Kisah Pendeta Said Deeb, Mujizat Tuhan Bekerja Selamatkan Jemaatnya Dari Ledakan di Beirut

Kisah Pendeta Said Deeb, Mujizat Tuhan Bekerja Selamatkan Jemaatnya Dari Ledakan di Beirut

Lori Official Writer
1292

Seorang pendeta Lebanon mengucap syukur kepada Tuhan karena puluhan jemaatnya luput dari ledakan gas amonia di pelabuhan Beirut pekan lalu. Dia menyampaikan kalau bukan karena mujizat, maka korban yang tewas bisa lebih dari 5000 orang.

Pendeta Life Center Beirut bernama Said Deeb itu menyampaikan bahwa gerejanya hanya berjarak 20 menit dari lokasi ledakan. Setiap hari gedung empat lantai itu selalu ramai dihadiri oleh 34 jemaat untuk melakukan berbagai pertemuan gereja dan 240 anak-anak yang menjalani sekolah bagi anak-anak pengungsi dan kelas pemuridan. Tapi tepat di hari itu, dia menyuruh semua orang pulang lebih awal untuk alasan mencegah penyebaran virus Covid-19. Dia sama sekali tidak menyangka kalau insiden besar akan terjadi di hari itu.

"Kalian semua, pulanglah! Pergi sekarang. Jangan kembali sampai hari Minggu untuk ibadah. Saya mengatakannya dengan kasar. Saya tidak tahu apakah itu Tuhan, tapi saya merasakan sesuatu. Jadi, 34 orang itu, saya suruh semuanya pulang," ungkapnya.

Dia pun sangat bersyukur karena tindakannya saat itu menyelamatkan banyak nyawa. Bahkan dia sendiri turut diluputkan dari ledakan. Karena setelah meninggalkan gereja, dia berencana bertolak ke pelabuhan untuk mengurus sesuatu. Namun karena dokumen yang dibutuhkan belum lengkap diapun disuruh kembali keesokan harinya. Lalu di pertengahan hari, dia mengantar makan siang kepada sekelompok orang Nigeria yang pengangguran di sekitar pelabuhan. Lalu bertemu dengan pendeta lain di rumahnya dan berdoa bersama di saat saat ledakan terjadi pada pukul 6 sore.

“Saya bersyukur kepada Tuhan. Tidak ada orang di dalam gedung karena jika ada mereka akan mati karena jendela-jendela beterbangan dari samping, dari satu dinding ke dinding lain dan menghancurkan semuanya, tirai, AC, meja, komputer, televisi,” terang Deeb.

Saat ditanyai apakah dia punya firasat soal ledakan, Deeb menyampaikan bahwa apa yang terjadi sama sekali adalah mujizat Tuhan.

“Saya tidak tahu apa itu tapi Tuhan menyelamatkan hidup kami. Orang-orang bertanya kepada saya, “Pendeta, bagaimana Anda tahu soal ledakan itu? Itu adalah keajaiban,” katanya.


Baca Juga: Lagi Asyik Pemotretan, Pengantin Ini Bersyukur Selamat Dari Hantaman Ledakan Gas Beirut


Dia pun menunjukkan kerusakan gedung gereja pasca ledakan. Semua jendela kaca pecah, asbes jatuh, kamera dan televisi rusak. “Gereja tanpa tirai, tanpa jendela, tanpa pintu. Kamera jatuh, layar TV rusak, beberapa diantaranya masih berfungsi, empat atau lima layar besar rusak,” tulisnya di Facebook.

Scott Keranen, seorang misionaris untuk anak muda yang sudah tinggal di Lebanon selama sepuluh tahun, menceritakan kondisi saat ledakan terjadi. Saat itu dia sedang berada di dalam rumah bersama seorang teman. Lalu mereka merasakan ada goncangan ringan yang disertai dengan angin yang membawa debu masuk dari celah jendela. Saat itulah dia berpikir sedang terjadi ledakan bom.

“Hal pertama yang terjadi adalah rumah bergoncang dan saya pikir itu gempa bumi. Listrik mati dan ada celah kecil dan kemudian ada suara keras dan angin bertiup masuk, dan tiba-tiba celah-celah di ambang jendela mengeluarkan debu. Lalu saya berpikir ‘bom’, di situlah saya langsung keluar…rasanya seperti badai bercampur dengan bom dan berlangsung selama beberapa detik lalu berhenti. Itu adalah momen yang sangat menakutkan bagi saya dan tamu yang saat itu berada di dalam rumah,” katanya.

Selain  Gereja Life Center, Gereja Injili Nasional Beirut, yang berjarak setengah jam dengan berjalan kaki dari pusat ledakan juga bersyukur karena tak satupun dari jemaatnya yang jadi korban dari ledakan itu. Meski begitu mereka harus menanggung kerugian karena gedung gerejanya rusak. “Saat ini kami melakukan pembangunan kembali setelah bencana, kami berdoa bagi mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai, rumah mereka dan harta benda mereka,” demikian disampaikan dalam postingannya.

Saat ini gereja-gereja di Pelabuhan Beirut pun membutuhkan bantuan dan dukungan doa untuk kembali membangun gedung-gedung mereka yang sudah rusak. Mari berdoa supaya mereka tetap diberikan kekuatan, semangat dan kebutuhan mereka tetap dicukupkan oleh Tuhan.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami