Tuhan Memiliki Hadiah Untukmu!

Tuhan Memiliki Hadiah Untukmu!

Claudia Jessica Official Writer
      683

Titus 2: 13-14

"Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 56; Markus 6; Yesaya 65-66

Ketika Tuhan turun ke dunia dan menjadi manusia, Dia yang ‘tidak terbatas’, kini menjadi terbatas. Dibatasi oleh fisik manusia yang lemah. Selama lebih dari tiga dekade, otoritasnya yang tidak terbatas menjadi terbatas sesuai dengan kemampuan manusia.

Pernahkah kamu berpikir, apakah Yesus saat itu tergoda untuk menggunakan kembali otoritas-Nya sebagai Tuhan? Di tengah perjalanan panjangnya, apakah Dia pernah mempertimbangkan untuk melakukan teleportasi ke kota selanjutnya tanpa perlu lelah berjalan kaki?

Saat hujan membekukan tulangnya, apakah Dia pernah tergoda untuk merubah cuaca dengan kemampuan-Nya? Ketika panas menyengat, apakah Dia pernah berpikir untuk mampir ke tempat yang nyaman dan menikmati minuman segar?

Jika memang saat itu Dia pernah memiliki pikiran seperti itu, Dia tidak pernah menyerah pada hal tersebut, dan hal itu tidak pernah dicatat dalam Alkitab sekalipun. Pikirkan tentang ini. Kristus tidak pernah sekalipun menggunakan kekuatan supranatural-Nya untuk kenyamanan pribadi-Nya.

Kita tahu bahwa Dia bisa mengubah tanah yang keras menjadi tempat tidur yang empuk dengan satu kata, tapi Dia tidak pernah melakukannya. Dengan membalik telapak tangan-Nya, Dia bisa membantah tuduhan orang-orang Farisi yang dilayangkan kepada-Nya, tetapi Dia tidak melakukannya. Dengan kedipan mata-Nya, bisa saja Dia  melumpuhkan tangan prajurit yang mengenakan mahkota duri kepada-Nya, tapi Dia tidak melakukannya.

Apakah kamu tahu hal paling keren tentang kenapa Tuhan datang ke dunia ini dan menjadi manusia?

Bukannya Dia tidak bisa melakukan semua itu, namun Yesus tetap mentaati rencana Bapa-Nya demi keselamatan seluruh umat manusia yang Ia kasihi. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” (Yohanes 3: 16).

Dia tidak hanya menjalani penderitaan, dan siksaan, tetapi Dia harus menjalani kematian dan dikuburkan selama tiga hari untuk mengalahkan maut. Hal ini dilakukannya agar kita tidak lagi mengalami penderitaan, siksaan, dan kematian kekal. Sebaliknya, Dia menganugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal kepada kita.

Apakah kamu sudah menerima keselematan ini? Sahabat 24 siap membantu! Kunjungi http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami