Inilah Satu-satunya Obat yang Paling Mujarab Untuk Sembuhkan Kesedihan

Inilah Satu-satunya Obat yang Paling Mujarab Untuk Sembuhkan Kesedihan

Lori Official Writer
911

Entah kamu tertawa ringan atau tertawa terbahak-bahak, tetap saja kalau tertawa itu adalah salah satu bahasa yang dipakai semua orang. Seseorang gak perlu belajar supaya bisa tertawa.

Seorang anak bayi muli tertawa bahkan setelah mereka masih berusia 3 bulan, jauh sebelum mereka bisa mengucapkan kata-kata seperti mama atau papa.

Tertawa adalah sesuatu yang bisa terjadi begitu saja. Biasanya kita tertawa karena melihat atau mendengar sesuatu yang lucu. Dan uniknya tertawa ini bersifat menular. Waktu kamu mendengar seseorang tertawa, kemungkinan besar kamu juga pasti akan tertawa.

Gak sedikit orang yang bahkan mengklaim kalau tertawa berfungsi sebagai obat penyembuh baik hati, pikiran dan juga penyakit kita. Tuhan sendiri memberitahu kita bahwa ada waktunya untuk tertawa (Pengkhotbah 3: 4 ). Tapi ada perbedaan besar antara tertawa dengan seseorang dan menertawakan seseorang. Jadi jadikan tawa sebagai senjata untuk menjatuhkan orang lain. Tapi perlakukanlah seseorang seperti kamu juga ingin diperlakukan.

Intinya, tertawa adalah salah satu obat yang manjur untuk menyembuhkan kesedihan. Contohnya saat seorang teman sedang dalam kondisi berat, tawa bisa membuat bebannya jauh lebih ringan.


Baca Juga: 

Pakailah 3 Ayat Mazmur Ini Saat Berdoa Hadapi Wabah Virus Corona

Perkatakan 13 Ayat Alkitab Ini Untuk Lawan Rasa Takut di Tengah Penyakit Virus Corona


Bagaimana caranya bisa tertawa di masa-masa yang kurang menyenangkan?

1. Luangkan waktu untuk tertawa

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya...ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari…"(Pengkhotbah 3: 1 & 4 )

Sebagai manusia yang sudah menjalani perjalanan hidup yang berliku, kita pasti setuju kalau hidup itu gak melulu diwarnai oleh tawa. Tapi percayalah kita bisa memperbanyak tawa dalam hidup kita.

Caranya adalah mulailah bergaul dengan orang-orang yang punya selera humor yang baik. Kalian bisa saling membagi cerita lucu dari masa lalu atau membuat lelucon sederhana.

Ide lain juga bisa kamu lakukan dengan memperbanyak bermain dengan anak-anak atau hewan peliharaan misalnya.

2. Bagikan sukacitamu

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17: 22)

Jangan menyimpan kesenangan untuk dirimu sendiri. Bagikanlah obat yang baik ini ke orang lain juga. Apakah kamu membawa sukacita dan tawa untuk seseorang hari ini? Kalau belum, pikirkanlah cara untuk membuat satu orang tertawa hari ini. Kamu bukan hanya akan menambahkan sukacita untuk dia, tapi untukmu juga.

3. Lepaskan bebanmu

“Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.” (Lukas 6: 21b)

Mungkin ada diantara kita yang sedang terpuruk atau sedih karena salah satu anggota keluarga atau teman dekat didiagnosa terjangkit virus corona atau tiba-tiba meninggal tanpa sebab yang jelas. Di masa-masa ini, mungkin untuk tertawa pastilah sulit.

Tapi bersyukurlah karena sebagai orang percaya, Tuhan menjanjikan kita sukacita dan damai sejahtera. Kita hanya perlu memintanya dan mengalami ketenangan batin di tengah masa-masa sukar.

Kita harus mengalami sukacita dan tetap punya pengharapan. Sama seperti apa yang Raja Daud sampaikan dalam Mazmur 30: 11, “Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita…”

Apakah kamu sedang bersedih dan tidak tenang di tengah masa-masa ini, mintalah supaya Tuhan meringankan bebanmu.

4. Jangan segan untuk tertawa untuk dirimu sendiri

“Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." Lagi katanya: "Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” (Kejadian 21: 6-7)

Istri Abraham Sara sudah menunggu selama 90 tahun untuk jadi seorang ibu. Bahkan dia sendiri sudah berpikir kalau dirinya tak lagi bisa memberikan Abraham anak. Tapi dia tercengang saat diberitahu bahwa dia akan punya akan . Dia tertawa saat itu karena merasa terkejut dengan apa yang didengarnya.

5. Tetap berharap

“Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” (Mazmur 126: 2)

Waktu Tuhan memimpin umat-Nya keluar dari pembuangan dan membawa mereka kembali ke tanah kepunyaan-Nya. Mereka sangat lega dan bersyukur dengan sorak sorai dan kegirangan.

Mungkin gampang untuk memikirkan hal-hal negatif yang gak sesuai dengan keinginan kita. Tapi ingatlah ayat di atas. Tuhan mampu melakukan hal-hal yang besar untukmu. Jadi tetaplah berharap.

Tuhan sudah memberikan kita obat paling mujarab untuk menyembuhkan luka batin dan kesedihan kita. Jadi, konsumsilah itu dan alami kelegaan di dalam Tuhan.


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan Tim doa kami: http://bit.ly/InginDidoakan. Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling: http://bit.ly/inginKonseling. 

Sumber : Jawaban.com

Ikuti Kami