Mengapa Kebahagiaan Datang dan Pergi?

Mengapa Kebahagiaan Datang dan Pergi?

Claudia Jessica Official Writer
      888

Matius 5:6

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan."

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 1; Yohanes 11; 1 Tawarikh 13-15

Para peneliti secara konsisten menempatkan Skandinavia sebagai orang paling bahagia di Bumi. Tetapi sekalipun kamu bukan orang Skandinavia, kamu masih bisa menemukan kebahagiaan.

Menurut Alkitab, jika kamu mengenal Tuhan dan menemukan rencana-Nya untuk hidupmu, kamu akan menemukan kebahagiaan yang kamu cari. Kebahagiaan tidak datang dari usaha sendiri untuk bahagia. Tetapi kebahagiaan datang dari mengenal dan mencari Tuhan yang menciptakan kita dan menemukan rencana dan tujuan-Nya untuk hidup kita.

C. S. Lewis mengatakan ini tentang kebahagiaan: “Tuhan merancang mesin manusia untuk berjalan kepada diri-Nya. Dia sendiri adalah bahan bakar yang dirancang untuk dibakar oleh roh kita, atau makanan untuk roh kita dirancang untuk dimakan. . . . Tuhan tidak dapat memberi kita kebahagiaan dan kedamaian yang terpisah dari diri-Nya, karena itu tidak ada di sana. Tidak ada hal seperti itu.”

Alkitab mengatakan jika kamu haus dan lapar akan kebenaran, maka kamu akan bahagia. Yesus berkata “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6). Kata dipuaskan juga dapat diterjemahkan dengan “bahagia.”

Dunia ini memang menjanjikan kebahagiaan, tetapi itu tidak akan menghasilkan apa-apa dan itu hanyalah kebahagiaan sesaat yang kita alami dengan pasang surut. Terkadang dia datang dan pergi lagi. Tergantung seperti apa hidup kita.

Jika semuanya berjalan cukup baik, maka kita akan bahagia. Tapi ketika semuanya menjadi sulit, tidak ada lagi kebahagiaan. Itu bukanlah kebahagiaan sejati.

Dikutip dari artikel majalah Time, Gregg Easterbrook berkata, “Cinta, persahabatan, keluarga, rasa hormat, tempat di komunitas, keyakinan bahwa hidup kita memiliki tujuan. Itulah yang terpenting dalam kepenuhan hidup manusia, dan itu tidak dapat dibeli dengan uang.”

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus kita cari secara langsung, menurut Alkitab. Itu dalah hasil dari mencari sesuatu yang lain. Jika kamu mencari kekudusan, maka kamu akan menemukan kebahagiaan sebagai hasilnya.

Related Articles

Live Chat

Email

Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566

Whatsapp
0822 1500 2424

Ikuti Kami