Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
808


Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1: 26)

Menilai seseorang dari warna kulit, bentuk fisik dan bahkan keyakinan yang dianut seseorang adalah dosa besar yang sudah ada sejak dulu.

Sementara Allah sendiri berfirman soal hal ini sejak dari awal masa penciptaan. “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” (Kejadian 1: 26).

Dari ayat ini, terkandung janji Allah yang paling kekal bagi manusia yaitu menjadikan kita (manusia) serupa dengan cerminan-Nya.

Tak seorang pun yang seperti Tuhan. Tapi setiap orang membawa beberapa atribut Allah yang bisa menular. Seperti kebijaksanaan, cinta, anugerah, kerinduan untuk selama-lamanya. Ya, kita dibuat sesuai dengan gambaran-Nya.

Sayangnya, dosa mengubah citra baik ilahi ini. Para psikolog keliru kalau mereka memberitahumu untuk melihat dirimu sendiri dan menemukan nilai dirimu di sana. Isi majalah-majalah juga salah saat mereka menyarankanmu untuk diet, punya badan berotot, wajah harus mulus dan bebas jerawat, atau tubuhmu harus selalu wangi sepanjang hari. Ada banyak film menyesatkan yang menawarkan pengetahuan, kecerdasan atau kekayaan. Para pemimpin agama justru menyampaikan kebohongan saat mereka menilaimu berdasarkan seberapa rajin kamu pergi ke gereja, seberapa disiplin hidupmu atau seberapa rohaninya hidupmu.

Alkitab justru menyebutkan sebaliknya, dimana Tuhan menyampaikan dengan jelas bahwa Dia mengasihimu apa adanya. Kamu berharga dimataNya karena kamu punya kemiripan denganNya. Hal inilah yang disampaikan Daud dalam Mazmur 17: 15, “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.”

Bayangkan betapa indahnya dunia kalau saja semua orang memilih percaya bahwa ‘Mereka diciptakan untuk kemuliaan Tuhan dan diciptakan sesuai dengan gambaranNya’.

Baca Juga :

Sebuah Gejolak Tindakan Rasis

Serupa Gambaran Allah

Bayangkan dampaknya kalau saja semua orang menghidupi janji ini. tentu saja tak akan ada kebencian, permusuhan dan bahkan rasisme terhadap orang lain. Api permusuhan tak akan berkobar kalau setiap orang memandang sesamanya adalah ciptaan Allah sendiri.

Seorang bos tidak akan berlaku seenaknya terhadap karyawannya kalau dia memandang karyawannya adalah ciptaan Tuhan. Orang-orang miskin, sakit jiwa, narapidana atau pengungsi tidak akan dikucilkan kalau semua orang memahami bahwa mereka berharga di mata Tuhan.

Tak akan ada tindakan yang terlalu kejam dialami seseorang kalau semua orang memahami janji penciptaan ini.

Baik orang tua atau kakek dan nenek juga memahami kebenaran ini. Aku ingat waktu putriku Jenna mengandung cucu pertama kami. Dia masih berbentuk bulat. Jauh sebelum Jenna melahirkan Rosie, cucuku, aku sudah mencintainya. Aku belum pernah melihatnya, tapi aku sudah mencintainya. Dia tak melakukan apapun untuk mendapatkan cintaku. Tapi aku mencintainya. Dia tak pernah membuatkanku kopi, atau memanggilku kakek. Dia bahkan tak pernah menyanyikan sebuah lagu atau menari bersamaku. Dia sama sekali tak pernah berbuat apa-apa!

Tapi tetap saja aku mencintainya.

Aku akan melakukan apa saja untuknya. Ini bukan ungkapan hiperbola! Tapi aku benar-benar mencintainya. Karena dia memiliki sebagian dari yang ada di dalam diriku.

Begitu pulalah cara kerja Tuhan saat mencintai kita. Karena Dia menciptakanmu, maka kamu adalah milikNya.

Jadi, bagaimana sebenarnya Tuhan mengajarkan kita untuk menghormati tetangga kita? Apa solusi Tuhan atas rasisme yang terjadi di tengah masyarakat kita, khususnya ketika ada orang yang diperlakukan dengan kekerasan dan bahkan harus merenggut nyawa. Solusi sementara yang bisa dilakukan pemerintah adalah membuat ketetapan tertulis. Atau memperkuat pengajaran agama kepada masyarakat.

Namun solusi ini hanyalah bersifat sementara. Tapi Tuhan punya solusi yang terbaik, bahkan hal ini sudah disampaikanNya sejak awal penciptaan, bahwa setiap manusia adalah gambaranNya. Dan Tuhan sama sekali tak menghendaki sesama ciptaanNya untuk saling membenci, bermusuhan atau bahkan merendahkan.

Sumber : Disadur dari tulisan Max Lucado/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

antonia anton 14 December 2018 - 16:16:46

stress

1 Answer

Fir Daus 11 December 2018 - 09:14:14

sebutkan ukuran kertas yang bisa digunakan dalam m.. more..

0 Answer

Nita 10 December 2018 - 01:44:48

Kenapa susah tidur

1 Answer


chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Lina 2 December 2018 - 15:32:08
Bantu saya Dan doakan saya selalu kuat di dalam Tu... more..

Banner Mitra Week 2


7227

advertise with us