Dari Idola Jadi Penyembahan Berhala, Orang Kristen Wajib Waspada!

Dari Idola Jadi Penyembahan Berhala, Orang Kristen Wajib Waspada!

Puji Astuti Official Writer
1490

Sudah berapa episode drama Korea yang kamu tonton nih? Atau jangan-jangan selama WFH kamu marathon nonton semua drakor. Atau kamu suka film-film Hollywood dengan actor seperti Chris Hemsworth atau Chris Evans. 

Nah, hati-hati ya, jangan sampai kamu mengidolakan seseorang secara berlebihan. 

Tahukah kamu bahwa mengidolakan seseorang, seperti artis atau selebriti berdampak pada kondisi mental seseorang. Pada porsi normal, mengidolakan seseorang dapat menambah percaya diri dan membuat orang itu merasa lebih baik tentang dirinya sendiri. 

Sebagai contoh, saat seseorang mengidolakan artis Korea, ia sebenarnya sedang menempatkan dirinya pada posisi artis tersebut. Ketika ia mengikuti gaya pakaianya, gaya rambutnya, mengikuti gerakan tarian dan juga hafal lagu-lagunya, yang mereka bayangkan adalah dirinya sebagai artis tersebut. 

Menurut Medicaldaily.com, mengidolakan seseorang bisa dilakukan oleh setiap usia, mulai dari anak-anak, remaja, bahkan hingga orangtua. Pada taraf kekaguman saja, hal tersebut masih terbilang sehat. Namun ada tahapan dimana kekaguman pada idola bisa berubah menjadi sakit mental, sebuah penyakit yang dalam dunia psikologi dikenal sebagai "Celebrity Worship Syndrome."

Celebrity Worship Syndrome ini bisa berdampak hingga seseorang mengalami kegelisahan, depresi, stres, gambar diri yang buruk, isolasi, dan juga perilaku obsesif-kompulsif. 

Sosok yang diidolakan bisa  siapa saja, mulai dari penyanyi, aktor film, tokoh politik, dan bahkan selebriti rohani seperti pendeta atau pemimpin pujian di sebuah gereja. 

Pandangan Alkitab tentang mengidolakan seseorang

Jika hanya sampai kekaguman saja, tentu saja semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun saat mengagumi seseorang, kita perlu mengajukan beberapa pertanyaan penting seperti : 

- Apakah nilai-nilai yang dia wakili, baik secara pribadi ataupun karya-karyanya?

- Apa dampaknya terhadap hidupmu ketika kamu mengidolakan dia?

- Seberapa besar waktumu dan sumber dayamu (uang, waktu, dll) yang kamu pakai untuk idolamu itu?

Cobalah jawab dengan jujur pertanyaan di atas, lalu bandingkan dengan waktu, perhatian dan sumber daya yang kamu dedikasikan untuk Tuhan. 

Baca juga : 

Pendeta Stefanus Liong, dari Penyembah Berhala, hingga Melayani Tuhan Yesus

Ini Cara Untuk Menghancurkan Berhala Dalam Hidupmu Hingga Menjadi Abu


Dalam Ulangan 4:23-24 dituliskan, "Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat. Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu."

Ya, kita harus tahu bahwa Allah kita adalah Allah pencemburu. Dia tidak mau hati dan perhatian anak-anak-Nya  dicuri oleh berhala dan juga semua hal lain, yang notabene adalah ciptaan. 

Kekaguman pada selebriti dan bahkan kepada tokoh-tokoh rohani seperti pendeta bisa berubah menjadi penyembahan berhala. Sama seperti penyembahan berhala yang dilakukan oleh Bangsa Israel dalam Keluaran 32:1, mereka membuat sebuah patung untuk menggantikan Tuhan, dan mengidolakan seseorang bisa menjadi hal yang sama. 

Lalu apa ciri-cirinya kita sudah mulai menyembah idola kita : 

1. Kita lebih mempromosikan idola kita dan gaya hidupnya daripada membagikan firman Tuhan (Kolose 3:5). Gaya hidup duniawi yang dikuasai oleh hawa nafsu dan amoralitas, hal inipun sudah masuk dalam penyembahan berhala. Apalagi kalau kita malah mempromosikannya hal tersebut melalui hidup kita dan akun sosial media kita, bukankah itu sudah salah kaprah? 

2. Kita mempercayai semua yang dikatakan oleh idola tersebut, dan menjadikannya standar kebenaran dalam hidup tanpa menyaringnya dengan kebenaran Firman Tuhan. 

3. Kita mengikuti gaya hidup sang selebrity, mulai dari yang terlihat secara fisik seperti gaya pakaian, penampilanmu, hingga nilai-nilai kehidupanmu. 

Alkitab mengajarkan dalam Efesus 4:17-24, bahwa semua itu adalah bagian dari manusia lama yang harus ditanggalkan/dilepaskan. Sebaliknya kita harus mengenakan gaya hidup manusia baru yang dituntun oleh ajaran kebenaran Yesus Kristus. 

Kita harus sadar bahwa kita tidak bisa menggantikan posisi Allah dalam hidup kita dengan sosok lain. Akan ada rasa kekosongan dalam hatimu ketika kamu menggantikan Allah dengan sosok lain, dan pada akhirnya hal tersebut menghancurkan hidupmu sendiri, bukan hanya secara mental seperti dampak Celebrity Worship Syndrom di atas, namun juga kita mendatangkan murka Allah dalam hidupmu. 

Semoga JCers ngga sampai menjadikan idola sebagai berhala dalam hidup ya. Pastikan bahwa Tuhan Yesus tetap menjadi yang terutama dalam hidupmu, untuk itu luangkan lebih banyak waktu dan sumber dayamu untuk Tuhan. 


#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami