Viral Video Warga Maluku Walau Beda Agama Doakan Bidan Yang Diduga Terpapar COVID-19

Viral Video Warga Maluku Walau Beda Agama Doakan Bidan Yang Diduga Terpapar COVID-19

Puji Astuti Official Writer
767

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok masyarakat yang memberi semangat dan berdoa untuk seorang bidan yang diduga terpapar virus corona menjadi viral, pasalnya mereka yang  menyatakan dukungan untuk bidan tersebut berbeda agama. 

Dalamvideo tersebut tampak dari jendela belakang sebuah mobil ambulan seorang wanita memakai jilbab sedang  duduk. Di jalan tampak beberapa orang berjarak beberapa meter meneriakan ucapan penyemangat. 

"Jangan takut, bidan. Jangan takut, Tuhan Allah beserta engkau," ucap pria dalam video tersebut.  

Dia juga menyatakan bahwa “kita satu dalam Tuhan,” dan mengajak berdoa bersama. 

“Segala kemulian hanya kami persembahkan bagi Engkau Tuhan, Allah yang maha besar yang mengasihi kami. Engkau pencipta kami manusia Tuhan, kami banyak kekurangan. Tapi kami percaya kuasamu tidak pernah tinggal diam melihat keadaan kami. Hamba serahkan bidan kami ke dalam tangan-Mu, Tuhan. Kau lindungi dia, berikan kekuatan, kesehatan dari sorga. Pulihkan sakitnya. Kami berdoa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Darah Yesus menyatakan kebesaranmu Tuhan, berikan kesembuhan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus,” demikian doa yang dipanjatkan. 

Doa tersebut ditutup dengan mengutip Matius 18:19, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” Melalui doa tersebut, mereka memohon kesembuhan terjadi atas bidan tersebut. 

Dari dalam ambulan tampak sang bidan menganggukan kepala sambil mengatupkan tangannya serasa berterima kasih untuk dukungan dan doa yang diberikan. 

Berdasarkan berita yang dirilis oleh Kompas.com, kejadian ini terjadi di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.  Apa yang dilakukan warga tersebut dikoordinir oleh relawan lawan COVID-19 Desa Kairatu pada Kamis (14/5/2020), sebagai bentuk dukungan dan dorongan semangat. 

Baca juga : 

Indonesia Umumkan Ikut Berpartisipasi Dalam Hari Doa Sedunia, Begini Acaranya!

Doakan Penemuan Vaksin Corona, 14 Mei Jadi Hari Puasa Seluruh Umat Beragama di Dunia

Koordinator lawan Covid-19 Desa Kairatu, Gidion Siwalette mengatakan mendapat informasi mengenai bidan yang dinyatakan reaktif saat rapid test corona. Dia dan kawan-kawan berinisiatif memberikan dukungan agar bidan tetap semangat. 

"Jadi setelah kami mendapat informasi semua petugas medis di Puskesmas Kairatu menjalani rapid test pada tanggal 13 Mei kemarin, dan hasilnya ada satu bidan berinisial N yang reaktif, sehingga diputuskan untuk dibawa ke Ambon. Jadi kami langsung bikin aksi solidaritas,” demikian pernyataan Gideon yang dikutip oleh Kompas.com. 

Selain doa, mereka juga datang ke pukesmas setempat sambil menyanyikan lagu gadong, atau lagu persaudaraan. Hal itu dilakukan untuk memberi semangat pada para petugas medis dan bidan yang reaktif rapid tes tersebut. 

Maluku sendiri dikenal dengan tradisi pela-gadong, sebuah adat atau system budaya yang merupakan ikatan persaudaraan dan persahabatan dengan filosofi saling tolong menolong dalam keadaan aman ataupun susah. Tradisi pela-gadong ini menjadi ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang menjalin kerukunan  antara satu negeri, baik yang sedaratan dan berlainan pulau, antar etnis dan bahkan dengan agama yang berbeda. 

Inilah bagian dari kearifan lokal Indonesia, sesuatu yang harus kita jaga dan lestarikan. Perbedaan bukanlah pemisah, apapun keadaannya kita bersaudara dan harus saling tolong menolong  tanpa memandang latar belakang sosial, etnis ataupun agamanya. Semangat terus Indonesia, kita pasti bisa melalui masa sulit ini bersama. 

#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI
Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami