Dilema Sekolah Online, Orangtua Rela Ngutang Demi Bisa Beli Quota, Duh!

Dilema Sekolah Online, Orangtua Rela Ngutang Demi Bisa Beli Quota, Duh!

Lori Official Writer
364

Seorang ibu asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Lora Tapatap Selly mengaku harus mengutang demi membeli quota internet sekolah online anaknya.

Sebagai single parent, dia mengaku penghasilannya yang hanya berkisar Rp 50- 100 ribu sehari sama sekali tidak cukup untuk menutupi kebutuhan mereka. Apalagi harus ditambah dengan kebutuhan internet yang digunakan oleh salah satu dari tiga anaknya yang sekolah.

Tapi untuk memastikan sang anak tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik, Lora pun terpaksa harus mengutang kepada temannya. Dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu setiap hari.

"Dalam sekali sekolah daring saya hanya mampu membeli paket kuota internet sebanyak Rp25 ribu saja. Tetapi ternyata kata anak saya itu kurang sehingga saya harus mengutang terlebih dahulu kepada teman jualan saya yang kebetulan berjualan pulsa, sehingga total dalam satu kali sekolah daring saya harus mengocek uang senilai Rp 50 ribu," ungkap Lora.

Sementara untuk gadget yang dipakai pun, sang anak harus meminjam milik tetangga. Kondisi ekonomi yang pas-pasan pun membuat hati Lora sedih. Walaupun mendapat bantuan dari pemerintah senilai Rp 300 ribu per bulan. Namun biaya itu tidak akan cukup untuk membelikan anak sebuah handphone. Karena uang biasanya akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air.

“Saya berusaha menabung untuk bisa membeli handphone buat anak saya tetapi dana bantuan itu juga tidak cukup. Saya hanya bisa berdoa agar Tuhan bisa membantu saya,” ungkapnya.


Quota Internet Jadi Kendala Utama Sekolah Online

Masalah quota memang jadi salah satu kendala yang dihadapi sebagian orangtua yang anaknya menjalani sekolah online. Terutama bagi orangtua yang berpenghasilan harian, biaya internet menjadi semakin mempersulit kondisi ekonomi mereka.

Untungnya sebagian dari mereka mendapat bantuan tak terduga dari orang-orang yang tergerak membantu. Seperti saat salah satu anggota kepolisian NTT yang terdorong membantu Lora dengan memberikan satu unit handphone untuk dipakai anaknya sekolah online.

Lalu pertanyaannya bagaimana dengan anak-anak dari keluarga tidak mampu lainnya? Kalau ternyata sekolah online menambah beban keuangan keluarga, apa yang harusnya bisa dilakukan pemerintah?

Salah satu tindakan nyata yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak yang terkendala biaya sekolah online ini adalah dengan menyediakan jaringan internet gratis.

Seperti halnya dilakukan oleh seorang anggota kepolisian Kupang, NTT. Dia dan istrinya memutuskan untuk memberikan akses WiFi gratis kepada anak-anak yang tinggal di sekitar rumah mereka. Mereka memperbolehkan anak-anak mengakses WiFi selama sekolah online dari pukul 8.00 sampai 12.00 WITA.

Langkah serupa pun sudah mulai diikuti oleh kantor kepolisian lain di beberapa wilayah di Indonesia yaitu menyediakan wifi gratis untuk sekolah dari keluarga tidak mampu. Mereka bahkan menyediakan tempat belajar khusus untuk anak-anak yang ada di sekitar kantor kepolisian.


Baca Juga:

Kesulitan Mengajar Anak Belajar Online? Ini Tips Dari Psikolog Anak, Queenie Prabakanti

Dampingi Anak Belajar di Rumah Ternyata Gak Mudah, Banyak Orangtua yang Mulai Komplain


Tindakan ini setidaknya sangat membantu orangtua. Tapi kita tetap berharap penyediakan WiFi gratis ini bisa merata bagi semua anak yang kurang mampu. Bagaimana caranya? Kita berharap pemerintah bisa peka dengan kendala sekolah online ini. Sehingga pemerintah bisa bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh anak-anak yang tidak mampu.

Bukan hanya pemerintah, tapi gereja dan lembaga keagamaan juga bisa mengulurkan tangan mendukung berjalannya sekolah online dengan baik. Karena di masa-masa sulit inilah kita berkesempatan membantu dari apa yang bisa kita berikan. 


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http//bit.ly/InginDidoakan. Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http //bit.ly/inginKonseling.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami