Ketika Orang Lain Mengecewakan

Ketika Orang Lain Mengecewakan

Claudia Jessica Official Writer
      1031

2 Timotius 4: 9-10

"Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia."

Bacaal Alkitab setahun: Mazmur 49; Titus 3; Yesaya 51-52

Kesulitan telah membuat Rasul Paulus menjadi pejuang terbesar bagi Kristus yang dikenal oleh dunia. Tapi, ada saat-saat dimana kesulitan ada kekecewaan menimpa prajurit tangguh ini. Kita bisa merasakan sakit hati dan putus asa yang dirasakan oleh Paulus pada saat menjelang akhir surat keduanya kepada Timotius:

2 Timotius 4: 9-11,14,16,21 "Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku — kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka —, Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara."

Apakah kamu merasakan rasa sakit dalam kata-kata itu? Rasul Paulus mendesak Timotius untuk datang kepadanya hingga dua kali. Apakah kamu merasakan kesedihannya ketika dia dua kali berbicara tentang ditinggalkan oleh teman-temannya?

Dalam kebanyakan suratnya, Paulus tampak memiliki roh yang tak terkalahkan. Tetapi, dia adalah pria yang mendertia, merasa dikhianati dan terkadang merasa sangat kesepian. Namun, Paulus memilih untuk melihat kehidupannya dari perspektif surgawi. Itulah sebabnya dia bisa menulis:

2 Korintus 4: 8-10 "Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia."

Paulus telah mengalami penderitaan yang tidak bisa kita bayangkan. Orang-orang berkata bahwa mereka akan melakukan sesuatu tetapi mereka tidak benar-benar melakukannya. Dia tidak bisa bergantung pada orang tertentu.

Tapi, hal tersebut tidak menjadikan Paulus hancul. Dia menolak untuk menyerah dan putus ada. Dia memandang hidupnya sebagai proses kematian yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk hidup sedemikian rupa sehingga kebaikan Yesus terungkap melalui kesulitan dalam hidupannya.

Manusia dapat mengecewakan kita, tapi jangan biarkan hal itu mempengaruhi iman kita. Percayalah kepada Tuhan yang akan bekerja melalui kekecewaan ini.

Ikuti Kami