Belajar Dari Film It’s Okay To Not Be Okay, Jangan Lakukan Ini Kalau Tak Mau Anak Terluka

Belajar Dari Film It’s Okay To Not Be Okay, Jangan Lakukan Ini Kalau Tak Mau Anak Terluka

Lori Official Writer
389

Drakor It’s Okay To Not Be Okay banyak mengajarkan kita soal masalah kesehatan mental yang diidam oleh sebagian orang.

Dan rupanya masalah kesehatan ini bisa terjadi akibat pola asuh orangtua di rumah. Gak dipungkiri kalau ada banyak orang dewasa yang bersikap kasar dan jatuh dalam perilaku tidak baik karena sejak kecil tidak mendapatkan didikan yang baik dari orangtua.

Film ini sendiri mengisahkan beberapa tokoh yang berjuang pulih dari trauma dan luka masa kecil yang disebabkan oleh pengasuhan yang tidak tepat. Karena itulah film ini banyak mengajarkan para penonton bahwa tindakan sekecil apapun yang dilakukan orangtua akan sangat berpengaruh kepada anak.

Ada 5 perlakuan salah orangtua dari film It’s Okay To Not Be Okay yang ternyata bisa menimbulkan luka bagi anak, diantaranya:

1. Disiplinkan Anak Dengan Kekerasan Fisik

Pemeran utama Ko Moon Young dikisahkan sebagai anak yang kehilangan ibunya sejak kecil. Dia pun hidup bersama sang ayah yang justru kerap memperlakukannya dengan kasar. Akibatnya, dia tumbuh menjadi perempuan dewasa yang dibayangt-bayangi luka masa lalu yang terus muncul. Bukan hanya kerap bermimpi buruk, tapi dia juga menjadi pribadi yang anti sosial dan berperilaku aneh.

Di sisi lain seorang pasien Rumah Sakit OK mengalami kepribadian ganda karena kekerasan fisik yang diterimanya sejak kecil dari sang ibu.

Di tengah masyarakat kita, pandangan tentang mendidik anak dengan kekerasan fisik dianggap sesuatu yang biasa. Sehingga saat ada orangtua memperlakukan anak dengan kekerasan, orang lain justru membiarkannya saja. Sayangnya, orangtua gak menyadari kalau tindakan ini justru bisa membekaskan luka mendalam di hati anak.

Di dalam Alkitab, kita bisa menemukan ayat yang mengizinkan orangtua mendidik anak dengan rotan (Amsal 23: 13). Namun, perlu kita ketahui mendidik dalam hal ini tidak dilakukan dengan semena-mena. Tapi sebaliknya dilakukan dengan dasar kasih sayang.

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6: 4)

2. Pilih Kasih

Setiap anak adalah anugerah Tuhan. Karena itulah orangtua sudah sepatutnya memperlakukan semua anaknya setara dan sederajat.

Tapi gak bisa dibohongi kalau di tengah masyarakat kita, ada banyak orangtua memperlakukan anak secara berbeda. Misalnya, memilih mengistimewakan anak yang punya penghasilan lebih besar. Atau mengistimewakan anak yang bentuk fisiknya lebih cantik atau tampan.

Inilah perasaan yang dialami oleh Moon Gang Tae dalam film It’s Okay To Not Be Okay. Dia merasa kalau ibunya lebih mencintai kakaknya yang mengidap autisme.

Namun, dalam satu kesempatan Kang Tae menyadari kalau sang ibu justru begitu mencintainya. Hanya saja rasa cinta itu mungkin sulit diungkapkannya.

Ini adalah salah satu pelajaran penting yang orangtua harus petik. Bahwa anak juga ingin mendengar ungkapan cinta dari orangtuanya. Mereka ingin diperlakukan sebagaimana orangtua kepada anak-anaknya. Jadi, mari sampaikan rasa cinta kita kepada anak sesuai dengan bahasa cinta yang akrab dengan kalian, bisa dalam bentuk perhatian, ucapan, ekspresi, pelukan dan sebagainya.

3. Memanfaatkan Anak Untuk Tujuan Tertentu

Ko Moon Young adalah contoh dari anak yang tumbuh di tengah orangtua yang terlalu tergantung. Sebagai anak, Moon Young tumbuh menjadi sosok wanita muda yang kehilangan identitas diri dan hidup seolah untuk memenuhi keinginan orangtua saja.

Biasanya anak yang hidup dengan pola asuh toxic akan sulit membangun kehidupannya sendiri. Parahnya, anak bisa mengalami gangguan mental karena terlalu dituntut untuk mengikuti keinginan orangtua saja.


Baca Juga: Lee Joon Young, Korban Perceraian Orangtuanya. Begini Lhoo Dampak Perceraian Pada Anak


4. Menuntut Anak Dengan Ekspektasi Tinggi

Ada banyak anak yang tumbuh dewasa sebelum waktunya karena tuntutan keluarga.

Misalnya, situasi dalam keluarga ataupun kondisi ekonomi bisa membuat orangtua harus menuntut anak untuk memahami keadaan. Anak-anak yang tumbuh di tengah kondisi keluarga semacam ini biasanya akan memaksa dirinya untuk mengambil tanggung jawab di tengah keluarga. Hal inilah yang dialami oleh Moon Gang Tae. Sejak kecil dia harus mengambil tanggung jawab untuk melindungi kakaknya yang mengidap autisme.

Hal inilah yang membuatnya tidak menikmati masa kecil seperti anak lainnya.   

5. Terlalu Sibuk Dengan Pekerjaan

Kisah lain yang tak kasih menarik adalah hubungan ayah anak antara Direktur Rumah Sakit OK dan seorang perawat laki-laki yang adalah putranya.

Hubungan keduanya rupanya menjadi tidak dekat karena kesibukan sang ayah bekerja.

Bukan hanya itu, jabatan dan posisinya sebagai seorang ayah membuat direktur Rumah Sakit OK tidak pernah mau mendengar ucapan putranya. Sebagai anak, tentu saja dia akan merasa jengkel dan benci dengan sang ayah. Dan untuk memperbaiki hubungan ini, satu-satunya cara adalah dengan intropeksi diri dan minta maaf. Pengakuan dan permintaan maaf adalah pintu terbaik menuju rekonsiliasi.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 18:10)

Tentu saja gak ada orangtua yang sempurna. Karena itulah semua orangtua perlu terus belajar untuk menemukan pola pengasuhan terbaik yang mendukung anak bertumbuh secara sehat dan baik sampai di masa dewasanya.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami