Langkah Pertama Menjadi Orang yang Penuh Kasih

Langkah Pertama Menjadi Orang yang Penuh Kasih

Claudia Jessica Official Writer
      1133

Mazmur 32: 1-2

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!"

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 31; Kolose 4; 1 Raja-Raja 15-16

Ketika Daud (Raja Israel kedua) melakukan perzinahan dengan Batsyeba, Allah terlalu mencintainya untuk membiarkannya hidup dengan dosanya.

Beginilah cara Daud mengdeskripsikan kepercayaan Allah: "Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas." (Mazmur 32: 3-4). Allah tahu bahwa hanya ketika Daud mengakui dosanya, dia dapat menjalani panggilannya.

Ketika kita mengikuti teladan Allah, kasih mendorong kita untuk menghadapi seseorang yang telah berbuat salah, menerima permintaan maafnya, dan memberikan pengampunan.

Kita memaafkannya karena kita ingin orang yang bersalah kepada kita terbebas. Kita merayakannya ketika dia mengaku karena kita tahu Tuhan merayakannya bersama kita ketika kita mengakui dosa-dosa kita.

Karena itu langkah pertama menjadi seseorang yang penuh kasih, adalah mengakui dosa-dosa kita sendiri. Hal itu membantu kita untuk menghindari sebuah kesempatan untuk mengampuni menjadi kesempatan untuk menyombongkan diri. 

Kita tidak bisa memberi apa tidak kita miliki. Ketika kita telah mengalami kasih Allah yang menuntun kita untuk mengampuni dosa-dosa yang kita lakukan, kita bisa membagikan kasih Allah ini kepada orang lain.

Doa: Bapa, terkadang aku lupa bahwa Engkau telah mengampuni  dosa yang kulakukan karena Engkau mencintaiku. Terimakasih telah menginginkanku menjadi seperti-Mu.

Kamu merasa kehilangan arah dan butuh konseling? Sahabat 24 siap membantu! Kunjungi http://bit.ly/inginKonseling atau klik disini.

Ikuti Kami