Cara Lakukan Perjamuan Kudus Saat Paskah Online Jadi Masalah, PGI Sampaikan 3 Solusi Ini..

Cara Lakukan Perjamuan Kudus Saat Paskah Online Jadi Masalah, PGI Sampaikan 3 Solusi Ini..

Lori Official Writer
2449

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sejak awal sudah menghimbau agar semua sinode gereja meniadakan perkumpulan di gedung gereja dan mengajak untuk melakukan ibadah online saja.

Himbauan inipun sudah banyak dijalankan oleh gereja-gereja di ibukota Jakarta dan bahkan sampai ke desa-desa. Mengingat semakin meningkatkan jumlah kasus wabah virus corona hari demi hari.
Namun begitu, umat Kristiani merasa sedih karena perayaan Paskah yang jatuh sejak Jumat, 10 April sampai Minggu, 12 April 2010 tidak bisa dilakukan di gereja. Apalagi mengingat perayaan Paskah adalah momen ketika gereja menggelar Perjamuan Kudus sebagai peringatan pengorbanan Yesus.

Gak sedikit gereja mulai mempertanyakan bagaimana cara melakukan Perjamuan Kudus ini secara online, sementara biasanya hal ini dilakukan secara langsung oleh pemimpin masing-masing gereja.


Baca Juga:
Sambut Paskah, Gereja-gereja Bakal RayakanDengan Cara Berbeda

Ps. Andy Otniel : PerayaanPaskah Bukan 'Harus' di Gereja Tapi Semestinya 'Bisa' di Gereja

Untuk menjawab hal ini, Ketua PGI Pdt. Gomar Gultom pun menyampaikan beberapa alternatif merayakan Paskah dan Perjamuan Kudus secara online.

"Kami memahami kegelisahan dan kebingungan banyak gereja anggota dalam menyikapi tradisi Perjamuan Kudus yang kita lakukan di seputar masa raya Paskah, entah pada hari Kamis Putih, Jumat Agung atau Minggu Paskah. Oleh karena itu, kami ingin memberikan pertimbangan kepada gereja-gereja anggota PGI agar dapat mengambil kebijakan dan keputusan gerejawi masing-masing, yang dapat dipertanggungjawabkan secara teologis, sekaligus tetap di dalam koridor memperjuangkan dan memelihara kehidupan di masa pandemi COVID-19 ini," kata Pdt. Gomar.

Dalam pernyataannya, Pdt Gomar menjabarkan tiga solusi dalam melakukan Perjamuan Kudus saat ibadah online Paskah.

Pertama, menunda Perjamuan Kudus hingga masa pandemi COVID-19 usai.

Kedua, melaksanakan Perjamuan Kudus di rumah masing-masing (umat Kristiani).

Ketiga, Perjamuan Kudus dilakukan secara spiritual (spiritual communion).

PGI pun memberikan kebebasan kepada gereja untuk memilih salah satu dari tiga solusi tersebut. Karena Perjamuan Kudus tidak akan mengurangi nilai dan makna Paskah itu sendiri.

"Semua alternatif ini tetap diberikan dengan memegang prinsip bahwa kita tidak berkumpul bersama-sama secara ragawi di gedung gereja. Apapun yang menjadi pilihan yang diambil oleh gereja, hal itu tidak mengurangi kehadiran Kristus, yang sudah bangkit, dalam persekutuan keluarga-keluarga sebagai Umat Kebangkitan dan Umat Berpengharapan," kata Pdt. Gomar.

Sementara seperti diketahui, himbauan ini pun sudah diikuti oleh Sinode HKBP di Sumatera Utara. Secara resmi, Ephorus HKBP Pdt Dr. Darwin Lumbantobing dalam suratnya bahwa ibadah Jumat Agung, Pesta Paskah 1 dan Paskah 2 dilakukan di rumah jemaat masing-masing. Sementara Perjamuan Kudus dianjurkan untuk ditunda sampai pandemi COVID-19 selesai.

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami