Sekolah Kembali Dibuka, Orang Tua Gausah Khawatir. Ini Protokol Yang Perlu Kamu Ajarkan

Sekolah Kembali Dibuka, Orang Tua Gausah Khawatir. Ini Protokol Yang Perlu Kamu Ajarkan

Claudia Jessica Official Writer
567

Setelah melakukan proses belajar online cukup lama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk jenjang menengah atas (SMA/SMK) akan dimulai pada Juli mendatang.

Menyambut hal ini, tentu saja Kemenkes juga membuat protokol kesehatan yang perlu dilakukan juga oleh peserta didik ataupun tenaga pengajar selama pandemi covid-19 masih berlangsung.

Nah, apa sih protokol kesehatan yang perlu diperhatikan?

1. Pembatasan kapasitas kelas

Karena harus melakukan physical distancing, maka kapasitas kelas juga harus dibatasi dengan jarak minimum 1,5 meter. Tak lupa juga untuk para pelajar dan guru untuk menggunakan masker. Kegiatan ini berlaku selama masa transisi dua bulan pertama.

2. Tidak diperbolehkan membuka kantin

Untuk mencegah kumpulan massa, sekolah juga dilarang untuk membuka kantin, melakukan kegiatan ekstrakulikuler serta aktivitas lain selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Pembukaan sekolah diberbagai tingkatan pun memiliki waktu yang berbeda. Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) bisa berjalan pada bulan pertama wilayah tersebut menjadi zona hijau oleh pemerintah.

Kemudian, Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan SLB bisa membuka lagi kegiatan saat wilayah tersebut sudah menjadi zona hijau selama tiga bulan. Selanjutnya, PAUD formal diperbolehkan buka saat memasuki bulan kelima sebagai wilayah zona hijau.

3. Penyediaan sanitasi dan pemeliharaan lingkungan

Yang paling tidak kalah penting dalam protokol kesehatan sekolah yakni penyediaan sanitasi. Saat memulai kegiatan belajar di sekolah, maka sekolah harus memperhatikan kebersihan toilet, menyediakan sarana cuci tangan serta disinfektan.

Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering disentuh oleh tangan.

4. Pembatasan ‘berbagi’ alat sekolah

Anak-anak kerap kali meminjam atau berbagi alat tulis dengan temannya ketika berada di sekolah. Perlu diingat bahwa alat-alat sekolah seperti buku, pensil ataupun pulpen dapat menjadi media penularans virus corona.


Baca juga:

Anak Masuk Tahun Ajaran Baru, Begini Dilema Ortu Soal Biaya Sekolah Sampai Cara Belajar

Sekolah Minggu Di Rumah Aja Bersama Superbook Online Service Seru Banget Loh!


5. Hindari transportasi umum

Penggunaan layanan publik, termasuk transportasi umum bisa menyebabkan penyebaran virus corona Covid-19 lebih cepat karena ada begitu banyak orang yang berkumpul didalamnya tanpa kita tahu dengan siapa mereka bertemu, dari mana mereka datang, atau bahkan apakah mereka sehat atau tidak.

Karena itu, anak-anak disarankan tidak naik transportasi umum ketika pergi ke sekolah.

Sebelum memasuki area sekolah, para pelajar, guru serta siapapun yang hendak memasuki area sekolah juga harus melakukan pengecekan suhu dengan thermogun dan juga mencuci tangan terlebih dahulu.

Sekolah juga harus melarang pelajar, ataupun guru yang sedangsakit untuk memasuki area sekolah. Selain itu, bagi orang tua atau guru yang memiliki resiko komorbid tidak dianjurkan untuk memasuki area sekolah. 

Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami