjalanan pulang dan di hari-hari berikutnya.

Sukacita penghiburan datang dalam bentuk yang lain. Waktu kita mengingat kembali dan menceritakan kehilangan itu, aku tahu kasih Tuhan itu akan hadir. Aku mengklaim janji-Nya.

“Sudah lama agaknya kamu menyangka, bahwa kami hendak membela diri di depan kamu. Di hadapan Allah dan demi Kristus kami berkata: semua ini, saudara-saudaraku yang kekasih, terjadi untuk membangun iman kamu.” (2 Korintus 12: 19)

Kasih karunia-Nya memberiku kekuatan yang tidak aku punya, untuk bangun setiap pagi dan menghadapi hari-hari.

Kalau kamu sedang berduka, carilah penghiburan dari Tuhan untuk mengisi ruang-ruang kosongmu dengan hadirat-Nya dan menenangkan lukamu melalui kasih-Nya yang tak terbatas. Dia tahu air mata kita yang tercurah dan akan memperhatikan kita dengan belas kasihan yang lembut.

“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Mazmur 56: 8)

Dalam beberapa minggu berikutnya, air mata dan pikiran cemasku terus muncul dan itu adalah sebuah normal baru yang tidak aku pilih. Tapi penghiburan dan sukacita Tuhan hadir sebagai batu karang yang teguh untuk melindungiku.

“Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku.” (Mazmur 94: 22)

Dia menepati janji-Nya.


Hak cipta Marilyn Nutter, disadur dari Cbn.com

Ikuti Kami