Bagaimana Menghindari Gereja Online Mengkanibal  Gereja Tatap Muka

Bagaimana Menghindari Gereja Online Mengkanibal Gereja Tatap Muka

Puji Astuti Official Writer
2294

Di masa wabah COVID-19 ini, gereja mau tidak mau mengalihkan ibadahnya ke media online. Namun bagaimana setelah wabah ini berlalu, apakah gereja dengan tatap muka akan kembali berkembang atau malah tergantikan dengan ibadah online? Bisakah ibadah online dan tatap muka berjalan berdampingan, bukan malah melakukan kanibalisasi atau mematikan satu sama lain?

Pertanyaan itu dijawab oleh Pastor Tan Seo How pendiri Heart Of God Chuch (HOGC) Singapura.

“Saya terus mendengar orang berkata, ‘Kapan hal ini kembali normal..’” demikian tulisnya dalam artikel berjudul, “How to differentiate your online & on-site church to prevent cannibalization” di websitenya www.pastorhow.com.

Menurut Pastro How, bahkan saat kondisi kembali normal, semua tidak akan sama lagi, itu sebabnya kondisi ini disebut “new normal” atau normal yang baru.

“Gereja yang dulu kita kenal berakhir.

Debat tentang gereja online berakhir. Online menang.

Berhentilah mencoba memasukan jin online kembali ke botol.

Sebaliknya, gunakan tiga permintaanmu dengan bijak,” demikian tulisnya.

Apa saja tiga permintaan itu menurut sudut pandang Pastor How?

Permintaan #1 : Aku berharap gerejaku kuat dalam kedua hal, baik ibadah online maupun tatap muka.

Ya DUA-DUANYA!

Gereja online telah bergerak dari pelayanan sampingan menjadi yang garis depan.

Sekarang kamu harus membangun dua garis depan.

Sifat alami konsumsi  konten  telah berubah dari tatap muka menjadi online.

Jemaat setiamu telah terekspos kepada gereja online.

Pelanggan setiamu yang selama ini bertatap muka telah diperkenalkan kepada layanan pesanan dan antar online.

Mereka kini telah merasakan madunya dan mereka suka.

Dilain pihak jemaat yang dilayani secara tatap muka biasanya lebih setia dengan gereja “rumah” mereka, sedangkan penonton online adalah poligami (menonton beberapa tayangan ibadah gereja yang berbeda-red).

Jika kamu tidak memberi pilihan online, mereka akan minum dari sumur yang lain.

Mereka yang tidak bergereja juga telah mengambil setengah langkah menuju gereja dan kekristenan seperti itu.

Kamu tidak bisa memutus kebiasaan mereka itu setelah krisis corona virus. 

Sumber : https://asiaevangelicals.org/

Ikuti Kami