Buanglah Topengmu!

Buanglah Topengmu!

Puji Astuti Official Writer
      630

Matius 23:13

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 44; 2 Timotius 2; Yesaya 41-42

Di masa Yunani kuno, para aktor teater menggunakan topeng untuk menceritakan suatu kisah. Mereka akan memakai topeng wajah yang tersenyum ketika menuturkan cerita lucu dan topeng wajah yang cemberut ketika menceritakan kisah sedih. Para aktor ini disebut oleh orang Yunani masa itu sebagai hypokrites, yang sekarang menjadi kata hypocrite - seseorang yang memakai topeng atau sering disebut sebagai sifat munafik. 

Tetapi dalam kehidupan ini, siapa sih yang tidak pernah memakai topeng, terutama ketika kita diperhadapkan dengan dosa-dosa kita. Bahkan sebagai orang Kristen, kita sering menyembunyikan dosa-dosa kita dan bertingkah seolah-olah kita adalah orang yang saleh. 

Yesus sendiri menemui kemunafikan ini ketika berhadapan dengan para pemimpin agama Yahudi, dalam Matius 23:13 Ia mengecam keras mereka.

Yesus bisa langsung mendeteksi kemunafikan para pemimpin agama dengan menyebut beberapa ciri-cirinya, yaitu : 

Apa yang mereka ajarkan dan tidak mereka lakukan

Yesus dengan jelas berkata, “janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.” (Matius 23:3)

Apa yang mereka lakukan hanyalah untuk dilihat orang 

Para pemimpin agama itu beribadah dan menjalankan kewajibannya hanya untuk sebuah tontonan, bukan karena mereka sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan ingin menyembah Dia (Matius 23:5). 

Mereka ingin dihormati

Fokus para pemimpin agama Yahudi itu adalah dirinya sendiri, mereka ingin dirinya di hormati dan ditinggikan kemanapun mereka pergi. Pada akhirnya, mereka jatuh kepada kesombongan. Untuk itulah Yesus mengajarkan kepada kita, jika kita ingin menjadi yang terbesar hendaklah kita menjadi pelayan atau hamba bagi orang lain (Matius 23:6-12)

Mereka terlihat bersih diluar namun busuk di dalam 

Pada ayat 24-28, Yesus dengan jelas memaparkan bagaimana orang Farisi fokus pada tampilan luar sehingga orang melihat mereka sepertinya bersih dan baik, namun mereka tidak pernah membersihkan dalam diri mereka yang kotor dan busuk. 

Yesus tidak ingin kita mengikuti jejak para pemimpin agama Yahudi itu, Ia ingin agar kita mengikuti teladan hidup-Nya, menjadi pribadi yang transparan dan berintegritas. Hidup dengan menjalankan kebenaran firman Tuhan, dimana kita tidak perlu lagi memakai topeng untuk menutupi dosa atau kelemahan kita. 

Anda tidak perlu terlihat rohani, untuk menjadi manusia yang dipimpin oleh Roh Allah. Karena mereka yang dipimpin oleh Roh Allah secara otomatis adalah anak-anak Allah yang hidupnya bertumbuh ke arah gambaran anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Pada akhirnya, kehidupan kita akan dikenal oleh buahnya, yaitu buah Roh, seperti yang ditulis Galatia 5:22-23 ini, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Ketika Anda menjadi pribadi yang otentik di dalam Kristus, maka orang-orang disekitar Anda akan mencicipi buah-buah kehidupan Anda. Mereka akan bersaksi bagaimana kasih Kristus memancar melalui kehidupan Anda, tanpa Anda harus berpura-pura dan memakai topeng. 

Jadi, mari mulai hari ini kita buang topeng-topeng dalam kehidupan kita. 

Kamu sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami https://bit.ly/InginDidoakan

Kamu butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami