Logo HUT RI Ke-75 Dibilang Mirip Salib, Direspon Santai Oleh Ngabalin dan Guntur Romli

Logo HUT RI Ke-75 Dibilang Mirip Salib, Direspon Santai Oleh Ngabalin dan Guntur Romli

Puji Astuti Official Writer
982

Beberapa ormas Islam di daerah Solo memprotes karena menganggap logo HUT RI Ke-75 mirip dengan lambang salib, dan bahkan meminta untuk spanduk yang sudah dibuat untuk diturunkan dan diganti desainnya. 

Ormas tersebut adalah Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK), mereka mendatangi Setda Karanganyar dan menyampaikan protes dan meminta penurunan spanduk tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) yang meminta untuk pemerintah melakukan revisi logo.

"Kita berharap desain yang beredar di bangunan milik pemerintah segera ditarik," demikian pernyataan Endro Sudarsono, juru bicara SDKS yang dikutip oleh CNN Indonesia pada Senin (10/8) lalu. 

Respon beberapa tokoh

Setelah aksi protes itu viral di sosial media, banyak muncul pro dan kontra terkait hal ini. Walau demikian banyak yang menanggapinya secara santa, seperti Mohamad Guntur Romli (@gunromli) yang berkomentar dalam akun Twitternya bahwa anggapan logo mirip simbol salib adalah pandangan picik dan bodoh, ia tidak mau mereka membawa-bawa umat Islam, “Pandangan picik & goblok gini jangan bawa2 umat Islam dong, bikin malu aja…”

“Apakah mereka yg protes & nuduh logo kemerdekaan, juga akan protes dan haramkan layang-layang karena dilihat seperti salib? Klau mereka diikuti, masyarakat ini akan ikutan sakit,” demikian tambahnya. 

Senada dengan Guntur Romli, tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin meresponinya dengan sedikit bercanda, “Saya mau bilang juga, jangan-jangan nanti ada perempatan jalan, persimpangan di dekat rumahmu kau bilang lagi itu bentuk salib. Jangan kau jalanlah di atas salib itu karena dia berbentuk salib.”

Ngabalin juga memberikan klarifikasi bahwa logo HUT RI Ke-75 itu bukanlah tanda salib, jika ada yang melihatnya demikian maka itu hanya imajinasi orang-orang tertentu yang menarasikannya, demikian pernyataanya yang dikutip oleh Detik.com (Senin, 10/8/2020).

"Saya mau kasih lihat Anda loh, ini resmi yang keluar dari Kantor Staf Presiden. Coba lihat, kalau dia dalam bentuk horizon seperti ini. Tapi kalau Anda posisikan dia seperti dalam bentuk vertikal, nah pasti berbentuk seperti yang ada di kepalakmu. Jangan begitu!" demikian jelasnya. 

Ia pun menghimbau agar semua pihak saling menghargai dan jangan menyebarkan isu-isu terkait agama yang bisa menurunkan imunitas bangsa ditengah ancaman pandemi COVID-19 saat ini. 

“Semangat kebersamaan harus dibangun,” saran Ngabalin. 

Arti logo menurut Kementerian Sekretariat Negara 

Menurut situs Sekretariat Negara (Setneg), logo HUT ke-75 RI mempunyai tujuan di periode pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin yaitu pembangunan infrastruktur, SDM, menciptakan lapangan kerja hingga pemberdayaan UMKM. Indonesia Maju juga menggambarkan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Logo perayaan HUT RI ke-75 ini juga terinspirasi dari simbol perisai yang ada dalam lambang Garuda Pancasila. Di logo ini Indonesia digambarkan sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan dan menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Selain itu, logo ini juga menjadi simbol kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia dan kerja nyata untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi rakyat Indonesia.

Sedangkan logo yang dipermasalahkan sebagai mirip salib adalah supergraphic. Dijelaskan bahwa supergraphic terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila.

"Untuk pengaplikasiannya, supergraphic ini cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan tadi menjadi satu kesatuan bentuk," tulis penjelasan mengenai supergraphic.

Setuju kan dengan saran dari Stafsus Ali Mochtar Ngabalin di atas, di masa pandemi ini harus tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, terlebih menjelang perayaan HUT RI Ke-75.

Bhineka Tunggal Ika harus terus digaungkan, sebab Pancasila adalah ideologi Bangsa Indonesia, jangan biarkan oknum-oknum tertentu menabur benih perpecahan atau bahkan benih ideologi radikal yang merusak kebersamaan dan kerukunan yang telah lama merekatkan negeri kita tercinta. Mari kita bersama suarakan kesatuan dalam kebhinekaan di Indonesia. 

Baca juga : 

Sambut HUT RI Ke-75, Ayo Cek Seberapa Nasionaliskah Kamu?

Rayakan HUT RI, Yosi Mokalu Pesankan Ini Pada Anak Muda dan Pemerintah

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami