Masuki Usia 23 Tahun, Kota Bekasi Janji Akan Permudah Pembangunan Rumah Ibadah

Masuki Usia 23 Tahun, Kota Bekasi Janji Akan Permudah Pembangunan Rumah Ibadah

Lori Official Writer
564

Kota Bekasi baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-23 pada Selasa, 10 Maret 2020 kemarin. Memasuki usia hampir seperempat abad, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyadari masih banyak hal yang harus dibenahi dari kota yang dijuluki Kota Patriot ini.

Salah satunya, kata Rahmat, adalah memperbaiki sistem perizinan pembangunan rumah ibadah. Menurutnya, umat beragama di Bekasi selama ini masih menghadapi kendala atas perizinan. Dia memastikan perizinan akan diberikan dengan mudah saat pihak pemohon sudah melengkapi standar ketentuan pembangunan rumah ibadah yang ditetapkan pemerintah.

"Pembangunan rumah ibadah sepanjang norma-normanya dipenuhi, tidak ada masalah di Kota Bekasi. Sepanjang aturan dan norma diikuti, terus jemaat ada, lalu masyarakat sekitar mendukung, ada siapa itu bukan persoalan. Yang penting norma dan aturan itu dipenuhi. Itu yang kami lakukan di Kota Bekasi," katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berjanji mengacu pada ketentuan pemerintah pusat yaitu surat keputusan bersama (SKB) dua menteri tahun 2006.

Meskipun peraturan ini masih banyak mengundang pro dan kontra. Namun Walkot Rahmat menegaskan jika penolak atau tindakan intoleransi dari masyarakat mayoritas harus sesuai dengan aturan hukum dan menaati asa norma kesepakatan menteri.

“Warga mau nolak, silakan. Itu hak. Pada saat keputusan sudah IMB, ada jalurnya silakan gugat di pengadilan. Jadi enggak perlu ribut,” katanya.

Selain aturan pendirian rumah ibadah, dia juga memastikan penerapan ideologi Pancasila bisa dijalankan dengan maksimal. Karena menurutnya, Pancasila adalah kunci utama untuk membangun keberagaman di tengah masyarakat Kota Bekasi.

“Dan saat ini Kota Bekasi terus mengabdikan diri dalam membumikan Pancasila dan menjaga NKRI, menjadi pluralisme. Masyarakat Kota Bekasi diharapkan ikut mendukung dengan terus menumuhkan toleransi antarumat beragama,” tandasnya.


Baca Juga:

Salut, Wali Kota Bekasi Tetap Izinkan Gereja Santa Clara Bangun Gereja

Vatikan Undang Wali Kota Bekasi untuk Paparkan Toleransi Umat Beragama



Wakil Presiden Bicara Soal Pembangunan Rumah Ibadah

Sementara terkait izin pembangunan rumah ibadah, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin  menyampaiakn rencana besar negara untuk membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat nasional. Sehingga lebih meminimalisir konflik antarumat beragama yang terjadi belakangan ini, termasuk soal pendirian rumah ibadah.

Dia menilai bahwa membangun kerukunan umat beragama di Indonesia sama sekali tak mudah dan murah. Salah satu faktornya adalah karena wilayah Indonesia yang sangat besar dan luas. Karena itu FKUB nasional bisa menjembatani kerukunan antarumat beragama.

“Dan saya ingin bicarakan dengan presiden bagaimana membangun forum ini supaya juga ditingkat nasional sehingga bisa terbangun tidak hanya provinsi dan kabupaten, kota tapi juga nasional,” kata Ma’ruf.

Rencana inipun mendapat dukungan dari Ketua Umum FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

“Pendirian rumah ibadah jadi salah satu yang sering mewarnai dan ini sudah menjadi pemikiran pak Presiden dan pak Wapres, Menteri Agama, dan kita semua,” katanya.

Jadi bukan hanya di Kota Bekasi, tapi seluruh wilayah di Indonesia juga perlu memperhatikan masalah izin pembangunan rumah ibadah ini secara keseluruhan dan mencari solusi yang tepat untuk mencegahnya kembali terulang.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com

Ikuti Kami