Mau Tinggal Terpisah Dari Orang Tua? Ajukan 3 Pertanyaan Ini Pada Dirimu Dahulu

Mau Tinggal Terpisah Dari Orang Tua? Ajukan 3 Pertanyaan Ini Pada Dirimu Dahulu

Claudia Jessica Official Writer
793

Ada begitu banyak faktor mengapa seorang anak memutuskan untuk tinggal terisah dari orang tua. Baik itu merantau untuk menempuh pendidikan, melakukan pekerjaan atau bahkan panggilan Tuhan yang mengharuskanmu untuk pergi jauh dari orang tua.

Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua, tanyakanlah tiga hal ini kepada dirimu sendiri.

Baca juga: Tinggal Terpisah Dari Orang Tua Karena 3 Alasan Ini, Bijak Gak Sih?

1. Apakah orang tua membutuhkan kamu?

Seiring bertambahnya usia orang tua, tentu saja mereka membutuhkan perawatan. Terutama ketika orang tua kita sudah berusia lanjut, memiliki penyakit, dan membutuhkan dukungan.

Jika kamu merasa dipanggil oleh Tuhan di tempat lain, keputusan untuk meninggalkan orang tua seperti ini bukanlah keputusan yang mudah.

Namun, banyak dari kita merasa bahwa kita meninggalkan mereka. Tapi akan sangat menenangkan jika ingat bahwa mereka adalah orang tua kita. Meskipun mereka akan merindukan kita kelak.

2. Apakah kamu masih bisa menemui orang tuamu?

Di zaman teknologi canggih seperti sekarang, kita bisa memanfaatkan pesan teks bahkan panggilan video untuk tetap terhubung meskipun jarak memisahkan. Tidak seperti pada zaman di Alkitab yang harus melakukan perjalanan jauh untuk menemui seseorang yang terpisah jarak.

Keluarga adalah bagian dari hidup kita yang penting. Pertimbangkan kembali apakah kamu masih bisa mengunjungi keluarga ketika untuk liburan, atau apakah kamu bisa pulang jika ada keadaan darurat. Akan lebih baik jika kamu bisa melakukan hal tersebut.

3. Apakah kamu pindah karena kamu kabur?

Pada titik tertentu, sebagian besar dari kita merasa terkekang oleh orang tua dan merasa ingin pergi untuk menghindarinya. Meskipun kekerasan adalah hal yang sangat berbeda, ada baiknya untuk bertanya pada diri sendiri apa alasan kita sehingga begitu ingin untuk pergi adalah untuk melarikan diri dari konflik?

Efesus 4:26 mengatakan “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”

Sebaliknya, kita harus menyelesaikan konflik. Alih-alih pergi menghindari konflik, penting bagi kita untuk menghormati ayah dan ibu kita untuk mencari rekonsiliasi.

Meskipun rekonsiliasi ini nantinya membuat kita pergi jauh, kita tetap harus memperimbangkan untuk berdamai. Kamu masih bisa tetap pergi setelah berdamai, atau kamu bisa tetap tinggal di rumah. Keinginan untuk pindah mungkin merupakan masalah yang lebih dalam.

Pada akhirnya, perjalanan setiap orang adalah unik dan Tuhan memanggil kita semua dengan tujuan yang berbeda. Kita tidak memiliki kewajiban untuk tetap berada di dekat orang tua sekalipun mereka menginginkannya.

Tuhan memanggil orang-orang menjauh dari keluarga mereka dan mencari pimpinan Tuhan tidak bertentangan dengan menghormati ayah dan ibu kita.

Sumber : crosswalk.com

Ikuti Kami