Mudik di Tengah Corona, Sayang Sesama Atau Justru Egois?

Mudik di Tengah Corona, Sayang Sesama Atau Justru Egois?

Lori Official Writer
738

Kabar tidak sedap datang dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dilaporkan bahwa sebanyak delapan penumpang travel mudik yang baru saja tiba di Kecamatan Cimanggu Cilacap dinyatakan positif virus corona. Akibatnya mereka harus menjalani isolasi di RSUD Majenang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi menyampaikan bahwa kedelapan orang ini dinyatakan positif Covid-19 meski tanpa gejala.

Terkait kasus ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta semua warganya untuk memathui aturan larangan mudik tahun ini.

"Masih ada yang bocor di beberapa tempat. Tolong masyarakat ikuti aturan dengan baik, bahaya betul kalau ngumpet-ngumpet," katanya, Selasa (28/4) kemarin.

Sebelumnya, larangan mudik sendiri secara resmi sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Dia menyampaikan bahwa tahun ini, semua warga negara Indonesia dilarang keras melakukan perjalanan pulang kampung selama wabah virus corona. Pasalnya, mudik menjadi berbahaya jika si pemudik ternyata adalah pembawa virus ke kampung halamannya dan menularkan virus tersebut ke orang lain. Hal inilah yang diharapkan bisa dipahami oleh seluruh masyarakat.


Baca Juga: Larangan Mudik Efektif 24 April, Sanksi Berlaku Efektif 7 Mei 2020


Sebagai langkah penting yang harus dipatuhi, Dokter Rumah Sakit Persahabatan dr Andika Chandra Putra sendiri turut menghimbau masyarakat untuk taat aturan dan tidak mencoba untuk mudik secara sembunyi-sembunyi demi membatasi penularan virus yang lebih luas ke daerah lain.

“Ini memang sulit karena berhubungan dengan perilaku dan budaya. Mengubah perilaku dan budaya (mudik) memang agak susah,” kata dr Andika Chandra.

Dia juga menekankan bahwa pemudik yang terkena virus corona tanpa gejala (Orang Tanpa Gejala) sangat berisiko membawa virus dan menularkannya ke kepada anggota keluarga dan orang-orang yang berinteraksi. Dia meyakinkan bahwa tujuan mudik adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat. Tapi untuk kali ini, mudik di tengah situasi wabah virus corona hanya akan menyebabkan petaka bagi keluarga di kampung halaman.

Meskipun pemudik mungkin merasa sehat dan tidak terpapar virus, dr. Andhika memastikan bahwa pemudik bisa saja terpapar di tengah perjalanan pulang karena interaksi dengan orang lain yang tidak terelakkan. Hal inilah yang menyebabkan risiko penyebaran virus menjadi sangat luas.

Karena itu, dia menghimbau semua masyarakat bersabar dan menahan diri untuk tidak mudik di masa-masa ini.

Dengan patuh pada larangan mudik, masyarakat juga menunjukkan kepeduliannya kepada orang lain dan tidak menjadi pribadi yang egois. Menunda mudik juga bisa jadi sikap bagaimana kita menyayangi sesama seperti kita menyayangi diri kita sendiri.

Sebagai warga negara, kita juga perlu mendukung pemerintah untuk menuntaskan masalah pandemi ini bersama-sama. Sehingga kondisi ini tidak menjadi berlarut-larut atau semakin memburuk melainkan segera usai. Karena dengan kerja sama yang baiklah, kita bisa melawan wabah virus corona jauh lebih cepat sama seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain yang saat ini sudah mulai membaik seperti Singapura, Korea Selatan, Italia, Jerman dan sebagainya.

Jadi, mari menunjukkan bahwa kita bukanlah warga negara yang egois, melainkan warga negara yang peduli dengan keselamatan sesama.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami