3 Fakta Soal Tagar #IndonesiaTerserah Warganet yang Lagi Booming

3 Fakta Soal Tagar #IndonesiaTerserah Warganet yang Lagi Booming

Lori Official Writer
794

Tagar #IndonesiaTerserah jadi topik pembahasan masyarakat. Tagar ini sendiri muncul setelah dibagikan oleh sejumlah tenaga medis yang tampaknya sudah gak lagi tahan dengan ketidakpedulian masyarakat terkait pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Tagar ini pun akhirnya menjadi viral setelah banyak dibahas oleh warganet. Adapun 3 fakta tentang kemunculan tagar ini diantaranya:

Fakta 1: #IndonesiaTerserah adalah bentuk kekecewaan ke pemerintah

Munculnya tagar #ndonesiaTerserah adalah bentuk protes dan kekecewaan sebagian masyarakat, khususnya tenaga medis pada aturan pemerintah yang melonggarkan aktivitas di masa-masa pandemi ini.

Salah satu hal yang dianggap paling krusial adalah ketika Bandara Soekarno –Hatta mengalami penumpukan penumpang dengan tidak mematuhi protocol kesehatan yang sudah ditentukan.

Fakta 2: #IndonesiaTerserah jadi kritik keras terhadap masyarakat

Tagar ini juga dianggap sebagai kritik atas perilaku sebagian masyarakat yang tidak disiplin dengan protokol pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya adalah dimana masyarakat masih ditemukan berkerumun di ruang-ruang publik di masa-masa pandemi ini.

Dengan tagar #IndonesiaTerserah, warganet pun mengomentari tindakan pemerintah dan masyarakat saat ini.

"Ini yang bikin kita harus berdamai dengan Corona, karena banyak yang ga bisa dikasih tahu kalau kita lagi perang dan banyak juga yg tdak mau diajak perang New Normal #indonesiaterserah," tulis akun @yohisoyoh.

“Saat ini slogan yg muncul Indonesia Terserah... Lama lama nanti akan muncul Pemerintah Terserah...!!!” komentar akun @kalijaga113.

Ada juga yang mengaku kecewa karena ternyata masa tinggal di rumah yang dilakukan selama dua bulan terakhir berujung sia-sia.

“Sia-sia rebahanku selama 2 bulan lebih ini. Jika kalian semua masih keluyuran dan gk menaati peraturan. Jangan salahkan jika herd imunity diterapkan, karena itu ulah kalian sendiri. INDONESIA TERSERAH.” tulis akun @cepirul.


Baca Juga:

Indonesia Umumkan Ikut Berpartisipasi Dalam Hari Doa Sedunia, Begini Acaranya!

McD Sarinah Resmi Tutup Permanen, Warga Justru Berkumpul Disaat Masa PSBB


Fakta 3: Pemerintah responi dan dorong masyarakat hargai tim medis

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa sejak awal pemerintah mendukung penanganan pandemi virus ini dengan memberikan himbauan kepada masyarakat.

Dia menyampaikan bahwa tindakan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada tim medis yang bertugas menangani pasien yang terpapar. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk bekerja sama.

“Kalau seandainya masyarakat ada yang terpapar lantas sakit dirawat di rumah sakit, apalagi dengan jumlah yang banyak dan tempat perawatannya penuh, maka yang sangat report adalah tenaga dokter, termasuk perawat,” ucap Doni.

Dia juga mengungkapkan bahwa tenaga medis Indonesia yang terbilang cukup sedikit tidak akan mampu menangani pasien jika jumlahnya terus menerus bertambah.

“Total dokter kita kurang dari 200 ribu orang, dokter paru 1976 orang. Artinya satu dokter paru harus layani sekitar 245 ribu warga negara Indonesia sehingga apabila kita kehilangan dokter maka ini kerugian yang sangat besar buat bangsa kita,” terangnya.

Seperti diketahui, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Indonesia memang terus bertambah. Meski begitu, sepekan belakangan ini pemerintah tampak mulai melonggarkan beberapa aturan. Sehingga masyarakat mulai merasa jika kondisi saat ini sudah aman untuk keluar rumah. Sementara tim medis yang bertugas menilai sikap pemerintah dan kesadaran masyarakat yang lemah ini justru hanya akan menambah beban tugas yang mereka emban selama menangani  para pasien. Belum lagi sikap masyarakat yang acuh tidak acuh ini juga menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang masih tetap memilih untuk tinggal di rumah.

Semua orang pasti setuju kalau kondisi dua bulan belakangan ini memang gak mudah dijalani. Tapi bagaimanapun cara inilah yang paling efektif untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang lebih besar.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami