Puji Astuti

Official Writer
261


Seorang pendeta kelahiran Myanmar dan tiga orang lainnya menghadapi ancaman penjara selama 3 tahun karena membuat ibadah dalam kerumunan besar  di masa wabah corona.

Pendeta dengan paspor Kanada bernama David Lah, dan tiga orang lainnya yang berada di Yangon dituntut dengan Undang-undang Manajemen Bencana Natural  2013 oleh pemerintah Myanmar. Menurut lembaga International Christian Concern (ICC) yang berbasis di Amerika, David Lah dan tiga orang lainnya menghadapi ancaman penjara selama 3 tahun dan kemungkinan denda.

Berdasarkan keterangan komite penanganan COVID-19 di wilayah Yangon, David Lah dan dua orang temannya mengadakan pertemuan besar di Yangon pada 13 Maret lalu, sedangkan satu orang terdakwa lagi adalah seorang anggota jemaat, demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Dalam kotbahnya yang diposting  pada akhir Maret lalu, David berkata, "Jika kamu mendengarkan firman Tuhan, virus tidak akan mendekat kepadamu, aku nyatakan ini dengan roh Yesus Kristus."

Beberapa minggu kemudian, sekitar 20 orang yang hadir dalam pertemuan tersebut dites dan dinyatakan positif COVID-19, diantaranya adalah David Lah sendiri, seorang pendeta terkenal di Myanmar, dan bintang music rock Myo Gyi.

Baca juga : 

Ketahuan Lakukan Pertemuan Ibadah, Pendeta Myanmar Ini Dijatuhi 6 Bulan Penjara

Doakan Penemuan Vaksin Corona, 14 Mei Jadi Hari Puasa Seluruh Umat Beragama di Dunia

Karena kejadian ini, ICC melaporkan bahwa orang Kristen Myanmar menghadapi kritikan dan juga rasa permusuhan dari masyarakat yang mayoritas adalah penganut Budha.

Para pemimpin Kristen Myanmar mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam melawan COVID-19  ini dalam kesatuan dan kasih, mereka juga mengajak untuk jangan mengunggah atau membagikan berita bohong, foto atau video di Facebook yang mungkin bisa menyinggung agama. Namun di saat bersamaan sentiment anti-Kristen meningkat di social media.

Pada 7 Mei lalu, Pendeta David Lah sudah keluar dari rumah sakit dan menjalani karantina selama 21 hari di sebuah hotel di Yangon.  David Lah adalah seorang pendeta kelahiran  Myanmar yang tinggal di Toronto, Kanada yang melalui akun Facebooknya mengatakan bahwa saat ini ia sedang melakukan “touring ke berbagai penjuru dunia untuk memberitakan Injil.”

Negara yang dulu dikenal dengan nama Burma ini dipimpin oleh rezim militer. Walau demikian, saat ini untuk pertama kalinya Myanmar memiliki seorang wakil presiden beragama Kristen.

Hingga hari Minggu (17/05/2020) lalu, di Myanmar sudah ada 184 orang positif COVID-19, 97 orang sembuh dan 6 orang meninggal. 

Masa wabah corona ini ada banyak perubahan yang harus terjadi, termasuk dalam tata cara ibadah. Untuk itu orang Kristen harus berhikmat dan juga tetap mentaati aturan yang diberikan oleh pemerintah. Sebab aturan social distancing yang diberlakukan hampir di semua negara ini pada dasarnya untuk menjaga agar penyebaran virus tidak semakin meluas.

Yuk berdoa agar wabah ini bisa segera di atasi, berbagai usaha untuk menemukan obat dan vaksin dapat segera membuahkan hasil dan agar masyarakat diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani masa-masa sulit ini. 

#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI

Sumber : Christianpost.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer

Ning Ng 21 April 2020 - 01:06:59

Kesaksian mendapat anak

0 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra Mei 2


7257

Banner Mitra April Week 3