Menjadi Lebih Kuat Lewat Penderitaan

Menjadi Lebih Kuat Lewat Penderitaan

Lori Official Writer
      1056

Ayub 1: 21

Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 55; Markus 5; Yesaya 63-64 

Bisakah ulat terbang? Ulat memang tidak bisa terbang. Tapi setelah mengalami transformasi jadi kupu-kupu, dia akan bisa terbang. 

Kupu-kupu mengawali hidupnya sebagai ulat,  larva yang menyerupai cacing. Selama berminggu-minggu, larva ini akan bersembunyi di dalam kepompong  sampai dia bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Dia memang harus berjuang untuk keluar dari kepompong itu. Dan sebagai manusia, kita mungkin akan tergoda untuk merobek kepompong itu untuk membantu sang ulat keluar. Sayangnya, walaupun niat kita mungkin baik tapi usaha itu sama sekali tidak akan membantu sang ulat. Justru perjuanganlah yang membuat larva menjadi kupu-kupu yang indah dan kuat. Kupu-kupu harus melewati proses yang sulit supaya dia terbentuk menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Begitu juga dengan hidup kita.

Kita Ayub adalah perikop yang mengisahkan tentang seorang pemimpin komunitas yang kaya dan sukses bernama Ayub. Dia adalah seorang pengusaha yang sukses dan saleh. Dia adalah pemilik dar peternakan dan lahan yang sangat luas di masa itu. Tapi kemudian si iblis mencoba untuk mengacaukan hidupnya. 

Si iblis datang menghadap Allah. Saat mengetahui kehadirannya, Allah pun bertanya, "Dari mana engkau?" Lalu si iblis menjawab, “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” (Ayub 1: 7).

Lalu Dia bertanya kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Allah sendiri memperkenalkan Ayub kepada si iblis! Dia memberikan izin bagi si iblis untuk menguji hidup Ayub dengan kesulitan. Mulai dari mencuri ternaknya, membunuh para pelayannya dan semua anaknya mati dihantam angin puting beliung.

Tapi ujian berat itu malah tidak membuat Ayub kehilangan kesalehannya. Justru dia bertumbuh jauh lebih kuat, bijaksana dan beriman. Dia bahkan dituduh berbuat dosa oleh teman-teman dekatnya. Tapi dengan itulah pandangannya tentang Allah sepenuhnya diubahkan oleh penderitaan yang dia alami.

Pandangan inilah yang harus kita miliki. Bahwa Allah sendiri tidak hanya menginginkan kita hidup sehat, kaya dan bahagia. Tapi lebih dari itu Dia mau kita menjadi seperti Kristus. Tapi untuk menjadi seperti Kristus, kita sering kali harus melewati padang gurun yang sulit.

Seperti seperti ulat, supaya bisa terbang dia harus melewati proses transformasi dalam jangka waktu tertentu yang dibarengi dengan beragam tantangan. Tapi pada akhirnya akan selalu berbuah manis.


Hak cipta Os Hillman, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami