3 Kisah Pengampunan Ekstrem di Alkitab Perjanjian Lama

3 Kisah Pengampunan Ekstrem di Alkitab Perjanjian Lama

Claudia Jessica Official Writer
1134

Mengampuni, satu kata yang sederhana namun tidak mudah untuk dilkakukan. Meski sulit, bukan berarti mengampuni adalah hal yang mustahil. Terutama dengan bantuan pertolongan Tuhan, kita bisa melakukan hal ini.

Arti mengampuni yaitu berhenti merasa marah atau kesal terhadap seseorang atas tindakan atau kesalahannya. Dengan kata lain, berhenti menyalahkan atau marah pada orang yang telah berbuat salah kepada kita.

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu," (Matius 6:14-15).

Pengampunan bukanlah yang hal yang dapat kita pilih jika kita ingin Tuhan mengampuni kita. Tentu saja kita tidak sempurna. Begitu juga dengan orang lain. Baik kita sendiri maupun orang lain pasti pernah melakukan kesalahan secara disengaja maupun tidak.

Terkadang, kita memiliki momen kemarahan, tetapi kita tidak boleh menjadi budak kemarahan. Kita perlu bertobat karena menyimpan perasaan buruk terhadap orang lain sehingga kita dapat dibebaskan.

Kita bisa belajar pengampunan dari 3 tokoh ini lho:

1. Yusuf (Kejadian 37)

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub karena Yusuf lahir di masa tua Yakub sekaligus dari istri kesayangannya, Rahel. Karena perlakuan Yabub yang meng’anak’ emaskan Yusuf inilah membuat saudara-saudaranya yang lain menjadi marah dan sangat membenci Yusuf.

Ditambah lagi ketika Yusuf menceritakan mimpinya yang memiliki makna bahwa dia akan berkuasa atas saudara-saudaranya, bahkan atas orang tuanya (Kej. 37:11). Saudara-saudara Yusuf pun memiliki rencana jahat untuk menyingkirkan Yusuf.

Mereka memasukkan Yusuf ke dalam sumur dan menjualnya kepada pedagang yang hendak pergi Mesir di padang. Lalu saudara-saudara Yusuf berbohong kepada Yakub. Mereka mengatakan bahwa Yusuf telah tewas dimakan oleh binatang buas dan mereka memberikan jubah Yusuf yang telah dicelupkan dengan darah hewan.


Baca juga: 3 Kisah Alkitab Soal ‘Mengampuni’ yang Patut Diajarkan Pada Anak


Namun setelah 13 tahun kemudian, ketika Kanaan diserang kelaparan, mereka mendengar bahwa Yusuf telah menjadi penguasa di Mesir. Pada masa inilah saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli gandum.

Mereka tidak mengenali Yusuf, tetapi Yusuf mengenali mereka. Yusuf tidak membenci mereka yang telah menjualnya 13 tahun lalu. Sebaliknya, Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya, (Kejadian 45:4-8).

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami