Karena Video Anji Soal Temuan Obat Covid-19, Kemenristek Himbau Jangan Gampang Percaya

Karena Video Anji Soal Temuan Obat Covid-19, Kemenristek Himbau Jangan Gampang Percaya

Lori Official Writer
246

Klaim tentang penemuan obat virus Covid-19 oleh Hadi Pranoto, seorang pria yang diwawancara oleh musisi Erdian Aji Prihartanto atau Anji beberapa waktu lalu pun mendapat tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI menyebut bahwa klaim itu sama sekali tidak didukung oleh bukti ilmiah. Ketua IDI dr. Daeng Faqih menyampaikan jika informasi dalam video itu bisa dikategorikan sebagai hoaks.

Atas tanggapan tersebut, Kemenristek menghimbau masyarakat supaya jangan mudah percaya dengan isu terkait penemuan virus Covid-19. Staf Ahli Menristek/BRIN Bidang infrastruktur Ali Ghufon Mukti menyampaikan bahwa obat herbal yang diklaim Hadi masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. Terlebih obat tersebut masih belum diuji dan diakui secara resmi oleh BPOM, Kemenkes, kemenristek/BRIN dan lembaga pemerintah lain yang bertugas dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

"Agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan Covid-19 apabila bukan dikeluarkan secara resmi atau dibenarkan oleh instansi terkait," kata Ali Ghufon.

Dia pun meminta masyarakat untuk selalu memeriksa status izin dari produk-produk herbal terkait obat Covid-19 melalui sumber resmi seperti Kemenkes dan BPOM.

Dia juga menampik klaim yang disampaikan Hadi kalau obat herbal produksi Bio Nuswa itu sudah menjalani uji klinis kepada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Apalagi dia tidak terdaftar menjadi peneliti konsorsium oleh Kemenristek/BRIN.


Baca Juga:

Kontroversi Kalung Eucalyptus, Aromaterapi Yang Disebut-sebut Sebagai Anti Virus

Sebelum Percaya, Ini 4 Fakta Dibalik Kalung Eucalyptus yang Diklaim Antivirus


Klaim obat Covid-19 berbuntut panjang

Kasus klaim obat Covid-19 ini menjadi perbincangan setelah Ketua Umum Cyber Muannas Alaidid melaporkan video Youtube Anji ke kepolisian.

Beragam komentar pun ditujukan kepada Anji maupun Hadi Pranoto. Akibatnya, pihak Youtube pun melarang penayangan video tersebut.

Tak terima dengan berbagai tudingan terhadap pengakuannya, Hadi pun angkat bicara. Dia pun akan mengambil langkah untuk menindak Ketua Umum Cyber Muannas Alaidid secara hukum atas tuduhan pencemaran nama baik.

Bukan hanya itu, dia juga menegaskan kepada pemerintah untuk tidak beropini negatif terhadap penemuannya. Karena kasiat herbal antibodi yang sudah diteliti sejak tahun 2000 itu bahkan sudah dibuktikan oleh sejumlah orang dan bahkan pejabat lembaga negara.

“Saya sudah membagikan itu lebih dari 20 ribu botol resmi kepada masyarakat yang tidak mampu jadi semua sudah bisa dicoba, dan banyak pejabat lembaga negara yang sudah menggunakan herbal ini dan mereka merasakan dampak positif dari herbal ini,” kata Hadi.

Dia juga memastikan obat herbal tersebut sudah mengantongi izin dari BPOM. Sehingga dia berani mengedarkannya kepada masyarakat.


Lalu bagaimana masyarakat awam menanggapi persoalan ini dengan bijak?

Sebelumnya klaim obat herbal Hadi Pranoto ini, masyarakat juga dikejutkan dengan klaim dari Kementerian Pertanian kalau kalung Eucalyptus adalah obat antivirus Covid-19. Namun dari klarifikasi, Kementan mengaku kalau sebenarnya itu adalah jamu herbal yang bisa meringankan gejala sesak napas saja.

Belum lagi masyarakat dibuat percaya dengan klaim vaksin virus Covid-19 oleh beberapa negara, yang sebenarnya masih belum teruji klinis.

Tentunya di masa-masa ini, semua orang berharap bisa terhindar dari virus Covid-19. Entah itu melalui obat maupun vaksin. Namun sebesar apapun keinginan kita supaya pandemi ini segera selesai, jangan lupa untuk tetap bijaksana dalam menyaring informasi melalui berbagai sumber terpercaya.

Dan kita berharap juga kepada semua pihak untuk ikut bekerja sama dengan pemerintah. Contohnya dalam kasus Hadi Pranoto, penemuan obat herbal tersebut bisa sangat membantu pemerintah untuk terus mengembangkan obat virus Covid-19 jika saja dia melaporkannya lebih dulu kepada pemerintah dan kembali diuji klinis secara resmi.

Di masa-masa ini, yang kita perlukan adalah kerja sama. Jadi, mari bersatu untuk benar-benar serius mengatasi kondisi pandemi yang sudah banyak mengancam kehidupan sosial kita saat ini.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami