Claudia Jessica

Official Writer
386


Melalui rapat terbatas, Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan mudik pada hari Selasa, 21 April 2020. Larangan ini berlaku bagi semua golongan masyarakat terutama bagi warga Jabodetabek yang menjadi zona merah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Kebijakan larangan mudik pun diambil lantaran kondisi lapangan selama wabah Corona Covid-19 yang belum kunjung membaik. Ketika konferensi pers ini diadakan pun, diumumkan bahwa ada 375 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 7.135 kasus.

Selain itu, kebijakan ini juga didorong oleh hasil survei Kementerian Perhubungan mendapati 24% warga masih berkeinginan untuk melakukan mudik.

Baca juga: 15 Film Kristen yang Bisa Kamu Tonton di Rumah Pada Masa Karantina

Dikhawatirkan jika para calon pemudik bisa menjadi carier virus corona jika mereka dibiarkan untuk tetap mudik ke kampung halaman, sehingga larangan mudik Lebaran 2020 diharapkan bisa efektif dan menekan penyebaran virus corona di Indonesia.

“Mudik semuanya akan kita larang,” kata Presiden Jokowi di Istana Presiden yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Setpres, Selasa (21/4/2020).

Kemudian, Jokowi juga meminta untuk hal-hal yang berkaitan dengan mudik untuk segera dipersiapkan.

"Oleh sebab itu, saya minta persiapan yang berkaitan dengan ini (mudik) mulai disiapkan," tambahnya.

Kemudian, Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkapkan larangan ini juga akan mulai berlaku efektif pada Jumat, 24 April 2020 dalam video konferensi usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi.

Baca juga: Rayakan Hari Kartini, Yuk Nonton 5 Film Soal Perjuangan Perempuan Ini

"Kami bersama jajaran Kemenhub, Polri-TNI dan kementerian/lembaga akan lakukan persiapan teknis operasional di lapangan. Termasuk memastikan arus logistik agar jangan sampai terhambat," jelasnya.

Ada juga sanksi yang akan memperkuat larangan ini, akan mulai efektif terhitung mulai 7 Mei 2020.

“Larangan mudik ini akan berlaku efektif terhitung sejak hari Jumat, 24 April 2020. Namun untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020,” tambah Luhut melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Bagi para pemudik yang tetap nakal dan melanggar aturan tersebut, saat ini pemerintah sedang menyiapkan sanksi berupa denda sebesar Rp. 100 juta. Sanksi ini akan merujuk pada Undang-Undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 93.

Baca juga: 4 Lagu Rohani Terbaru yang Bisa Kasih Kekuatan Buat Kamu Selama Tinggal di Rumah Aja

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Akses lalu lintas pun akan dibatasi. Nantinya, larangan mudik tidak memperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan ke wilayah khususnya Jabodetabek. Namun, arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek masih diperbolehkan. Istilah ini dikenal dengan aglomerasi.

Selain itu, transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti KRL tidak akan ditutup atau dihentikan operasionalnya. Hal ini dilakukan guna mempermudah masyarakat yang tetap bekerja khususnya tenaga kesehatan, cleaning service rumah sakit, dan sebagainya.

Baca juga: Biar Selalu Waspada, Pastikan 7 Pasokan Makanan Ini Ada di Dapurmu Ya!

Di tengah masa-masa wabah seperti saat ini, peran kita juga penting dalam mendukung setiap program pemerintah atas upaya pencegahan penyebaran virus ini agar tidak terus meluas. Kita juga berharap agar pandemi ini segera usai bukan? Jadi, ayo kita lakukan setiap upaya pencegahan penyebaran virus yang bisa kita lakukan. 

Sumber : berbagai sumber


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

0 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra Mei 2


7255

Banner Mitra April Week 3