Soal Kasus Kridayanti dan Anak-anaknya, Ini Pelajaran yang Dipetik Orangtua Soal Sosmed

Soal Kasus Kridayanti dan Anak-anaknya, Ini Pelajaran yang Dipetik Orangtua Soal Sosmed

Lori Official Writer
772

Adalah hak orangtua mendidik anaknya yang jelas bertindak salah. Amsal 29: 15 berkata, "Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya."

Hal serupalah yang dilakukan oleh Krisdayanti dan suaminya Raul Lemos kepada kedua anaknya Aurel dan Azriel. Konflik hubungan orangtua dan anak ini muncul sejak putri sulung Anang Hermansyah dan Krisdayanti itu mengaku gak mendapat balasan WA dari sang ibu dan sulit bisa ketemu. Ungkapan itu disebar lewat sosial media. Sebagai public figure, postingan itupun dibanjiri komentar dari netizen yang menyudutkan sang ibu.

Masalah ibu dan anak ini semakin meluas karena Krisdayanti menyampaikan kalau masalah ini hanyalah kesalahpahaman saja. Dia pun mengunggah bukti percakapan yang dia lakukan bersama Aurel di sosial medianya. Gak sampai di situ, tapi konflik justru merembes pada anak keduanya Azriel yang merasa tidak nyaman karena sang ibu mengunggah percakapan tersebut kepada publik dan mengaitkan kepada ayah tirinya Raul Lemos.

Konflik hubungan orangtua dan anak seperti ini pastinya gak hanya dialami oleh Krisdayanti. Tapi ada banyak orangtua di luar sana yang juga sedang berjuang menghadapi hal yang sama.

Namun bedanya, konflik hubungan ini tidak seharusnya diumbar kepada publik. Apalagi jika hal ini dialami oleh keluarga dari kalangan selebritis.

Konflik keluarga harusnya menjadi masalah yang perlu diselesaikan secara personal antara orangtua dan anak. Namun di tengah kemajuan teknologi saat ini, baik anak maupun orangtua seakan tak lagi bisa memisahkan antara mana yang bisa dan yang tidak bisa dikonsumsi oleh publik. Jadi, gak heran kalau banyak konflik hubungan muncul karena kesalahpahaman.

Dari kasus Kridayanti dan anak-anaknya, orangtua bisa memetik pelajaran penting soal pemakaian sosial media.

1. Jangan Mengumbar Masalah Keluarga di Sosial Media

Hal ini gak hanya berlaku untuk orangtua. Tapi terlebih untuk anak. Tindakan Aurel jelas kurang tepat. Sama tidak tepatnya dengan tindakan Krisdayanti yang mengunggah percakapan pribadinya dengan sang anak kepada publik.

Sebagai orangtua adalah hak kita untuk melindungi privasi anak. Sekalipun anak salah atau keliru, sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk menyelesaikan masalah dengan upaya tatap muka. Bukan dengan memberikan pembelaan diri kepada publik, yang sebenarnya gak ada sangkut pautnya dengan keluarga kita.

Atau dengan kata lain membuktikan bahwa anak salah di depan publik itu sama sekali bukan tindakan yang bijaksana.

2. Orangtua Berhak Mendisiplinkan Anak

Adalah hak orangtua untuk mendidik anak. Saat anak salah, orangtua berhak menegur maupun memukul dengan tongkat (Amsal 29: 15). Tapi menjadi salah, kalau orangtua justru membela diri dan membenarkan sikap jika ternyata terbukti tidak memenuhi tanggung jawab sebagai orangtua seperti menyediakan waktu untuk anak, memenuhi kebutuhan anak dan sebagainya.


Baca Juga:

5 Nilai Penting Ini yang Perlu Ditanamkan ke Anak Sejak Usia Lima Tahun

Serba Online, Bagaimana Cara Orang Tua Mendampingi Anak Dari Internet?


3. Anak Cenderung Meniru Tindakan Orangtua

Sadar atau gak, anak akan meniru cara hidup orangtua. Karena itulah yang mereka lihat setiap hari. Misalnya, orangtua lebih sering berkomunikasi lewat sosial media, maka anak juga akan mengikuti hal serupa.

Sebaliknya, orangtua yang benar-benar mendisiplinkan diri dengan semua hal dari hidupnya. Seperti penggunaan waktu dan pemakaian sosial media atau gadget, maka anak pun akan menerapkan hal serupa.

Sehingga kebiasaan anak seperti mengumbar kondisi hidupnya di sosial media tidak akan terjadi.

Selain sosial media, perceraian orangtua juga jadi menyebabkan dampak buruk kepada anak. Salah satunya jika ternyata kedua orangtua kembali menikah dan punya anak, maka anak dari hasil pernikahan pertama akan merasa diabaikan. Hal inilah membuat anak kurang mendapat kasih sayang dan cenderung mencari perhatian dengan cara-cara yang kurang tepat.

Bagi setiap orangtua, mari merenungkan kembali bagaimana cara kita menyelesaikan konflik dengan anak. Jangan sampai hubungan orangtua dan anak renggang hanya karena metode komunikasi yang tidak tepat, apalagi melibatkan sosial media. 

Namun, bagi orangtua yang saat ini sedang menghadapi masalah hubungan dengan anak, kami menyediakan konseling untuk pemulihan keluarga. Anda bisa menyampaikan masalah dan mendapatkan solusi yang dibutuhkan lewat pesan WhatsApp ke link DI SINI.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami