Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden yang Hapus Stigma Jelek Soal Anak Papua

Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden yang Hapus Stigma Jelek Soal Anak Papua

Lori Official Writer
623

Banyak stigma yang menganggap kalau orang Papua itu tidak berpendidikan, tertinggal dan terbelakang. Stigma inilah yang membuat masyarakat Papua merasa tersisihkan dan dipandang sebelah mata.

Stigma inilah yang membuat banyak anak Papua bertekad untuk mengecap pendidikan tinggi dan memajukan tanah kelahirannya Papua. Salah satunya adalah Gracia Billy Yosaphat Y. Mambrasar atauBilly Mambrasar, sosok anak muda yang lahir dari daerah Yapen, Papua bagian timur. Bukan sekadar jadi anak Papua yang sukses mengecap pendidikan sampai ke negeri orang, tapi dia juga membanggakan Indonesia lewat berbagai hal mulai yang dilakukannya.

Setelah dinobatkan sebagai siswa terbaik di Australian National University (ANU), Billy pun kemudian membangun berbagai unit perusahaan yang bergerak di bidang pemberdayaan sosial untuk membangun anak muda di wilayah Indonesia Timur.


Baca Juga:

Hanya Makan 1 Bungkus Mie Instan Bertiga, Sutrisni Bersyukur Dapat Bantuan #LOVEINACTION

Terpanggil, Charles dan Devi Bangun Rumah Harapan Bagi Wanita-wanita Hamil di Luar Nikah


Siap sangka, apa yang dilakukan oleh Billy Mambrasar untuk anak muda di kampung halamannya Papua, menarik hati Presiden Joko Widodo dengan menunjukkan sebagai Staff Khusus Presiden Republik Indonesia.

"Saat ini saya bekerja sebagai salah satu Staff Khusus Presiden Republik Indonesia. Sebelum saya ditunjukkan menjadi Staff Khusus Presiden Republik Indonesia, saya adalah seorang penggerak Social Entrepreneur. Jadi saya mendirikan beberapa unit perusahaan yaitu PT Kitong Bisa Consulting, PT Kitong Bisa Enterprise dan bersama dengan teman-teman mendirikan PT Papua Muda Inspirasi," ucap Billy.

Billy menuturkan bahwa perusahaan yang dilabeli dengan nama ‘Kitong Bisa’ ini awalnya terilhami dari ucapan mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dalam kampanyenya yang berkata ‘Yes, We Can’. Akhirnya dia pun mengutip ucapan tersebut dengan menggunakan bahasa Papua ‘Kitong Bisa’.

“Pertama kali ketika saya mendirikan Yayasan Kitong Bisa, saya terinspirasi oleh Presiden Barrack Obama. Kan dia kampanye, ‘Yes, we can! Yes, we can!’ Kitong Bisa. Dan ceritanya Barrack Obama itu sangat inspiring untuk saya bahwa bagaimana saya struggle merasa, ‘I felt, I was different’: rambut keriting, kulit gelap. Barrack Obama menginspirasi saya bahwa dia bisa mencapai titik tertinggi. Dia dari seorang anak kampung di Chicago Selatan sampai di White House,” terangnya.

Yayasan Kitong Bisa pun mulai berdiri sejak tahun 2009. Hingga saat ini mereka sudah memberdayakan sebanyak 1100 anak muda Papua melayani di berbagai sektor.

Sebagai anak seorang guru honorer di Papua, Billy merasakan betul bagaimana hidup dengan serba kekurangan dan tempat tinggal yang gak layak. Kondisi masa kecil itulah yang membuat Billy terdorong untuk berprestasi di sekolah demi tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Bagi sebagian orang mungkin, prestasi itu adalah suatu kebanggaan. Bagi saya prestasi itu untuk bertahan supaya bisa sekolah. Kalau saya tidak dapat beasiswa, tidak akan ada yang bisa bayar saya sekolah,” terangnya.

Untuk tetap berprestasi bukanlah hal yang mudah bagi Billy. Karena di samping belajar dia juga harus berjualan untuk bisa memenuhi kebutuhannya.

“Saya harus bekerja keras. Memang itu cukup berat karena sambil berjualan harus menciptakan prestasi dan itu merupakan perjuangan yang sangat panjang,” jelasnya.

Berkat kegigihannya untuk menggapai cita-cita, Billy pun membuktikan dirinya bisa menjadi seperti saat ini. Sebagai anak muda yang sangat aktif dan mau berbagai ilmu, dia pun kerap dipanggil dalam berbagai kesempatan baik dari berbagai acara nasional maupun Internasional.

Pengalaman inilah yang menghantarakan nama Billy semakin dikenal luas sebagai anak Papua yang membanggakan Indonesia di mata dunia Internasional.

“Memang penunjukkan sebagai staff khusus ini merupakan sebuah kebetulan yang dirancang oleh Tuhan. Dan saya tidak meng-apply. Tidak ada proses aplikasi. Di sini, tidak ada proses saya memilih juga,” ungkapnya.

Billy pun mengaku bersyukur karena semua pengalaman-pengalaman luar biasa yang dia lewati adalah rancangan dari Tuhan. Dia mengungkapkan bahwa kisahnya bahkan persis seperti apa yang dialami oleh tokoh Alkitab Daniel.

“Jadi kalau kita merujuk pada kisah yang paling pas itu adalah Kisah Daniel pasal 1. Di saat Daniel dan teman-temannya dipilih oleh raja Nebukadnezar, itu mereka dipilih. Mereka sedang mengerjakan pekerjaan mereka sehari-hari. Mereka dipilih dari ratusan orang yang diseleksi atau dilihat saat itu karena kecakapannya,” tuturnya.

Melalui penunjukannya sebagai Staff Presiden RI, Billy berharap Yayasan Kitong Bisa yang sudah berhasil menggerakkan ribuan anak di Indonesia bisa berdampak jauh lebih luas kepada ribuan anak-anak Indonesia lainnya.

Belum lama ini, Billy menyelesaikan gelar S2 dari Oxford University, Inggris dan akan melanjutkan gelar doktoralnya melalui Beasiswa Afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat.

 

Untuk mendapatkan kisah-kisah inspirasi Kristen lain yang membangun, kamu bisa menyaksikannya melalui Youtube Channel Solusi TV DI SINI.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami