Melarikan Diri dari Tuhan, Apakah Mungkin?

Melarikan Diri dari Tuhan, Apakah Mungkin?

Claudia Jessica Official Writer
      965

Yohanes 13: 17

"Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 42; 1 Timotius 6; Yesaya 37-38

Kisah Yunus adalah tentang seseorang yang melarikan diri dari Tuhan dan Tuhan mengejar dia. Ada tiga pelajaran penting yang bisa kita dapat dari kisah Yunus ini:

1. Panggilan Tuhan tidak menjamin kesuksesan

Tuhan telah menetapkan panggilan kepada setiap orang percaya (1 Korintus 1: 26, Efesus 4: 1), dan dari kisah Yunus tadi, ia dengan jelas menolak dan menghindari panggilan Tuhan dalam hidupnya untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada orang-orang di Niniwe.

Namun pada akhirnya, Yunus memenuhi panggilan itu dan dia melihat kesuksesan yang luar biasa. Seluruh orang di kota Niniwe, sekitar 600.000 orang berpaling kepada Tuhan.

Tapi hal ini terjadi setelah banyak waktu yang terbuang serta rasa sakit yang ditanggung. Termasuk beberapa hari yang ia habiskan di perut ikan.

Panggilan Tuhan tidak menjamin keberhasilan jika kamu tidak mentaati kehendak-Nya, tapi kalau kamu taat pasti akan sukses karena Tuhan menyertai kamu.

2. Mengetahui kebenaran, belum tentu melakukan kebenaran

Yunus tahu kebenaran Firman Tuhan, dia memanjatkan doa mengutip dari Perjanjian Lama tidak kurang dari sebelas kali dalam doanya selama dia berada di perut ikan.

Tetapi, pengetahuan atas Firman Tuhan tidak menjamin orang memiliki kehidupan yang saleh. Kata-kata Yunus mungkin telah dibungkus dengan Firman Tuhan, tetapi tindakannya malah mengikuti keinginannya sendiri. Dia lari dari Tuhan, karena dia tahu bahwa Niniwe akan bertobat ketika dia menyampaikan pesan Tuhan (Yunus 4: 1-2).

Yunus mengetahui Firman Tuhan, tetapi dia tidak mempraktekkannya. Yesus berkata, “Jika kamu mengetahui hal-hal ini, diberkatilah kamu jika kamu melakukannya” (Yohanes 13: 17). Sukacita bukanlah tentang mengetahui lebih banyak, tetapi tentang melakukan apa yang kamu sudah ketahui.

3. Pemberontakan tidak akan menghentikan kehendak Tuhan untuk digenapi

Jika Tuhan ingin menyelamatkan Niniwe, kota ini akan dijangkau meskipun bukan Yunus yang melakukannya, Tuhan bisa memakai orang lain. Tetapi Tuhan mau bersusah payah untuk memakai Yunus untuk rencana-Nya ini.

Intinya, Tuhan memakai orang yang tidak diperhitungkan. 1 Korintus 1: 27 mengatakan, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”

Tuhan tidak memaksa kamu untuk menaati-Nya. Tetapi dia memiliki keterampilan dalam seni mempengaruhi dan meyakinkan orang untuk bersedia menerima panggilan-Nya. Seperti yang dikatakan Amsal 15: 10, “Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati.”

Jadi semakin cepat kamu menerima panggilan hidupmu, apapun panggilan-Nya, akan semakin baik bagimu. Yunus melarikan diri dari Tuhan, tetapi kemudian dia kembali mentaati Tuhan.

Ketika kita taat kepada Tuhan, sejak saat itulah kita berjalan bersama-Nya, dan kehidupan kita memiliki makna dan tujuan yang tiada duanya. Jadi, mari kita mulai mentaati Tuhan kita yang baik dan murah hati.

Kamu merasa kehilangan arah dan butuh konseling? Sahabat 24 siap membantu! Kunjungi http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami