Malu dan Bersembunyi Dari Tuhan? Bisa Jadi Pertanda Kematian Rohani

Malu dan Bersembunyi Dari Tuhan? Bisa Jadi Pertanda Kematian Rohani

Lori Official Writer
      780

Kejadian 3: 8

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.


Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 23; Efesus 6; 2 Tawarikh 8-9

Tuhan memberi tahu Adam dan Hawa kalau pada hari mereka makan dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, maka mereka akan mati. Jelas tubuh fisik mereka tidak mati, sebagaimana mereka hidup selama berabad-abad (Kejadian 5: 5) setelah momen ketidaktaatan mereka kepada Allah.

Di dalam Alkitab kata kematian berarti perpisahan. Tuhan memberi tahu Adam dan Hawa bahwa mereka akan dipisahkan dari Allah. Kematian ini adalah penghalang yang muncul antara Allah dan ciptaan-Nya.

Sementara di hari sebelumnya, Adam dan Hawa masih berjalan bersama Allah dalam persekutuan yang akrab. "Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu." (Kejadian 2: 25)

Setelah mereka memakan buah terlarang itu, mereka pun sadar kalau mereka telanjang sehingga mereka bersembunyi dari Allah. Adam pun menjawab Allah. “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” (Kejadian 3: 10).

Saat seseorang bersembunyi dari penciptanya, itu artinya dia sedang mengalami kematian secara rohani. Adam dan Hawa tiba-tiba dipenuhi rasa bersalah, malu dan takut. Mereka bersembunyi dari Tuhan dan takut berhadapan dengan Dia. Kita bisa menyebutnya kematian emosional. Mereka menderita akibat kematian. Saat berbagi aspek kehidupan mereka tidak terpisah dari Tuhan, ada kedamaian dalam pikiran mereka tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka.

Karena dosa, kita dipisahkan dari Allah dan harusnya memperoleh hukuman mati. Tapi anugerah Tuhan melalui Yesus Kristus telah membebaskan kita dan memampukan kita untuk terhubung kembali dengan Allah. Karena itu, mari memeliharanya supaya kita tidak kembali jatuh dalam kematian karena dosa.

 

Hak cipta Dr. Tony Evans, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami