Lori

Official Writer
540


Tahun ajaran baru bagi anak sekolah akan segera dimulai bulan Juli ini. Namun, ada banyak hal yang membebani pikiran para orangtua. Sebagian besar mulai dilema dengan biaya sekolah dan juga keputusan pemerintah soal proses belajar mengajar anak selama masa pandemi ini.

Di satu sisi orangtua enggan membayar sekolah anak karena merasa kalau anak harus belajar dari rumah, maka pihak sekolah sudah seharusnya mengurangi biaya sekolah. Orangtua berpikir kalau ternyata anak belajar dari rumah, otomatis beban biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar. Untuk mengikuti proses belajar jarak jauh sendiri, mereka harus menghabiskan ratusan ribu setiap bulan.

Di sisi lain, orangtua juga mengkuatirkan proses belajar jarak jauh yang tidak efektif karena gangguan internet yang dialami sebagian besar murid.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun segera meresponi dilema yang dialami sebagian besar orangtua saat ini.

Pertama, biaya sekolah berbeda-beda baik swasta dan negeri.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sudah meresponi keluhan orangtua soal biaya sekolah.

Kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Disdikbud, Tulus Sutopo menjelaskan kalau orangtua harus paham bahwa biaya sekolah untuk negeri dan swasta itu berbeda-beda.

Umumnya, sekolah negeri sendiri tidak dibebankan dengan biaya awal. Berbeda dengan sekolah swasta yang umumnya menetapkan biaya operasional sesuai keputusan yang dibuat oleh pihak yayasan.

Karena itulah, orangtua yang merasa keberatan dengan biaya sekolah yang ditetapkan harus menyampaikannya kepada pihak sekolah anak.

"Sekolah negeri tidak ada pembayaran. Walaupun ada pembayaran, itu juga untuk keperluan siswa, seperti seragam dan atribut sekolah. Khusus lembaga pendidikan swasta, kami beri arahan agara persoalan dapat dibicarakan orangtua dengan pihak yayasan," ucap Tulus Sutopo.

Kedua, proses belajar jarak jauh masih diterapkan demi memastikan keselamatan dan kesehatan anak dan guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyampaikan bahwa proses belajar jarak jauh masih menjadi cara yang efektif selama masa pandemi ini guna memastikan keselamatan dan kesehatan anak dan guru.

Dia menyampaikan sekolah akan dibuka masih belum dipastikan. Tapi dengan melihat kondisi saat ini, hanya ada 4% sekolah yang bisa melakukan proses belajar secara tatap muka dan sekolah-sekolah ini dibuka setelah mendapat status zona hijau. Sedangkan 96% sekolah yang masih berstatus zona kuning dan merah akan belajar dari rumah.

Terlepas dari penjelasan Mendikbud, orangtua sepertinya masih tetap lebih memilih anak sekolah secara tatap muka. Selain memberatkan tugas orangtua, mereka juga berpikir jika kegiatan belajar di rumah lebih banyak berdampak negatif terhadap anak, mulai dari menyebabkan gangguan kesehatan karena menatap layar terlalu lama serta menurunkan keinginan belajar anak.


Baca Juga: Sekolah Segera Dibuka, Siapkan Anak Hadapi New Normal Dengan Langkah Ini


Sementara dengan kondisi seperti ini, pemerintah berharap orangtua bisa mendampingi anak sampai situasi pandemi berakhir.

Ada 5 tips yang disarankan untuk orangtua yang terkendala mendampingi anak belajar di rumah diantaranya:

1. Ciptakan metode belajar yang kreatif

Supaya anak fokus belajar, sajikanlah metode belajar kreatif baik secara visual, auditori maupun kinestetik. Karena itu sebelum menerapkan salah satu gaya belajar di atas, pastikan untuk mengenal metode belajar mana yang paling disukai anak.

2. Saat ada pertanyaan sulit, minta bantuan teman atau guru.

Orangtua gak perlu stress saat diperhadapkan dengan bahan pelajaran anak yang dianggap sulit. Akan selalu ada teman maupun guru yang bisa jadi solusi.

3. Buatlah ruang khusus belajar untuk anak.

Salah satu keluhan orangtua saat anak belajar di rumah adalah kondisi yang kurang kondusif. Nah, untuk mengatasi masalah ini pastikanlah untuk memakai satu ruangan khusus untuk belajar anak. Pastikan jauh dari kebisingan sekitar.

Dengan punya ruang belajar khusus, anak juga akan merasa lebih serius.

4. Dampingi anak dengan fokus.

Bagi orangtua yang bekerja, hal ini bisa sangat sulit. Tapi jangan kuatir, karena orangtua tetap bisa mengevaluasi kembali bahan pelajaran yang diikuti anak sepanjang hari.

Tapi kalau ternyata orangtua masih bekerja di rumah atau punya waktu luang yang cukup banyak, pastikan mendampingi anak belajar dengan fokus. Hindari menyalakan televisi maupun bermain gadget selama anak belajar.

5. Minta buku panduan yang lengkap dari pihak sekolah

Ada banyak orangtua yang mengeluhkan kurangnya bahan pelajaran sekolah anak. Jadi, biar anak gak meraba-raba selama belajar di rumah, orangtua mungkin bisa meminta bantuan pihak sekolah untuk mengirimkan atau membagi buku panduan. Sehingga anak juga bisa belajar mandiri di rumah setelah menjalani sekolah online.

Semua orangtua pasti tahu beratnya menghadapi masa-masa ini. Tapi mari tetap bersabar sembari berdoa supaya kondisi ini segera berakhir. Buat orangtua yang juga sedang kesulitan keuangan untuk membayar uang sekolah anak, kita berdoa supaya dibukakan jalan berkat dan bisa membayar uang sekolah anak tepat waktu.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kateryna 10 August 2020 - 18:36:52

Kalo pdt. Danny Krishna Soepangat (GBI TENDEAN Jak.. more..

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7234

advertise with us