Mengerikan, COVID-19 di Amerika Picu Rasisme dan kekerasan Terhadap Orang-orang  Asia

Mengerikan, COVID-19 di Amerika Picu Rasisme dan kekerasan Terhadap Orang-orang Asia

Puji Astuti Official Writer
1038

Wabah corona ini menebarkan kepanikan dan ketakutan di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Namun ada fenomena menyedihkan karena COVID-19 ini juga memicu rasisme dan tindakan kekerasan kepada orang Asia.

Menurut survey dari Center for Public  Integrity and Ipsos, dari 10 orang Amerika 3 diantaranya menyalahkan China atau orang China sebagai penyebab tersebarnya virus corona. Kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap orang Asia pun terus bertambah.

Sepertiga responden menyatakan bahwa mereka menjadi saksi bagaimana seseorang menyalahkan orang Asia atas adanya wabah virus corona ini.

Di Texas, seorang remaja pria bernama Jose Gomez menyerang tiga anggota keluarga berdarah Asia, termasuk anak berumur 2 tahun dan 6 tahun ditusuk dengan pisau. Halitu dilakukannya kerana ia berpikir keluarga itu adalah orang China dan menyebarkan virus corona.

Baca juga : 

Apa Sih Pandangan Tuhan Soal Rasisme? Baca Ini dan Ubah Penilaianmu Soal Orang Lain…

Suami Meninggal Saat Jalani Isolasi Covid-19, Helena Selvie Berperang Sembuh Karena Tuhan

Di kota New York seorang wanita Asia berusia 51 tahun diserang oleh 4 remaja putri di sebuah bus dan dipukul dengan payung hingga lukanya perlu dijahit. Ini adalah salah satu dari 11 kasus penyerangan terhadap orang Asia Amerika , dan 75 kasus di seluruh Amerika.

Beberapa minggu lalu, sebuah lembaga berenama Asian American Christian Collaborative membuat pernyataan bersama meminta untuk "menghentikan segera retorika xenophobia, kejahatan rasial, dan kekerasan terhadap rakyat dan komunitas kita."

Direktur The Gospel Coalition, Julius Kim seorang Amerika berdarah Korea menyatakan bahwa sikap rasisme ini seperti kanker, yang tidak bisa diobati hanya dengan memberi obat merah dan memplester lukanya, tapi harus lebih dalam mencari akarnya serta mengobatinya dengan kemoterapi.

“Kemoterapi dan radiasi kita adalah berita Injil,” demikian ungkap Kim.

Karena orang Kristen hanya bisa secara konsisten dan efektif melawan rasisme dengan pekerjaan Roh Kudus yang mengubahkan. Dan hanya berita Injil yang bisa memberikan motivasi dan juga tempat untuk memerangi rasisme.

Untuk itu Kim mengajak orang-orang Kristen sekaranglah waktunya untuk menunjukkan kasih dan kuasa berita Injil Kristus.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua orang non-Asia bersikap rasis, masih ada banyak orang yang mengasihi dan mendukung orang-orang Asia. Untuk itu ia terus menguatkan agar semua pihak tetap mengarahkan pandangan kepada Yesus di tengah-tengah masa sulit ini.

Di Amerika Serikat saat ini 1,18 juta orang dinyatakan positif corona, dan 153 ribu orang yang sembuh, sedangkan yang meninggal mencapai 68,286 orang. Ditengah kondisi ini, Presiden Donald Trump mendukung kelompok menentang lockdown dan menuntut untuk dibukanya kembali aktivitas ekonomi di negeri tersebut.

Mari berdoa terus untuk penanganan COVID-19 di seluruh dunia, agar wabah ini segera tertangani. Berdoa juga agar virus kebencian dan rasisme tidak menyebar dan memperburuk keadaan, serta kiranya Roh Kudus bekerja di tengah-tengah orang percaya sehingga Injil dan kasih Kristus terus diberitakan melalui berbagai media. 

#LOVEINACTION : Yuk bantu sesama yang terdampak COVID-19 dengan pemberian sembako, donasi KLIK DISINI

Sumber : TGC

Ikuti Kami