Lori

Official Writer
867


Gedung Putih berencana akan mengeluarkan kebijakan baru terkait langkah-langkah yang harus diambil dalam menjalankan kembali aktivitas di berbagai sektor termasuk membuka gedung gereja untuk ibadah.

Kebijakan atas rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) ini sendiri telah dituliskan dalam kertas sebanyak 17 halaman dan telah diterbitkan pada 27 April 2020. Meski begitu CDC menyarankan kepada gereja dan rumah ibadah lainnya untuk melakukan pembatasan pertemuan publik di tahap pertama pembukaan. Mereka juga masih disarankan untuk melakukan ibadah secara virtual.

Selain itu, pihak gereja juga diminta untuk membatasi kontak langsung dengan meniadakan kertas lagu atau bahan untuk ibadah dan mempertimbangkan untuk menggunakan kotak koleksi di satu tempat. Gereja juga dianjurkan untuk meniadakan paduan suara atau grup musik selama ibadah. Setidaknya jumlah anggota yang terlibat dalam ibadah bisa dikurangi dari biasanya.

Selain Washington, wilayah Missouri juga akan memberlakukan kebijakan baru ini dan akan dimulai pada 4 Mei 2020 mendatang.


Baca Juga: 

Keadaan Makin Membaik, Gereja Korea Selatan Ini Dibuka Kembali Buat Ibadah

Wabah Virus Corona di Italia Mereda, Dulu Gereja Dipenuhi Peti Mati Kini Sudah Kosong


Namun berbeda halnya dengan sebuah gereja di New York yang memilih untuk menahan pembukaan gereja demi mendukung pencegahan penyebaran virus secara meluas. Namun gereja ini mungkin akan mencoba dengan membuat perkumpulan kecil saja.

"Saya merasa kita melakukan kesalahan di sisi kehati-hatian untuk memberantas virus mematikan ini dari komunitas kita dan akan terus mengikuti arahan pemerintah setempat. Saya ingin melihat apakah missa luar ruang dengan peserta yang tinggal di mobil mereka latak sebagai tindakan sementara jika tidak diizinkan berkumpul di gedung-gedung gereja," kata Uskup Douglas Lucia.

Sementara kebijakan pembukaan kembali aktivitas ini akan berlangsung selama tiga tahap, pertama gedung-gedung besar akan dibuka namun dengan penerapan aturan social distancing. Namun sekolah serta pusat penitipan anak masih tetap ditutup.

Kondisi pandemi saat ini memang menempatkan setiap negara yang terjangkit dalam situasi yang sulit. Kondisi perekonomian lumpuh total dan aktivitas sehari-hari terpaksa hanya dilakukan di dalam rumah. Dalam kondisi ini banyak orang yang mengalami depresi dan stress. Namun, tanpa melakukan akarantina penyebaran virus ini sendiri akan terus berkembang dan meluas. Karena itu dibutuhkan kesabaran untuk menahan diri dari segala aktivitas. Jika tidak maka taruhannya justru akan lebih banyak nyawa yang berjatuhan dan salah satu diantaranya bisa kita dan juga orang yang kita kasihi. Khususnya bagi gereja-gereja saat ini, mari menahan diri dengan tetap beribadah di rumah saja. Karena dengan menjaga jarak sosial kita menyelamatkan diri kita dan orang lain dari ancaman pandemi dan hal inilah yang membuat orang-orang percaya jadi berkat bagi dunia.

Sumber : Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7239

advertise with us