Gak Terima Pendetanya Dimutasi, Jemaat HKBP Cibinong Ricuh dan Baku Hantam

Gak Terima Pendetanya Dimutasi, Jemaat HKBP Cibinong Ricuh dan Baku Hantam

Lori Official Writer
445

Suasana ricuh dan kacau memenuhi jalanan di sekitar Gereja HKBP Cibinong, Kabupaten Bogor pada Minggu, 16 Agustus 2020 siang lalu. Usut punya usut, rupanya sesama jemaat gereja setempat tengah baku hantam.

Terdapat dua kubu jemaat yang saling serang di depan gerbang gereja. Penyebab kericuhan rupanya dipicu oleh konflik internal gereja.

Berikut kronologi kejadiannya.

Jemaat terbelah menjadi dua kubu

Kericuhan dan baku hantam sesama jemaat Gereja HKBP Cibinong melibatkan dua kubu. Sebagian jemaat mendukung Pendeta Gideon Saragi dan sebagian lainnya mendukung Pendeta Tiapul Hutahean.

Sebagaimana diketahui, kubu Pendeta Gideon Saragi tidak terima dengan Surat Keputusan Nomor 791/127/v/2020 yang berisi keputusan mutasi Pendeta Gideon dari HKBP Cibinong.

Para pendukungnya kecewa dengan keputusan tersebut karena selama ini Pendeta Gideon memimpin dengan sangat baik. Mereka pun tidak terima jika sang pendeta digantikan dengan Pendeta Tiapul.

"Jemaat tidak menerima jika Pendeta Tiapul memimpin jemaat Gereja HKBP Cibinong Bogor," kata Pendeta Berlin Tamba, salah satu pendukung Pendeta Gideon.

Surat mutasi diduga jadi alat untuk menghambat pembangunan gereja

Pendeta Berlin menyampaikan jika kubu Pendeta Taipul sendiri mengaku keberatan dengan proses pembangunan gedung gereja yang saat ini sedang dibangun. Karena itu mereka memakai kuasa birokrasi di eforus dan preses untuk mengeluarkan SK mutasi Pendeta Gideon Saragi.

Berbeda dengan pendapat Pendeta Berlin, salah satu pendukung Pendeta Taipul menyampaikan jika sebenarnya rencana mutasi sudah disampaikan sejak satu tahun yang lalu. Namun Pendeta Gideon tidak mengindahkan perintah tersebut.

“Pendeta Gideon Saragi tidak mau pindah. Akhirnya eforus kita selaku pimpinan tertinggi memberikan skors dengan memberhentikan Pendeta Gideon secara tidak hormat karena sudah diberikan peringatan selama satu tahun terakhir,” kata Pendeta Sintua TJ Siahaan.

Karena itulah, menurut TJ Siahaan, Pendeta Gideon pun memprovokasi jemaat gereja dan menghalangi penggunaan gereja sebagai rumah ibadah dengan menggemboknya.

Hal inilah yang membuat kubu Pendeta Taipul datang dan membongkar gerbang yang digembok.

Dalam beberapa tayangan video yang dibagikan di sosial media tampak bagaimana kedua kubu saling lempar dan dorong. Aksi ini terjadi sejak pagi sampai siang hari.


Baca Juga: VIRAL! Pendeta HKBP Diturunkan Dari Mimbar, Jemaat Heboh Dan Minta Damai. Ada Apa Ya?


Polisi amankan lokasi kericuhan

Kericuhan yang terjadi di jalanan sekitar Gereja HKBP Cibinong sempat menghambat lalu lintas untuk beberapa waktu.

Menyaksikan kericuhan yang semakin menjadi-jadi, pihak kepolisian Cibinong pun turun tangan dan mengamankan situasi.

“Kemacetan sempat terjadi karena kan separuh jalan (tertutup) dan kemarin kami sambil melakukan pengaturan lalin (lalu lintas),” kata Kapolsek Cibinong Kompol Yudi Kusyadi.

Aksi itupun berhasil diredam pada pukul 13.30 WIB. Pihak kepolisian sendiri memberikan himbauan persuasif kepada kedua kubu.

“Aksi saling dorong dan saling ejek dari kedua belah pihak berhasil kami redam dengan kondusif yang selesai pada sekitar jam 13.30 WIB,” kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena.

Pihak kepolisian juga menangkap dua orang yang diduga menjadi provokator dan terbukti membawa senjata tajam.

Sebagai gereja Tuhan yang am, kita tentu saja tidak mengharapkan hal ini terjadi di gereja. Sudah seharusnya gereja mencerminkan kesatuan tubuh Kristus dan tidak fokus kepada kepentingan pribadi maupun kelompok, selain daripada kepentingan Tuhan sendiri. Semoga para pemimpin gereja ini diberikan pimpinan dan menyelesaikan konflik dengan langkah yang tepat. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami