Kata-kata Pasanganmu Sering Menyakiti Hatimu? Yuk Responi Dengan Cara Ini

Kata-kata Pasanganmu Sering Menyakiti Hatimu? Yuk Responi Dengan Cara Ini

Puji Astuti Official Writer
760

Pernahkah Anda merasa  kata-kata pasangan Anda terasa menyakitkan, walaupun sebenarnya ia tak bermaksud untuk melukai Anda? Ya, hal itu sering terjadi, bahkan bukan hanya dengan pasangan Anda, tapi juga dengan teman atau anggota keluarga yang lain. 

Dalam sebuah pernikahan, suami dan isteri membangun hubungan keintiman yang dalam, melalui suatu proses untuk memahami, melakukan penyesuaian  satu sama lain dan mengatasi masalah bersama. Namun dalam proses tersebut, ada potensi ketika gesekan terjadi maka saling menyakiti satu sama lain. Bukan hanya melalui perkataan, bahkan melalui tindakan atau lewat sebuah gestur tubuh. 

Sangat mudah bagi kita untuk menyakiti orang-orang yang paling dekat dengan kita dan kita cintai. Tidak ada yang lebih berpotensi untuk menyakiti kita daripada orang-orang yang kita cintai, namun bagaimana kita meresponinya akan membuat hasil akhir yang berbeda. 

Dalam hal ini, 1 Petrus 3:8-12 ini dapat menjadi panduan yang baik agar hubungan pernikahan Anda semakin kuat setiap harinya :

Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

  1. Bangunlah kesehatian sebagai pasangan (seia sekata dan seperasaan)

Untuk bisa seia sekata dan bahkan seperasaan, tentu butuh proses ya. Komunikasi dan keterbukaan menjadi salah satu kuncinya, termasuk kalau Anda merasa disakiti oleh perkataan dan tindakan pasangan. Jangan cuma dipendam, apa lagi kalau sampai jadi sakit hati, hal itu berbahaya karena bisa merusak kesehatian kalian. 

  1. Responi dengan kasih

Anda tidak bisa mengendalikan apa yang diucapkan atau dilakukan oleh pasangan Anda, namun Anda bisa mengendalikan respon Anda, atau cara Anda membalas perkataan pasangan Anda.

Pastikan bahwa Anda merespon karena kasih, bukan karena amarah atau rasa sakit. 

Jika Anda masih belum bisa melakukannya di waktu itu juga, maka lebih baik berdiam diri dahulu, sehingga Anda tidak akan menyesali kata-kata yang terucap. 

  1. Balas dengan kebaikan

Ya, Alkitab mengajarkan kepada kita untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Apakah ini mudah dilakukan?

Tentu tidak, hal itu akan sangat menyakitkan bagi ego dan keinginan kita. Tapi Tuhan Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44)

Pasangan Anda tentu bukan musuh bagi Anda kan? Ya, dia adalah orang yang Anda cintai, jadi mengasihinya adalah keputusan yang harus kita buat setiap hari. Lakukan kebaikan kepadanya setiap hari, berkatilah dia, doakanlah dia, karena ketika dia mendapatkan berkat Tuhan, berkat itu juga akan mengalir dalam kehidupan Anda. 

Baca juga :

Dilukai Itu Memang Sakit, Tapi Belajarlah Mengampuni Pasangan Dari 4 Pelajaran Alkitab Ini

Kisah Nyata Perkataan Kutuk Suami-Istri yang Jadi Nyata

  1. Jagalah perkataan Anda

Seperti yang dinasihatkan Rasul Petrus di atas, jika Anda ingin melihat hari-hari baik maka Anda harus menjaga perkataan Anda. Jika tidak ada kata-kata yang baik dan bermanfaat yang bisa diucapkan, maka pilihlah untuk diam. Itulah sebabnya ada yang berkata bahwa diam adalah emas. 

Namun hal ini bukan ngambek dan mogok bicara ya, tapi menjadi orang yang bijaksana yang mengatakan perkataan yang baik dan bijak. 

Amsal 25:11 berkata, “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” Percayalah jika Anda melakukannya, maka akan ada damai sejahtera dalam pernikahan Anda. 

Sekarang, apakah Anda sudah memutuskan bagaimana akan meresponi pasanganmu ketika ia  mengucapkan kata-kata yang menyakitkan? Pastikan Anda meresponinya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan di atas ya, sehingga pernikahanmu semakin harmonis, semakin saling mengasihi dan menjadi berkat bagi orang-orang yang di sekelilingmu.

Kamu sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami https://bit.ly/InginDidoakan

Kamu butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami