Ikut Bekerja Bersama Bapaku

Ikut Bekerja Bersama Bapaku

Puji Astuti Official Writer
      804

Yohanes 5:19-20

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran."

Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 37; 1 Timotius 1; Yesaya 27-28

Ketika saya masih kecil, saya senang ikut dengan ayah saat dia bekerja di tokonya. Kadang-kadang saya memegang ujung papan saat dia menggergaji sebuah kayu, atau memungut sisa kayu yang berserakan di lantai, tetapi kebanyakan, saya hanya memperhatikan saat ia bekerja.

Bagi  saya, hal itu tidak masalah karena saya hanya ingin bersama Ayah. Saya senang bergaul dengannya di tempat kerjanya - bahkan ketika saya tidak dapat berbicara karena dia sedang berpikir atau mengukur. Menerima sebuah kotak mainan yang dibuat oleh dia di tokonya menambah rasa kagum dan  terpesona saya kepadanya.

Baru-baru ini, saya teringat hari-hari itu ketika berbicara dengan Craig, seorang sukarelawan di penjara dengan keamanan maksimum di Florida. Dia memberi tahu saya tentang kelas Mencabut Kemarahan yang dia pimpin. Setelah sesi kedua kelas itu, salah satu pria memberi tahu Craig bahwa dia tidak yakin dia percaya adanya  Tuhan.

Craig meyakinkannya bahwa tidak masalah baginya untuk menghadiri kelas tersebut meskipun dia tidak percaya keberadaan Tuhan. Dia memberinya nasihat, "Buka saja pikiranmu." Narapidana itu meyakinkannya bahwa dia akan melakukannya dan Craig bersyukur atas percakapan itu.

Minggu berikutnya, pria yang sama berbagi bahwa dia telah berkelahi dan siap untuk membunuh seorang pria, tetapi "Saya pikir Tuhan menghentikan saya."

Dia melanjutkan ceritanya bahwa saat itu dia mencengkeram leher seorang pria dan siap untuk meremasnya, untuk mencekiknya sampai mati. Tapi, tepat pada saat itu seseorang dari kelas manajemen amarahnya muncul dan membubarkan perkelahian tersebut.

Craig kemudian mengetahui bahwa bentrokan baru saja terjadi. Narapidana itu masih gemetar karenanya.

Dia bersukacita pada pekerjaan Tuhan yang mencegah pembunuhan itu terjadi dan pada bukti bahwa Tuhan bekerja dalam kehidupan pemuda yang ada di hadapannya.

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya menghargai kesetiaannya dalam melayani di penjara mewakili Tuhan dan membawa harapan serta kehidupan kepada orang-orang di sana.

Craig berkata, "Saya merasa seperti anak kecil yang akan bekerja dengan ayahnya. Dia mengatakan kepada saya bahwa Dia akan melakukan pekerjaan itu dan saya hanya perlu diam dan berjaga-jaga."

Astaga! Pekerjaan di toko ayah saya tidak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Bapa surgawi saya. Kotak mainan anak-anak bukanlah apa-apa ketika Anda mempertimbangkan untuk membangun kerajaan Allah atau mengubah hati dan kehidupan orang. Tidak ada perbandingan ketika dikaitkan dengan kepentingan, kompleksitas, nilai - atau kerentanan terhadap kerusakan. Selain itu, saya tidak memahami  cara yang baik membangun kerajaan atau melakukan operasi hati secara spiritual, hal ini sama seperti  tingkat saya memahami tentang peralatan pertukangan saat saya berusia enam tahun.

Dalam keinginan saya untuk membantu pekerjaan Tuhan, berapa kali malah saya telah mengganggu dan mengacaukan proyek yang sedang dikerjakan Tuhan? Saya ingin membantu, bukan mencelakakan.

Saya ingin belajar untuk "diam” dan mengenal Dia yang berkata "bahwa Akulah Allah! " (Mazmur 46:10).

Sementara itu, jika saya pergi bekerja dengan Bapa surgawi dan hanya berdiam diri saja, saya dapat menghabiskan waktu bersama-Nya, melihat Dia bekerja, dan mengenal Dia lebih baik. Dia bahkan mungkin mengizinkan saya bergabung sesekali.

Ketika saya belajar untuk "Diam," mungkin saya akan lebih sering melihat “keselamatan dari TUHAN,” yang diberikannya pada hari ini (Kel. 14:13).

Aku suka  ikut dalam pekerjaan Tuhan  itu. Tolong aku, Tuhan.

Hak Cipta © Kay Camenisch 2013. Digunakan dengan izin.

Kamu sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami https://bit.ly/InginDidoakan

Kamu butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami