Gak Ada yang Siap Nikah Muda By Accident, Biar Gak Ngalamin Yuk Belajar Tips Jalani Single

Gak Ada yang Siap Nikah Muda By Accident, Biar Gak Ngalamin Yuk Belajar Tips Jalani Single

Lori Official Writer
901

Kalau kamu ditanya, ‘Pengen gak sih nikah muda?’ Kemungkinan jawabanmu apa ya?

Sebagian dari kita mungkin bakal jawab ‘mau nikah muda’. Tapi ada juga yang mungkin berencana nikah kalau udah siap dari usia maupun finansial.

Apapun pilihannya, itu tergantung sama pemikiran kita masing-masing. Tapi kalau bicara apa adanya, sebenarnya gak ada orang yang bakal siap menikah. Entah nikah muda baik-baik maupun by accident atau nikah di usia yang pas pun, akan ada muncul sedikit keraguan dalam hati masing-masing. Kenapa? Karena kita tahu kalau pernikahan itu gak akan mudah.

Ada satu obrolan menarik yang aku dengar baru-baru ini. Ini obrolan antar sesama artis yang adalah Shandy Aulia sama pasangan Raditya Oloan dan Joanna Alexandra lewat IGTV Instagram.

Sekadar informasi, jadi Raditya dan Joanna berasal dari latar belakang nikah muda by accident. Karena itulah Shandy merasa tertarik pengen tahu soal pengalaman mereka nikah muda dan apa yang bisa dibagikan sama anak muda lewat kisah mereka.

Jadi lewat obrolan ini Radit dan Joanna pun berbagi soal apa yang mereka alami sebagai pasangan nikah muda.

Saat mengingat awal-awal pernikahan yang mereka jalani, keduanya mengaku ada begitu banyak tantangan dan masalah. Tapi siapa kira pernikahan yang tak terencana itupun bisa diubah oleh Tuhan jadi sebuah proses perjalanan yang panjang dan membuahkan hasil bagi keduanya.

Secara terbuka Radit dan Joanna pun membagikan pengalaman mereka dan berharap bisa jadi pelajaran yang baik bagi para single yang belum menikah.

Berdasarkan pengalaman, pasangan ini mengaku kalau nikah muda secara langsung berdampak sama dua hal dalam pernikahan mereka, diantaranya:

Pertama, nikah muda merenggut momen-momen masa muda

Pernikahan pasti akan mengubah prioritas seseorang. Kalau teman-teman single masih menikmati masa mudanya, jadi mereka yang nikah muda harus fokus sama anak dan pasangan.

"Jadi aku tuh dulu waktu nikah umur 20 tahun, benar-benar ya sahabat-sahabat dan teman-teman gue masih jalan-jalan, having fun sama teman-temannya. Nah, sedangkan gue harus di rumah. Udah berubah prioritas ke keluarga" kata Joanna.

Kedua, nikah muda tanpa persiapan dipenuhi dengan tekanan

Faktanya, pernikahan yang disertai dengan persiapan maksimal pun akan selalu diperhadapkan sama masalah. Apalagi pernikahan tanpa persiapan, bisa dibilang masalah yang dihadapi akan jauh lebih berat. Karena secara karakter dan finansial mereka masih belum matang.

Raditya bahkan mengaku kalau hal ini terjadi di awal-awal pernikahannya dengan Joanna.

“Kita tidak mulai dengan kesiapan…Kita memulai pernikahan itu jujur dengan ketidaksiapan. Makanya kita ngalamin nabrak diri, nabrak kanan,” jelas Radit.

Waktu kita nikah muda karena terpaksa, salah satunya by accident, kita harus siap membayar harga. Konsekuensinya adalah pernikahan dipenuhi dengan pertengkaran dan kesulitan secara finansial. Keuangan akan jadi tantangan terbesar yang pasti dihadapi pasangan muda yang menikah tanpa persiapan.


Baca Juga:

Biar Ketemu Calon Pasangan yang Pas, Doa yang Kenceng Buat 7 Hal Spesifik Ini Dong!

 

Tuhan Bisa Mengirim Siapapun Untuk Mempersiapkanmu Sebelum Menikah


Melalui pengalaman yang Radit dan Joanna jalani, mereka menganjurkan supaya sebelum memutuskan menikah para single harus lebih dulu siap dalam 5 hal ini:

1. Kenal Tuhan dulu

Memilih nikah muda memang gak masalah kalau benar-benar dengan kesiapan. Kesiapan dalam hal ini salah satunya adalah dewasa secara rohani.

“Gue pikir dulu love itu is all about giving everything. Tapi ternyata love itu is all about giving everything for God. Karena gue percaya kalau Tuhan itu adalah cinta. Dan ketika gue bilang gue mengasihi Joanna harusnya sih gue jaga dia, gue bisa melindungi dia, gue bisa membangun dia. Tapi kenyataannya gak,” kata Radit.

2. Jalani Masa Singlemu Dengan Penuh dan Utuh

Sebagai single, kita mungkin sering mendengar nasihat ‘jadilah penuh dan utuh selama single’. Nasihat itu pun dibenarkan oleh Radit. Menurutnya, sebelum menikah para single harusnya memakai masa-masa itu melakukan banyak hal yang seru, menjadi penuh dan utuh sebagai pribadi.

“Salah banget kalau tujuan menikah adalah buat bahagia. It’s a very wrong reason! Karena teman-teman harus bahagia dulu jadi single, barulah nikah. Karena kalau gak, nanti kamu akan memaksa pasangan kamu membahagiakan kamu dan itu akan menjadi sebuah pernikahan yang toxic,” kata Radit.

Dia pun menekankan supaya selama masa-masa single dipergunakan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang utuh, baik secara pola pikir maupun karakter.

“Buat teman-teman yang belum menikah, pastiin kita bisa fulfill dulu, kita jadi orang yang utuh, jadi orang yang bertanggung jawab di kerjaan, kita memiliki lingkungan yang baik. Sehingga ketika kita masuk ke pernikahan bukan lagi saling memenuhi, tapi untuk saling melengkapi," lanjutnya.

3. Siap Secara Finansial

Banyak pasangan yang menikah muda tanpa persiapan mengalami kendala secara finansial. Salah satunya menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri.

Berdasarkan pengalaman yang mereka jalanilah Radit dengan tegas menyarankan supaya sebelum menikah, para single benar-benar mempersiapkan diri secara finansial. Bukan berarti harus menunggu punya banyak uang atau karir yang baik juga untuk siap menikah. Tapi intinya adalah punya pegangan yang cukup untuk masa depan.

“Nikah itu sangat baik untuk well prepare, termasuk kesiapan finansial,” kata Radit.

4. Belajar Untuk Dewasa Secara Karakter

Persiapan finansial sebelum menikah memang penting. Tapi punya banyak materi sekalipun gak menemukan sebuah pernikahan bisa sukses atau bertahan.

Radit mengakui bahwa kebanyakan dari pasangan menikah yang menjalani konseling dengan dia justru bermasalah dalam hal karakter. Padahal secara finansial mereka sama sekali punya.

“Selalu alasan orang bercerai itu karena masalah karakter. Selalu karena tiba-tiba jadi kasar, gak perhatian, gak pedulian, suka nyindir, suka kasar,” kata Radit.

Hal serupa juga disampaikan oleh Joanna, bahwa persiapan karakter sangat penting sebelum menikah.

“Menikah itu bukan menunggu siap materi. Tapi siap hati karena benar-benar yang diucapin di janji pernikahan itu akan terjadi semua dalam suka dan duka, waktu dia menyenangkan dan menyebalkan kamu tetap harus mengambil keputusan untuk ‘Ok, I want to stand for you. Aku mau tetap berdiri buat hubungan ini’” kata Joanna.

5. Selektif Memilih Pasangan

Siap menikah tapi dengan orang yang sembarangan dan gak punya tujuan hidup, sama saja membawa seseorang jatuh dalam jurang penderitaan sendiri. Karena itulah Radit menilai penting untuk tahu tujuan dan komitmen masing-masing untuk pernikahan ke depan.

“Nikah itu kan dua menjadi satu. Kalau kita nikah dengan orang yang sembarangan dan kita gak tahu purpose-nya apa, nanti kita akan masuk ke sebuah pertandingan yang kita akan sesali di belakang. Karena jujur menikah itu, kita harus tinggal bareng, kita harus tidur sekamar, kita mulai melihat kelemahannya.

“Apalagi gue mulai sadar pernikahan itu bukan buat gue. Pernikahan itu buat Tuhan dan pastinya buat istri gue. Kalau gue memutuskan menikah, artinya seumur hidup gue akan mendedikasikan hidup gue untuk istri gue. Apakah itu mentalitas yang dimiliki (pasanganmu)?” ungkapnya.

Semoga artikel ini bisa membantu kamu, para single yang merasa sudah siap dan belum siap menikah. Supaya gak salah mengambil keputusan dan gak salah menentukan masa depan.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami