Puji Astuti

Official Writer
1020


Bulan Juni sudah mau berakhir nih, sudah masuk pertengahan tahu. Ini saatnya melakukan evaluasi untuk berbagai hal dalam kehidupan kita, termasuk kondisi keuangan pribadi atau keluarga kita loh. Kondisi pandemik seperti saat ini telah mempengaruhi kondisi ekonomi, bagaimana dengan kamu, apakah kamu juga terdampak?

Karena kondisi perekonomian yang tak menentu seperti sekarang, pakar keuangan menyarankan untuk melakukan evaluasi keuangan tidak enam bulan sekali, namun tiap tiga bulan. Hal tersebut disarankan agar kamu bisa melakukan manajemen resiko dan meresponi dengan cepat kondisi yang tak terduga.

Apa saja yang perlu dievaluasi ?

1.  Cek jumlah harta atau kekayaan bersih milikmu (net worth)

Mengapa perlu mengevaluasi harta atau kekayaan bersih milikmu? Karena hal tersebut memperlihatkan kondisi keuanganmu yang sekarang dan akan mempengaruhi keputusan keuanganmu ke depan. Istilahnya, inilah raport keuanganmu.

Bagaimana perhitungan nilai kekayaan bersih seseorang?   

Kamu harus menjumlahkan seluruh nilai asetmu, setelah itu baru kurangi dengan kewajiban yang harus dibayar.

Apa saja yang dimaksud dengan aset?

Ada beberapa jenis aset, seperti aset lancar, aset tidak lancar, dan investasi. Yang dimaksud aset lancar asetmu yang bisa dijual dengan mudah dan menjadi uang tunai tanpa penurunan nilai, contohnya adalah tabungan, deposito, surat berharga, saham, dan lainya.

Sedangkan yang disebut asset tidak lancar adalah asset yang sulit dikonversi menjadi uang, atau butuh waktu lama, seperti merk dagang, hak paten, tanah dan bangunan, mesin, dan lain sebagainya.

Untuk kewajiban adalah apa yang harus kamu bayarkan, seperti kredit rumah, tagihan  kartu kredit, asuransi, dan seluruh tagihan dan hutangmu.

Jadi sebagai contoh, total asetmu adalah 100 juta rupiah dan kamu memiliki liabilitas atau kewajiban senilai 70 juta rupiah, jadi harta bersihmu hanya 30 juta rupiah. Tapi jika pada akhirnya, hutangmu lebih besar dari nilai keseluruhan asetmu, maka kamu perlu segera memperbaiki keuanganmu. Pastikan  bahwa nilai harta bersihmu positif, dan setelah itu fokus untuk meningkatkan nilainya sebesar 5-10 persen setiap tahunnya dengan cara melunasi hutang dan menambah jumlah asset.

2.   Lakukan perhitungan rasio utang berbanding pemasukan

Setelah kamu memeriksa kondisi harta bersihmu, ini saatnya melihat secara lebih jelas pemasukanmu (ini tidak termasuk dalam perhitungan harta tadi). Cara menghitung rasio hutang berbanding pemasukan adalah dengan membagi total utangmu dengan jumlah pemasukan kotor setiap bulannya.

Jadi sebagai contoh, kamu memiliki beberapa pemasukan, dari gaji 5 juta rupiah, lalu ada pekerjaan sampingan setiap bulannya bisa memberi pemasukan sekitar 1 juta rupiah, jadi total pemasukan kotormu ada 6 juta rupiah.

Sedangkan untuk utangmu, ada kredit rumah 1 juta, kredit motor 800 ribu dan tagihan kartu kredit 300 ribu, sehingga total utangmu adalah 2,1 juta rupiah.

Jadi untuk menghitung rasionya adalah : Rp. 2.100.000,- / Rp. 6.000.000,- = 0.35, atau bisa dikatakan bahwa hutangnya sebesar 35% dari total pemasukan kotor.

Kebanyakan penasihat keuangan dan juga bank menyarankan bahwa rasio utang berbanding pemasukan adalah 30% atau dibawah itu, bahkan ada yang menyarankan sebisa mungkin tidak lebih dari 20%.

Rasio hutang ini penting karena beberapa alasan, pertama agar bisa mengendalikan kondisi keuanganmu agar tetap sehat, sebab di atas 30% kondisinya sudah mengkuatirkan. Kedua adalah agar jika kamu ke depannya membutuhkan pengajuan kredit, seperti kredit rumah, akan lebih mudah diterima pengajuannya karena kamu memiliki kemampuan bayar.

3.   Periksa pengeluaran terbesarmu dan lakukan perbaikan yang diperlukan

Setelah kamu memiliki data asetmu, harta bersihmu, dan hutangmu, kamu bisa cek anggaranmu setiap bulan.

Dengan melihat arus keluar masuk uangmu, dan membandingkannya dengan harta bersih dan hutangmu, kamu bisa melakukan evaluasi apa pengeluaran terbesarmu setiap bulan dan bagaimana bisa memperbaikinya.

Sebagai contoh, jika ada biaya makan di luar setiap bulan yang terlalu besar, kamu bisa menguranginya dan mengalokasikannya untuk membayar hutangmu agar bisa cepat lunas.

4.   Menetapkan target kembali

Dengan data yang sudah kamu miliki tadi,  kamu bisa memperbaiki target jangka pendek dan jangka panjangmu, seperti hutang mana yang harus dilunasi segera, bisakah menabung untuk liburan akhir tahun, atau membeli barang yang kamu butuhkan untuk usaha atau pekerjaanmu.

Mungkin karena kondisi keuanganmu saat ini, kamu harus menunda liburanmu di akhir tahun nanti karena kamu memprioritaskan agar kamu bisa memiliki asuransi kesehatan yang lebih kamu butuhkan.

5.     Pastikan strategi investasimu selaras dengan targetmu

Jika kamu belum memiliki investasi, kamu harus memulainya sekarang. Jika sudah, pastikan bahwa strategi investasimu sesuai dengan target yang ingin kamu capai dalam waktu jangka pendek ataupun jangka panjang.

Contohnya untuk jangka panjang dengan kurun waktu lima tahun ke atas, kamu bisa lakukan dengan menabung saham dan reksada saham, emas, atau properti. Sedangkan untuk jangka pendek sekitar 1- 3 tahun kamu bisa dengan investasi di deposito, reksadana pasar uang, atau obligasi.

Nah, itulah lima hal yang perlu kamu evaluasi secara berjangka yaitu setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Dengan kondisi keuangan yang sehat, dompetmu aman, hatimu senang dan tentu saja, kamu bisa menjadi berkat bagi lebih banyak orang. Ingat ya, kita ini adalah bendahara yang Tuhan percayakan dengan hartanya, jadi, yuk kita jadi pengelola yang baik.

Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:11-12)

Kamu mengalami pergumulan keuangan, yuk hubungi konselor kami di SAHABAT24. 

Kamu sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami https://bit.ly/InginDidoakan

Kamu butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami http://bit.ly/inginKonseling

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

2 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Natalia Christian 9 June 2020 - 10:03:12
Saya ingin sekali dibantu doa oleh teman2 seiman s... more..

IMA SAMOSIR 29 May 2020 - 14:22:54
'Terimkasih Tuhan Yesus untuk Semua yg Terjadi did... more..

Banner Mitra Juli 1-2


7245

Banner Mitra Juli 1-2